alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

TNI Terjun Bantu Rehab Masjid Agung Al Fattah

MOJOKERTO – Anggota Kodim 0815 Mojokerto antusias membantu proyek rehabilitasi Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto, kemarin. Kegiatan karya bhakti tersebut dilakukan termasuk membantu penggeseran soko guru masjid yang bernilai sejarah tinggi.

Kepedulian anggota TNI tersebut dipimpin Dandim 0815 Mojokerto Letkol CZI Budi Pamudji. Sebanyak 60 personel dikerahkan membantu percepatan rehab masjid dengan menyisihkan dan membersihkan sisa-sisa bongkaran yang masih terserak di serambi dan lantai dua bangunan masjid.

Sejak pukul 07.00, selepas apel di alun-alun, puluhan TNI itu langsung antusias menuju lokasi pembangunan masjid. Mereka mengusung bedung berukuran dua meter yang berada di dekat pintu masuk masjid. Kemudian, membantu membersihkan bangunan yang dibongkar. ’’Kami turut membantu untuk percepatan rehab masjid. Dan yang utama, membantu takmir masjid menyiapkan lahan untuk persiapan salat Idul Adha,’’ kata Letkol CZI Budi Pamudji, Dandim 0815 Mojokerto.

Dandim mengatakan, meski respons percepatan rehab itu tidak dalam bentuk bantuan finansial, namun bantuan tenaga personel akan membantu target rehab besar masjid yang sudah dimulai tahun 2015 tersebut. Pihaknya menuturkan, atensi terhadap pembangunan rehabilitasi masjid terbesar di Mojokerto tersebut, tidak hanya untuk kemarin. Namun, akan berlanjut di hari-hari berikutnya, sepanjang masih dibutuhkan. ’’Hari ini ada 60 personel. Besok (Sabtu) 40 personel. Dan mulai Senin mendatang, dan hari-hari berikutnya paling tidak ada 20 personel dari masing-masing koramil diturunkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kepuasan Peserta Wujud Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Pelengkap

Takmir Masjid Al-Fattah, Muhammad Soleh, mengapresiasi antusiasme anggota TNI dalam membantu proses pembangunan Masjid Agung Al-Fattah. ’’Luar biasa. Secara pekerjaan, kami sangat terbantu. Ini proyek besar dengan biaya terbatas. Dengan peran aktif jajaran Kodim 0815, tentunya persiapan untuk salat Idul Adha akan semakin lancar,’’ katanya.

Sementara itu, terkait progres rehab masjid, Sekretaris Panitia Rehab Masjid Al Fattah, Choirul Anwar, mengatakan, sampai saat ini sudah mencapai 40 persen. ’’Tapi untuk struktur, sudah mencapai 60 persen,’’ sebut Anwar. Soal dana yang sudah terserap untuk rehab masjid, ia menyebut angka di kisaran Rp 20 miliar. ’’Untuk biaya hingga finalisasi, diperkirakan akan menyerap dana antara Rp 20 miliar sampai Rp 25 miliar,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Rombongan Sempat Seruduk Motor

Kendati masih membutuhkan dana puluhan miliar rupiah lagi untuk merampungkan rehab masjid sesuai target, Choirul Anwar mengaku optimistis bisa teratasi. Yakni, tahun 2018 akhir. ’’Insya Allah bisa rampung sesuai target. Karena bantuan dari pemerintah dan donatur besar sekali. Ditunjang dengan partisipasi masyarakat. Jadi ya optimis dan yakin,’’ cetus pria yang menjabat Kabag Humas dan Protokol Setdakot Mojokerto itu.

Ia pun menyebut, dana yang sudah masuk untuk rehab masjid diantaranya dari bantuan dana hibah Pemkot Mojokerto Rp 15 miliar dari dua tahun anggaran, 2015 dan 2017, juga bantuan Pemprov Jawa Timur tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar. Serta donasi berbagai pihak yang tembus ratusan juta rupiah. ’’Tahun 2018 panitia akan mengajukan bantuan serupa kepada Pemprov Jawa Timur,’’ tutup Choirul Anwar. 

