alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Terdampak Covid-19, Tak Pernah Terima Bantuan

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberian bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 belum merata. Masih banyak warga yang membutuhkan justru lolos dari bidikan penerima sasaran.

Salah satunya Purwaji, warga RT 02/RW 02 Dusun/Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dia belum pernah menerima tahapan pemberian bansos saat pandemi Covid-19. Baik bansos yang bersumber anggaran pusat seperti PKH, BPNT, perluasan BPNT, BST Dana Desa hingga yang bersumber anggaran daerah seperti BST APBD Kabupaten Mojokerto. ’’Seumur hidup belum pernah dapat bantuan. Yang bantuan Covid-19 juga tidak dapat,’’ ujar dia ditemui di rumahnya.

Pria 46 tahun ini sebelum pandemi bekerja sebagai makelaran jual beli kendaraan bermotor. Juga, menjadi sopir mobil rental. ’’Semenjak Covid-19 ya sudah tidak bisa kerja lagi sampai sekarang,’’ lanjut dia.

Padahal sebelum pandemi merebak, dia bisa memberi uang istrinya sekitar Rp 2 hingga 3 juta tiap bulan hasil bekerja sebagai makelar dan sopir rental. Sekarang, dia sudah tidak bisa kerja karena tidak ada yang meminta jasanya. ’’Ya mengandalkan istri yang jualan makanan. Hasilnya tapi tak tentu,’’ keluh pria tinggi 170 sentimeter ini.

Baca Juga :  Kabupaten Turun Jadi Level Satu

Menurut informasi yang didapatkan dari warga sekitar, dia sebenarnya dimasukkan usulan penerima bansos Covid-19. Sayangnya, namanya justru tercoret ketika verifikasi di tingkat Pemkab. ’’Ada tetangga yang bilang sebenarnya sudah diusulkan. Ada 29 warga yang diusulkan tapi yang dapat hanya 5 orang,’’ ujar dia.

Meski tergolong keluarga miskin, dia selama ini juga tak masuk daftar penerima bansos baik dari pemda maupun pemerintah pusat. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Meski dia memiliki satu anak yang sekarang duduk di bangku tingkat menengah pertama. ’’Harapan saya ya dapat bantuan. Karena sekarang ini masa sulit,’’ ungkap Purwaji.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Ainur Rosyid mengakui, sasaran penerima bansos semasa pandemi Covid-19 ini belum merata. Banyak warga miskin yang tak menerima bantuan. Justru, warga yang terbilang mampu dapat bantuan. ’’Sebenarnya di lapangan banyak warga miskin yang belum terima,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Lahan Yang Diincar Pemkab Masih Berupa Ladang Tebu

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar Pemkab memperbaiki data penerimaan bansos terdampak Covid-19. Selain itu, membuat sistem pendataan yang matang. ’’Kalau memiliki sistem data yang mumpuni, seluruh warga yang membutuhkan bakal menerima bantuan,’’ terang politisi PPP ini.

Diketahui, bansos di Kabupaten Mojokerto sudah berjalan untuk tahap pertama baik bersumber anggaran pusat, dana desa, maupun anggaran daerah. Sekarang ini, tengah diproses penyaluran bansos bersumber anggaran Provinsi Jatim.

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberian bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 belum merata. Masih banyak warga yang membutuhkan justru lolos dari bidikan penerima sasaran.

Salah satunya Purwaji, warga RT 02/RW 02 Dusun/Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dia belum pernah menerima tahapan pemberian bansos saat pandemi Covid-19. Baik bansos yang bersumber anggaran pusat seperti PKH, BPNT, perluasan BPNT, BST Dana Desa hingga yang bersumber anggaran daerah seperti BST APBD Kabupaten Mojokerto. ’’Seumur hidup belum pernah dapat bantuan. Yang bantuan Covid-19 juga tidak dapat,’’ ujar dia ditemui di rumahnya.

Pria 46 tahun ini sebelum pandemi bekerja sebagai makelaran jual beli kendaraan bermotor. Juga, menjadi sopir mobil rental. ’’Semenjak Covid-19 ya sudah tidak bisa kerja lagi sampai sekarang,’’ lanjut dia.

Padahal sebelum pandemi merebak, dia bisa memberi uang istrinya sekitar Rp 2 hingga 3 juta tiap bulan hasil bekerja sebagai makelar dan sopir rental. Sekarang, dia sudah tidak bisa kerja karena tidak ada yang meminta jasanya. ’’Ya mengandalkan istri yang jualan makanan. Hasilnya tapi tak tentu,’’ keluh pria tinggi 170 sentimeter ini.

Baca Juga :  Bus Bandara Kembali Beroperasi

Menurut informasi yang didapatkan dari warga sekitar, dia sebenarnya dimasukkan usulan penerima bansos Covid-19. Sayangnya, namanya justru tercoret ketika verifikasi di tingkat Pemkab. ’’Ada tetangga yang bilang sebenarnya sudah diusulkan. Ada 29 warga yang diusulkan tapi yang dapat hanya 5 orang,’’ ujar dia.

Meski tergolong keluarga miskin, dia selama ini juga tak masuk daftar penerima bansos baik dari pemda maupun pemerintah pusat. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Meski dia memiliki satu anak yang sekarang duduk di bangku tingkat menengah pertama. ’’Harapan saya ya dapat bantuan. Karena sekarang ini masa sulit,’’ ungkap Purwaji.

- Advertisement -

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Ainur Rosyid mengakui, sasaran penerima bansos semasa pandemi Covid-19 ini belum merata. Banyak warga miskin yang tak menerima bantuan. Justru, warga yang terbilang mampu dapat bantuan. ’’Sebenarnya di lapangan banyak warga miskin yang belum terima,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Alasan Perkenalan, Nekat Undang Siswa, Kasek Terancam Sanksi

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar Pemkab memperbaiki data penerimaan bansos terdampak Covid-19. Selain itu, membuat sistem pendataan yang matang. ’’Kalau memiliki sistem data yang mumpuni, seluruh warga yang membutuhkan bakal menerima bantuan,’’ terang politisi PPP ini.

Diketahui, bansos di Kabupaten Mojokerto sudah berjalan untuk tahap pertama baik bersumber anggaran pusat, dana desa, maupun anggaran daerah. Sekarang ini, tengah diproses penyaluran bansos bersumber anggaran Provinsi Jatim.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/