alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Santri Berikrar Membela Negara, Menjaga Pancasila dan NKRI

MOJOKERTO – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 di halaman PC NU Kabupaten Mojokerto dengan menggelar upacara diikuti ribuan santri, Minggu (22/10) pagi. Dalam upacara ini, semua santri mengenakan baju koko putih, bersarung dan berpeci sebagai identitas seorang santri. Upacara juga diikuti santriwati dari berbagai pondok pesantren (ponpes) dan siswa madrasah di bawah naungan LP Ma’arif.

Dalam kesempatan ini, para santri membaca ikrar santri Indonesia bersama yang diawali membaca syahadat dengan dipandu salah satu santri.

Bismillahirrahmanirahim, asyahadu alla illaha illalah, wasyhadu anna Muhammadar Rasullullah.

Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar:

1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada akidah ajaran nilai dari tradisi Islam ahlusunnah wal jamaah.

2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu, tanah air Indonesia. Berideologi negara satu, ideologi Pancasila. Berkonstitusi satu, UUD 1945. Berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia. Mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Sebagai santri NKRI, berperan aktif dalam membangun nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.

5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama.

Pembacaan ikrar juga diikuti oleh undangan dan para kiai yang hadir. Di antaranya, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto KH Syihabul Irfan Arief, KH Masyrikhan Asy’ari, KH Mashul Ismail, KH Sya’dullah, dan para pengurus PC NU. Meliputi pengurus syuriah dan tanfidz, lajnah, banom, 18 perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC), serta jajaran kader Nahdlatul Ulama (NU).

”Ikrar santri Indonesia ini sebagai wujud santri dalam meneguhkan bela negara, menjaga Pancasila dan NKRI,” kata ketua panitia HSN ke-3 PC NU Kabupaten Mojokerto, H. Shobirin. Di akhir upacara, ribuan santri diajak mendengar amanah Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siraj yang disampaikan pembina upacara, KH Mashul Ismail.

”Inti amanah HSN ke-3 ini, santri harus bisa menjadi garda terdepan dalam membentengi NKRI dari berbagai ancaman yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan kesatuan bangsa,” pungkas Shobirin. 

Baca Juga :  Dinkes Terjunkan Nakes RS ke Desa

MOJOKERTO – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 di halaman PC NU Kabupaten Mojokerto dengan menggelar upacara diikuti ribuan santri, Minggu (22/10) pagi. Dalam upacara ini, semua santri mengenakan baju koko putih, bersarung dan berpeci sebagai identitas seorang santri. Upacara juga diikuti santriwati dari berbagai pondok pesantren (ponpes) dan siswa madrasah di bawah naungan LP Ma’arif.

Dalam kesempatan ini, para santri membaca ikrar santri Indonesia bersama yang diawali membaca syahadat dengan dipandu salah satu santri.

Bismillahirrahmanirahim, asyahadu alla illaha illalah, wasyhadu anna Muhammadar Rasullullah.

Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar:

1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada akidah ajaran nilai dari tradisi Islam ahlusunnah wal jamaah.

2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu, tanah air Indonesia. Berideologi negara satu, ideologi Pancasila. Berkonstitusi satu, UUD 1945. Berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

- Advertisement -

3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia. Mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Sebagai santri NKRI, berperan aktif dalam membangun nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan.

5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama.

Pembacaan ikrar juga diikuti oleh undangan dan para kiai yang hadir. Di antaranya, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto KH Syihabul Irfan Arief, KH Masyrikhan Asy’ari, KH Mashul Ismail, KH Sya’dullah, dan para pengurus PC NU. Meliputi pengurus syuriah dan tanfidz, lajnah, banom, 18 perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC), serta jajaran kader Nahdlatul Ulama (NU).

”Ikrar santri Indonesia ini sebagai wujud santri dalam meneguhkan bela negara, menjaga Pancasila dan NKRI,” kata ketua panitia HSN ke-3 PC NU Kabupaten Mojokerto, H. Shobirin. Di akhir upacara, ribuan santri diajak mendengar amanah Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siraj yang disampaikan pembina upacara, KH Mashul Ismail.

”Inti amanah HSN ke-3 ini, santri harus bisa menjadi garda terdepan dalam membentengi NKRI dari berbagai ancaman yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan kesatuan bangsa,” pungkas Shobirin. 

Baca Juga :  PT Tjiwi Kimia Gelar Vaksinasi Mandiri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/