MOJOKERTO – Anggota Kodim 0815 Mojokerto antusias membantu proyek rehabilitasi Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto, kemarin. Kegiatan karya bhakti tersebut dilakukan termasuk membantu penggeseran soko guru masjid yang bernilai sejarah tinggi.

Kepedulian anggota TNI tersebut dipimpin Dandim 0815 Mojokerto Letkol CZI Budi Pamudji. Sebanyak 60 personel dikerahkan membantu percepatan rehab masjid dengan menyisihkan dan membersihkan sisa-sisa bongkaran yang masih terserak di serambi dan lantai dua bangunan masjid.

Sejak pukul 07.00, selepas apel di alun-alun, puluhan TNI itu langsung antusias menuju lokasi pembangunan masjid. Mereka mengusung bedung berukuran dua meter yang berada di dekat pintu masuk masjid. Kemudian, membantu membersihkan bangunan yang dibongkar. ’’Kami turut membantu untuk percepatan rehab masjid. Dan yang utama, membantu takmir masjid menyiapkan lahan untuk persiapan salat Idul Adha,’’ kata Letkol CZI Budi Pamudji, Dandim 0815 Mojokerto.

Dandim mengatakan, meski respons percepatan rehab itu tidak dalam bentuk bantuan finansial, namun bantuan tenaga personel akan membantu target rehab besar masjid yang sudah dimulai tahun 2015 tersebut. Pihaknya menuturkan, atensi terhadap pembangunan rehabilitasi masjid terbesar di Mojokerto tersebut, tidak hanya untuk kemarin. Namun, akan berlanjut di hari-hari berikutnya, sepanjang masih dibutuhkan. ’’Hari ini ada 60 personel. Besok (Sabtu) 40 personel. Dan mulai Senin mendatang, dan hari-hari berikutnya paling tidak ada 20 personel dari masing-masing koramil diturunkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Buka Layanan Homecare dan Persalinan SC dengan Metode ERACS

Takmir Masjid Al-Fattah, Muhammad Soleh, mengapresiasi antusiasme anggota TNI dalam membantu proses pembangunan Masjid Agung Al-Fattah. ’’Luar biasa. Secara pekerjaan, kami sangat terbantu. Ini proyek besar dengan biaya terbatas. Dengan peran aktif jajaran Kodim 0815, tentunya persiapan untuk salat Idul Adha akan semakin lancar,’’ katanya.

Sementara itu, terkait progres rehab masjid, Sekretaris Panitia Rehab Masjid Al Fattah, Choirul Anwar, mengatakan, sampai saat ini sudah mencapai 40 persen. ’’Tapi untuk struktur, sudah mencapai 60 persen,’’ sebut Anwar. Soal dana yang sudah terserap untuk rehab masjid, ia menyebut angka di kisaran Rp 20 miliar. ’’Untuk biaya hingga finalisasi, diperkirakan akan menyerap dana antara Rp 20 miliar sampai Rp 25 miliar,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Rumah Isolasi Pasien Covid-19 di Puskesmas Gondang Overload
- Advertisement -

Kendati masih membutuhkan dana puluhan miliar rupiah lagi untuk merampungkan rehab masjid sesuai target, Choirul Anwar mengaku optimistis bisa teratasi. Yakni, tahun 2018 akhir. ’’Insya Allah bisa rampung sesuai target. Karena bantuan dari pemerintah dan donatur besar sekali. Ditunjang dengan partisipasi masyarakat. Jadi ya optimis dan yakin,’’ cetus pria yang menjabat Kabag Humas dan Protokol Setdakot Mojokerto itu.

Ia pun menyebut, dana yang sudah masuk untuk rehab masjid diantaranya dari bantuan dana hibah Pemkot Mojokerto Rp 15 miliar dari dua tahun anggaran, 2015 dan 2017, juga bantuan Pemprov Jawa Timur tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar. Serta donasi berbagai pihak yang tembus ratusan juta rupiah. ’’Tahun 2018 panitia akan mengajukan bantuan serupa kepada Pemprov Jawa Timur,’’ tutup Choirul Anwar. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/