alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Status Gila Baru Capai 241 Orang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan penduduk Kabupaten Mojokerto mendadak mengalami gangguan kejiwaan. Beratnya beban hidup disinyalir menjadi faktor utama bertambahnya jumlah ODGJ ini.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, sejak Januari hingga Juli, tercatat ada sebanyak 241 orang yang mengalami kehilangan kewarasan.

Angka ini menambah daftar panjang ODGJ di Kabupaten Mojokerto. Tahun lalu, jumlah orang gila di Kabupaten Mojokerto mencapai 1.299 jiwa. Dari jumlah itu, hanya 294 orang yang sembuh. Sementara, 1.005 masih menjalani perawatan.

Langit memprediksi, jumlah ini bakal terus bertambah. Terlebih, kasus Covid-19 yang tengah naik dan memicu adanya pembatasan kegiatan di kalangan masyarakat. ’’Masih terus bertambah ini nanti. Malah yang tahun lalu ada 1.299 jiwa mengalami gangguan jiwa,’’ terang dia.

Baca Juga :  Masih Ada Cara Lebih Manusiawi Dibanding PPKM Darurat

Penemuan kasus ODGJ, sambungnya, tak hanya dari pemeriksaan melalui puskesmas saja. Melainkan juga pengecekan kesehatan jiwa dari tiap-tiap keluarga atau sistem jemput bola. Mantan kepala UPT Puskesmas Pacet itu menyebutkan, ratusan ODGJ ini memiliki kategori yang beragam. Mulai dari berat sampai ringan. ’’Bisa dari faktor ekonomi juga stres karena masalah yang dihadapi,’’ jelasnya.

Hingga kini, Langit menuturkan, setiap puskesmas sudah tersedia pelayanan untuk mengatasi permasalahan kejiwaan. Dulunya, layanan tersebut hanya tersedia di sembilan puskesmas saja. Namun, tahun ini, setiap puskesmas sudah bisa melakukan pelayanan tersebut. ’’Sudah ada layanannya di 27 puskesmas. Mengingat jumlahnya ODGJ meningkat tahun lalu. Tapi, kalau memang sudah gejala berat langsung kita rujuk ke RS untuk penanganan,’’ tukasnya. (oce)

Baca Juga :  India Balas Budi Kirim Oksigen, Indonesia Tuai Buah Kebaikan

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan penduduk Kabupaten Mojokerto mendadak mengalami gangguan kejiwaan. Beratnya beban hidup disinyalir menjadi faktor utama bertambahnya jumlah ODGJ ini.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, sejak Januari hingga Juli, tercatat ada sebanyak 241 orang yang mengalami kehilangan kewarasan.

Angka ini menambah daftar panjang ODGJ di Kabupaten Mojokerto. Tahun lalu, jumlah orang gila di Kabupaten Mojokerto mencapai 1.299 jiwa. Dari jumlah itu, hanya 294 orang yang sembuh. Sementara, 1.005 masih menjalani perawatan.

Langit memprediksi, jumlah ini bakal terus bertambah. Terlebih, kasus Covid-19 yang tengah naik dan memicu adanya pembatasan kegiatan di kalangan masyarakat. ’’Masih terus bertambah ini nanti. Malah yang tahun lalu ada 1.299 jiwa mengalami gangguan jiwa,’’ terang dia.

Baca Juga :  PPKM untuk Mengendalikan Laju Covid-19 dan Menjaga Masyarakat

Penemuan kasus ODGJ, sambungnya, tak hanya dari pemeriksaan melalui puskesmas saja. Melainkan juga pengecekan kesehatan jiwa dari tiap-tiap keluarga atau sistem jemput bola. Mantan kepala UPT Puskesmas Pacet itu menyebutkan, ratusan ODGJ ini memiliki kategori yang beragam. Mulai dari berat sampai ringan. ’’Bisa dari faktor ekonomi juga stres karena masalah yang dihadapi,’’ jelasnya.

Hingga kini, Langit menuturkan, setiap puskesmas sudah tersedia pelayanan untuk mengatasi permasalahan kejiwaan. Dulunya, layanan tersebut hanya tersedia di sembilan puskesmas saja. Namun, tahun ini, setiap puskesmas sudah bisa melakukan pelayanan tersebut. ’’Sudah ada layanannya di 27 puskesmas. Mengingat jumlahnya ODGJ meningkat tahun lalu. Tapi, kalau memang sudah gejala berat langsung kita rujuk ke RS untuk penanganan,’’ tukasnya. (oce)

Baca Juga :  Karaoke Sampai Care Free Day Dihentikan
- Advertisement -

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/