alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Lulusan Terbaik UMM, Berkat Beasiswa dan Wirausaha

KETERBATASAN tak membuat Mila Fatma, berdiam diri. Mila justru memilih tak menyerah dengan keadaan. Kuliah di Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ia mampu menorehkan namanya sebagai lulusan terbaik tahun ini.

Mila yang menjalani wisuda Jumat (23/10) menjadi lulusan terbaik dari Fakultas Hukum UMM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Selama kuliah, Mila harus berdagang dan memperbaiki kehidupan akademiknya agar bisa menyokong pembiayaan selama kuliah. Melalui beasiswa dan wirausaha, perempuan asal Jombang, Jawa Timur ini bahkan tetap bisa lulus dengan nilai membanggakan.

Tak ada pilihan bagi Mila untuk menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Jika nilainya turun, beasiwa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang diperolehnya dari Pemerintah terancam diputus. Disamping mempertahankan nilai akademik, Mila juga harus hidup mandiri dengan memulai wirausaha sejak kuliah.

Saat baru lulus kuliah, Mila sudah bisa hidup mandiri dengan mengandalkan brand toko kosmetik dan asesoris sendiri. Namanya Mitufaya. Saat ini, ia bahkan sudah mampu menyewa ruko dan memperkerjakan 3 orang karyawan. Usaha ini Ia jalankan sejak semester 5. ’’Sebetulanya sejak semester pertama saya sudah mulai jualan. Cuma yang saya jual random. Jadi apapun yang saya suka, saya jual. Seperti hiasan kamar, saat itu. Alhamdulillah, bisa laku,” ungkap Mila.

Baca Juga :  Penyekatan Tol, Sehari Hanya Periksa 35 Kendaraan

Saat kuliah, tiap bulannya, Mila masih kerap dikirimi uang oleh orang tuanya. Hanya saja, uang kiriman itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Terkadang tidak cukup. Sehingga untuk mencukupi kebutuhannya atau saat menginginkan sesuatu, Mila harus menyisihkan uang hasil berdagangnya untuk ditabung. Terutama kebutuhan untuk kegiatan perkuliahan. ’’Apalagi kuliah di Hukum itu butuh ongkos yang agak besar karena banyak bahan materi perkuliahan yang dibutuhkan,” curhatnya.

Mila cukup jeli melihat peluang pasar kosmetik. Ia menyasar pasar mahasiswa. Bermula dengan menawarkan kosmetik ke teman sekelas dan keluarga, jualannya makin berkembang lantaran Mila mampu memenuhi permintaan pasar. Beragam kosmetiknya yang dijualnya cukup bisa bersaing di pasaran. Ia bahkan mengklaim toko kosmetiknya, Mitufaya, telah banyak menjadi rujukan para mahasiswa yang memburu merek kosmetik berkualitas dengan harga bersaing.

Baca Juga :  Korban Tenggelam Ditemukan, Desa Tutup Aktivitas Pemancingan

Saat usahanya mulai stabil, saat kuliah, kehidupan akademiknya tak terganggu. Meski tentu kehidupan organisasinya tak semoncer akademiknya. Putri dari pasangan Abdul Fatah dan Maimunah ini memiliki prioritas yang harus dikejar. Sehingga, berkat catatan akademiknya yang baik, Mila sempat ditunjuk sebagai asisten laboratorium Fakultas Hukum. Pasca lulus, oleh dosen di fakultasnya, Mila diminta untuk membantu di Lembaga Bantuan Hukum yang dikelola dosennya.

Meski sudah mandiri, Mila tak lantas menjadi jumawa dan melupakan jasa orang tuanya. Diakuinya, segala apa yang dilakukan dan raih tak mungkin tanpa dukungan dan doa kedua orang tuanya. ’’Saya bisa membesarkan usaha sembari kuliah dan jadi asisten, karena tidak luput dari dukungan orang tua saya. Orang tua yang sangat luar biasa. Jadi, saya bisa melewati segala tantangan karena dukungan dan doa mereka. Meskipun, ya, agak berat dan capek,” pungkas Mila. (bas)

KETERBATASAN tak membuat Mila Fatma, berdiam diri. Mila justru memilih tak menyerah dengan keadaan. Kuliah di Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ia mampu menorehkan namanya sebagai lulusan terbaik tahun ini.

