alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sehari, 44 Pasien Sembuh, Zona Kota Berubah Jadi Oranye

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski kasus baru masih bertambah, tetapi angka kesembuhan di Kota Mojokerto kembali naik cukup signifikan. Sehingga, peta persebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde turun.

Dari semula zona merah atau risiko tinggi menjadi zona oranye (risiko sedang). Selasa (21/7) data terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Mojokerto mengalami penambahan 11 kasus baru. Dengan demikian, jumlah kumulatif warga yang terinveksi virus SARS-CoV-2 menjadi 182 orang.

Namun, di hari yang sama juga terjadi peningkatan angka kesembuhan dari sebelumnya 74 orang menjadi 102 orang. Bahkan, jumlah kesembuhan dipastikan kembali meningkat hari ini.

Itu menyusul dipulangkannya 16 warga yang dinyatakan telah sembuh pasca menjalani masa karantina di gedung observasi Covid-19 di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde Kota Mojokerto, Selasa (21/7).

’’Hari ini (kemarin, Red) kita pulangkan karena sembuh ada 16 orang. Jadi, total jumlah yang sembuh sampai saat ini 118 orang,’’ terang Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria usai melepas kepulangan warga yang menjalani isolasi dari Rusunawa Cinde.

Baca Juga :  Pungkasiadi Minta APIP Maksimal Awasi Dana Penanganan Pandemi

Dengan demikian, persentase kesembuhan di Kota Mojokerto mencapai 64,8 persen setelah ditambah 44 orang sembuh dalam kurun dua hari terakhir. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 9 orang atau 4,9 persen. Sehingga, jumlah kasus konfirmasi aktif hanya menyisakan 55 orang atau 30,2 persen.

Melonjaknya kurva kesembuhan tersebut akhirnya mampu mengubah peta zona merah di Kota Mojokerto menjadi zona kuning atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Cak Rizal, sapaan akrab wakil wali kota, menyatakan, ke depan pemkot berupaya untuk kembali menurunkan peta risiko menjadi zona kuning (risiko rendah) dan hijau (tidak ada kasus).

’’Kita diwanti-wanti oleh provinsi bahwa Kota Mojokerto adalah penyangga dari Surabaya. Sehingga, harus bertul-betul serius penangannya agar tidak menjadi zona merah kembali,’’ tandasnya.

Karena itu, para penyintas Covid-19 diminta untuk turut membantu memberikan soaisalisai kepada masyarakat. Terutama dalam hal mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :  Wali Kota Jadi Guru Daring, Tangkap Kejenuhan Siswa

Masing-masing dibekali dengan sertifikat yang dikeluarkan dari Dinas Kesehatan (Dinke) Kota Mojokerto sebagai tanda bukti bahwa mereka telah bebas dari virus korona jenis baru. ’’Sehingga tidak ada lagi stigma negatif untuk para pasien atau warga yang pernah terpapar Covid-19,’’ pungkasnya.

Sementara turut serta dalam acara pelepasan pasien sembuh dari Covid-19 antara lain Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Ch Indah Wahyu W., Camat Kranggan, Danramil Prajurit Kulon, serta Kapolsek Prajurit Kulon.

Selain mendapatkan surat keterangan, para pasien yang dinyatakan sembuh juga mendapatkan bingkisan berupa madu, susu, probiotik, hand sanitizer, dan hand wash. 

Dengan dipulangkannya 16 warga yang menjalani karantina di Rusunawa Cinde, maka gedung empat lantai yang berada di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon menyisakan 20 orang.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, masing-masing hanya tinggal menuntaskan masa isolasi selama 10 hari dengan hasil swab ulang negatif. (al/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski kasus baru masih bertambah, tetapi angka kesembuhan di Kota Mojokerto kembali naik cukup signifikan. Sehingga, peta persebaran Covid-19 di Kota Onde-Onde turun.

Dari semula zona merah atau risiko tinggi menjadi zona oranye (risiko sedang). Selasa (21/7) data terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Mojokerto mengalami penambahan 11 kasus baru. Dengan demikian, jumlah kumulatif warga yang terinveksi virus SARS-CoV-2 menjadi 182 orang.

Namun, di hari yang sama juga terjadi peningkatan angka kesembuhan dari sebelumnya 74 orang menjadi 102 orang. Bahkan, jumlah kesembuhan dipastikan kembali meningkat hari ini.

Itu menyusul dipulangkannya 16 warga yang dinyatakan telah sembuh pasca menjalani masa karantina di gedung observasi Covid-19 di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde Kota Mojokerto, Selasa (21/7).

’’Hari ini (kemarin, Red) kita pulangkan karena sembuh ada 16 orang. Jadi, total jumlah yang sembuh sampai saat ini 118 orang,’’ terang Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria usai melepas kepulangan warga yang menjalani isolasi dari Rusunawa Cinde.

Baca Juga :  Mulai Kucing hingga Murai Batu

Dengan demikian, persentase kesembuhan di Kota Mojokerto mencapai 64,8 persen setelah ditambah 44 orang sembuh dalam kurun dua hari terakhir. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 9 orang atau 4,9 persen. Sehingga, jumlah kasus konfirmasi aktif hanya menyisakan 55 orang atau 30,2 persen.

- Advertisement -

Melonjaknya kurva kesembuhan tersebut akhirnya mampu mengubah peta zona merah di Kota Mojokerto menjadi zona kuning atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Cak Rizal, sapaan akrab wakil wali kota, menyatakan, ke depan pemkot berupaya untuk kembali menurunkan peta risiko menjadi zona kuning (risiko rendah) dan hijau (tidak ada kasus).

’’Kita diwanti-wanti oleh provinsi bahwa Kota Mojokerto adalah penyangga dari Surabaya. Sehingga, harus bertul-betul serius penangannya agar tidak menjadi zona merah kembali,’’ tandasnya.

Karena itu, para penyintas Covid-19 diminta untuk turut membantu memberikan soaisalisai kepada masyarakat. Terutama dalam hal mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :  Pejabat Jadi Sapi Perah

Masing-masing dibekali dengan sertifikat yang dikeluarkan dari Dinas Kesehatan (Dinke) Kota Mojokerto sebagai tanda bukti bahwa mereka telah bebas dari virus korona jenis baru. ’’Sehingga tidak ada lagi stigma negatif untuk para pasien atau warga yang pernah terpapar Covid-19,’’ pungkasnya.

Sementara turut serta dalam acara pelepasan pasien sembuh dari Covid-19 antara lain Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Ch Indah Wahyu W., Camat Kranggan, Danramil Prajurit Kulon, serta Kapolsek Prajurit Kulon.

Selain mendapatkan surat keterangan, para pasien yang dinyatakan sembuh juga mendapatkan bingkisan berupa madu, susu, probiotik, hand sanitizer, dan hand wash. 

Dengan dipulangkannya 16 warga yang menjalani karantina di Rusunawa Cinde, maka gedung empat lantai yang berada di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon menyisakan 20 orang.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, masing-masing hanya tinggal menuntaskan masa isolasi selama 10 hari dengan hasil swab ulang negatif. (al/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/