alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Vaksinasi Gratis Sasar Pedagang Pasar

POLRES Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi pedagang dan pengunjung pasar. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Bhayangkara ini digelar secara terbuka di tempat parkir Pasar Legi jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (21/6).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menegaskan, vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk pemulihan ekonomi masyarakat dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara.

Vaksinasi kali ini bukan hanya sosialisasi ke para pedagang. Bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Dony juga meminta pengunjung pasar untuk bersedia disuntik vaksin. Karena, vaksinasi bertujuan meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok. ’’Kami turunkan tim gabungan TNI, Polri dan juga relawan untuk mengundang para pedagang yang ada di pasar Mojosari untuk divaksin,’’ jelasnya.

Perlu diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto ini meningkat sejak sepekan terakhir. Langkah vaksinasi massal ini adalah salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. ’’Di mana terjadi ada beberapa peningkatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Kami tingkatkan progam 3 T. Kami tambah juga mempercepat vaksinasi agar masyarakat bisa diantisipasi untuk tidak terpapar,’’ ungkap Dony.

Baca Juga :  Digelar Daring, Dorong Siswa Tetap Kreatif dan Inovatif

Pedagang yang terlibat dalam vaksinasi kali ini hanya diwajibkan menunjukkan KTP saja. Setelah itu mereka akan dilakukan pengecekan kesehatan. Seperti pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto harus diantisipasi. Maka, vaksinasi massal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko penyebaran kasus yang lebih luas lagi.

Sekitar 2000 dosis vaksin Covid-19 disiapkan untuk para pedagang pasar tradisional di wilayahnya. Setelah Pasar Legi, vaksinasi akan dilanjutkan ke Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. ’’Tentunya nanti dengan beberapa evaluasi. Kami sedang berupaya mengerem dengan keras penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Ikfina.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus bersiaga menghadapi dampak lonjakan kasus Covid-19, yang telah terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Salah satu langkah antisipasi cepat yang dilakukan yakni memastikan tambahan ketersediaan sarana ruang isolasi pada sejumlah fasilitas kesehatan. ’’Kami menambah ketersediaan tempat tidur di RSUD RA Basuni dari 63 menjadi 70 bed,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Alat Rapid Kedaluwarsa, Dinkes Salahkan Labkesda

Selain itu beberapa Puskesmas juga disiapkan untuk mengantisipasi penambahan pasien Covid-19. Di antaranya, Puskesmas Puri yang menyediakan 4 kamar dengan 18 tempat tidur dan Puskesmas Kupang, Kecamatan Jetis yang sudah siap dengan 7 bed di 2 kamar. ’’Untuk tren penyebaran Covid-19, kami mendapatkan banyak OTG. Kami akan mengaktifkan kembali ruang isolasi di PPKM mikro yang ada di masing-masing desa. Masyarakat juga bisa melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Satgas Covid-19,’’ tegasnya. (bas/ron)

 

POLRES Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi pedagang dan pengunjung pasar. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Bhayangkara ini digelar secara terbuka di tempat parkir Pasar Legi jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (21/6).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menegaskan, vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk pemulihan ekonomi masyarakat dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara.

Vaksinasi kali ini bukan hanya sosialisasi ke para pedagang. Bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Dony juga meminta pengunjung pasar untuk bersedia disuntik vaksin. Karena, vaksinasi bertujuan meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok. ’’Kami turunkan tim gabungan TNI, Polri dan juga relawan untuk mengundang para pedagang yang ada di pasar Mojosari untuk divaksin,’’ jelasnya.

Perlu diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto ini meningkat sejak sepekan terakhir. Langkah vaksinasi massal ini adalah salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. ’’Di mana terjadi ada beberapa peningkatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Kami tingkatkan progam 3 T. Kami tambah juga mempercepat vaksinasi agar masyarakat bisa diantisipasi untuk tidak terpapar,’’ ungkap Dony.

Baca Juga :  Riski Dihabisi Usai Memergoki Pelaku Curi HP

Pedagang yang terlibat dalam vaksinasi kali ini hanya diwajibkan menunjukkan KTP saja. Setelah itu mereka akan dilakukan pengecekan kesehatan. Seperti pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto harus diantisipasi. Maka, vaksinasi massal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko penyebaran kasus yang lebih luas lagi.

- Advertisement -

Sekitar 2000 dosis vaksin Covid-19 disiapkan untuk para pedagang pasar tradisional di wilayahnya. Setelah Pasar Legi, vaksinasi akan dilanjutkan ke Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. ’’Tentunya nanti dengan beberapa evaluasi. Kami sedang berupaya mengerem dengan keras penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Ikfina.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus bersiaga menghadapi dampak lonjakan kasus Covid-19, yang telah terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Salah satu langkah antisipasi cepat yang dilakukan yakni memastikan tambahan ketersediaan sarana ruang isolasi pada sejumlah fasilitas kesehatan. ’’Kami menambah ketersediaan tempat tidur di RSUD RA Basuni dari 63 menjadi 70 bed,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dinkes Mulai Bergerak Sikapi Anak Hidrosefalus

Selain itu beberapa Puskesmas juga disiapkan untuk mengantisipasi penambahan pasien Covid-19. Di antaranya, Puskesmas Puri yang menyediakan 4 kamar dengan 18 tempat tidur dan Puskesmas Kupang, Kecamatan Jetis yang sudah siap dengan 7 bed di 2 kamar. ’’Untuk tren penyebaran Covid-19, kami mendapatkan banyak OTG. Kami akan mengaktifkan kembali ruang isolasi di PPKM mikro yang ada di masing-masing desa. Masyarakat juga bisa melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Satgas Covid-19,’’ tegasnya. (bas/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/