Mila yang menjalani wisuda Jumat (23/10) menjadi lulusan terbaik dari Fakultas Hukum UMM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Selama kuliah, Mila harus berdagang dan memperbaiki kehidupan akademiknya agar bisa menyokong pembiayaan selama kuliah. Melalui beasiswa dan wirausaha, perempuan asal Jombang, Jawa Timur ini bahkan tetap bisa lulus dengan nilai membanggakan.

Tak ada pilihan bagi Mila untuk menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Jika nilainya turun, beasiwa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang diperolehnya dari Pemerintah terancam diputus. Disamping mempertahankan nilai akademik, Mila juga harus hidup mandiri dengan memulai wirausaha sejak kuliah.

Saat baru lulus kuliah, Mila sudah bisa hidup mandiri dengan mengandalkan brand toko kosmetik dan asesoris sendiri. Namanya Mitufaya. Saat ini, ia bahkan sudah mampu menyewa ruko dan memperkerjakan 3 orang karyawan. Usaha ini Ia jalankan sejak semester 5. ’’Sebetulanya sejak semester pertama saya sudah mulai jualan. Cuma yang saya jual random. Jadi apapun yang saya suka, saya jual. Seperti hiasan kamar, saat itu. Alhamdulillah, bisa laku,” ungkap Mila.

Baca Juga :  Rehab Bangunan di P-APBD 2020, Hanya Sentuh 10 Sekolah

Saat kuliah, tiap bulannya, Mila masih kerap dikirimi uang oleh orang tuanya. Hanya saja, uang kiriman itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Terkadang tidak cukup. Sehingga untuk mencukupi kebutuhannya atau saat menginginkan sesuatu, Mila harus menyisihkan uang hasil berdagangnya untuk ditabung. Terutama kebutuhan untuk kegiatan perkuliahan. ’’Apalagi kuliah di Hukum itu butuh ongkos yang agak besar karena banyak bahan materi perkuliahan yang dibutuhkan,” curhatnya.

- Advertisement -

Mila cukup jeli melihat peluang pasar kosmetik. Ia menyasar pasar mahasiswa. Bermula dengan menawarkan kosmetik ke teman sekelas dan keluarga, jualannya makin berkembang lantaran Mila mampu memenuhi permintaan pasar. Beragam kosmetiknya yang dijualnya cukup bisa bersaing di pasaran. Ia bahkan mengklaim toko kosmetiknya, Mitufaya, telah banyak menjadi rujukan para mahasiswa yang memburu merek kosmetik berkualitas dengan harga bersaing.

Baca Juga :  Pengusaha Galian Lebakjabung Kantongi Izin Komplet

Saat usahanya mulai stabil, saat kuliah, kehidupan akademiknya tak terganggu. Meski tentu kehidupan organisasinya tak semoncer akademiknya. Putri dari pasangan Abdul Fatah dan Maimunah ini memiliki prioritas yang harus dikejar. Sehingga, berkat catatan akademiknya yang baik, Mila sempat ditunjuk sebagai asisten laboratorium Fakultas Hukum. Pasca lulus, oleh dosen di fakultasnya, Mila diminta untuk membantu di Lembaga Bantuan Hukum yang dikelola dosennya.

Meski sudah mandiri, Mila tak lantas menjadi jumawa dan melupakan jasa orang tuanya. Diakuinya, segala apa yang dilakukan dan raih tak mungkin tanpa dukungan dan doa kedua orang tuanya. ’’Saya bisa membesarkan usaha sembari kuliah dan jadi asisten, karena tidak luput dari dukungan orang tua saya. Orang tua yang sangat luar biasa. Jadi, saya bisa melewati segala tantangan karena dukungan dan doa mereka. Meskipun, ya, agak berat dan capek,” pungkas Mila. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/