alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Pemkab Tingkatkan Kapasitas Guru Anak Usia Dini

KAPASITAS pengajaran ratusan tenaga pendidik di Kabupaten, khususnya pada pendidikan anak usia dini ditingkatkan. Itu diharapkan agar para guru anak usia dini bisa mengembangkan pengajaran sosial emosi terhadap anak usia dini sebagai pengganti orang tua.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ikfina Fahmawati. Ia mengatakan, Pemkab Mojokerto saat ini tengah berupaya untuk memberikan pelayanan pengasuhan anak usia dini yang holistik integratif. Dimana semua sisi kebutuhan anak usia dini harus dipenuhi.

Salah satunya, pertumbuhan sosial emosi pada anak sejak usia dini. ’’Para guru ini memiliki peran yang sangat besar. Bahwa apa yang dilakukan guru pada anak-anak dan perilaku guru disadari atau tidak akan memberikan pengaruh kepada anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan guru pada saat proses belajar,’’ katanya usai menghadiri acara yang bertemakan Perkembangan Emosi Sosial Pada Anak Usia Dini Identifikasi Dan Strategi Intervensinya di Pendapa Graha Majatama itu, kemarin.

Sosialisasi yang diikuti sebanyak 400 guru dari PAUD, KB, TK, RA dan SPS dari 18 kecamatan ini merupakan salah satu kerjasama yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto dengan Prodi Magister Psikologi Sains Universitas Surabaya (Ubaya).

Ikfina mengungkapkan, perkembangan sosio-emosi pada manusia, selain pendidikan orang tua namun juga tidak bisa lepas dari pendidikan yang diterima saat masih usia dini di sekolah. Untuk itu, sangat penting bagi tenaga pendidik memahami karakteristik pada diri setiap anak-anak. ’’Hari ini, khusus kita mengundang pendidik anak usia dini untuk memahami terkait perkembangan sosial anak. Proses normalnya itu bagaimana, apa saja yang mempengaruhi, ketika terjadi gangguan itu tanda-tandanya apa dan kemudian apa yang harus dilakukan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Enam Proyek

Masih kata Ikfina, gangguan yang dialami pada anak-anak akan selalu membekas hingga mereka dewasa. Sehingga, hematnya, pembangunan sosial emosi yang baik pada anak usia dini tentunya akan menghasilkan karakteristik manusia yang baik pula, begitu pun sebaliknya. ’’Jadi ini menjadi semacam evaluasi tapi juga ada semacam peningkatan kapasitas untuk tenaga pendidik. Dari hasil evaluasi ini nantinya akan ada tindak lanjut kerjasama dengan Prodi Magister Psikologi Sains Ubaya,’’ jelas Ikfina.

Dia menambahkan, kerja sama dengan Prodi Magister Psikologi dan Sains Ubaya ini sebenarnya tidak hanya soal peningkatan tenaga pendidik dalam perkembangan sosio emosi anak usia dini. Namun juga terkait dengan pendidikan pra literasi. ’’Kita tahu anak usia dini itu belum saatnya diajarkan baca tulis tetapi para pendidik harus menyiapkan dia untuk mempunyai kemampuan dia untuk pra literasi dan itu ada tahapannya. Sehingga ketika dia masuk pada masa literasi mereka sudah siap,’’ ucap Ikfina.

Baca Juga :  Dua Puskesmas Baru Belum Beroperasi

Dari kedua evaluasi ini, sedianya akan dijadikan sebuah media yang akan dirumuskan oleh tim dari Ubaya guna menghasilkan metode pendidikan anak usia dini yang sesuai untuk Kabupaten. Dari rumusan itu, tim Ubaya akan memberikan pendidikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik anak usia dini di Bumi Majapahit. ’’Nanti dari Ubaya akan menghasilkan trainer, dan trainer itu yang akan kita tindak lanjuti agar bisa menularkan kepada semua lembaga pendidikan anak usia dini yang ada di Mojokerto,’’ paparnya.

Ikfina berharap, dari kegiatan ini menghasilkan output yang maksimal. Sebab, pemantauan perkembangan sosio emosi pada anak ini sangat sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia, khususnya di kabupaten. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar perkembangan sosial emosi anak bisa bisa lebih baik. ’’Para guru ini kita harapkan menjadi agen perubahan untuk para orang tua. Karena apa, saat ini mungkin banyak orang tua yang belum paham, pentingnya peran mereka terhadap emosi sosial pada anak-anak,’’ tukasnya. (oce/fen)

KAPASITAS pengajaran ratusan tenaga pendidik di Kabupaten, khususnya pada pendidikan anak usia dini ditingkatkan. Itu diharapkan agar para guru anak usia dini bisa mengembangkan pengajaran sosial emosi terhadap anak usia dini sebagai pengganti orang tua.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ikfina Fahmawati. Ia mengatakan, Pemkab Mojokerto saat ini tengah berupaya untuk memberikan pelayanan pengasuhan anak usia dini yang holistik integratif. Dimana semua sisi kebutuhan anak usia dini harus dipenuhi.

Salah satunya, pertumbuhan sosial emosi pada anak sejak usia dini. ’’Para guru ini memiliki peran yang sangat besar. Bahwa apa yang dilakukan guru pada anak-anak dan perilaku guru disadari atau tidak akan memberikan pengaruh kepada anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan guru pada saat proses belajar,’’ katanya usai menghadiri acara yang bertemakan Perkembangan Emosi Sosial Pada Anak Usia Dini Identifikasi Dan Strategi Intervensinya di Pendapa Graha Majatama itu, kemarin.

Sosialisasi yang diikuti sebanyak 400 guru dari PAUD, KB, TK, RA dan SPS dari 18 kecamatan ini merupakan salah satu kerjasama yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto dengan Prodi Magister Psikologi Sains Universitas Surabaya (Ubaya).

Ikfina mengungkapkan, perkembangan sosio-emosi pada manusia, selain pendidikan orang tua namun juga tidak bisa lepas dari pendidikan yang diterima saat masih usia dini di sekolah. Untuk itu, sangat penting bagi tenaga pendidik memahami karakteristik pada diri setiap anak-anak. ’’Hari ini, khusus kita mengundang pendidik anak usia dini untuk memahami terkait perkembangan sosial anak. Proses normalnya itu bagaimana, apa saja yang mempengaruhi, ketika terjadi gangguan itu tanda-tandanya apa dan kemudian apa yang harus dilakukan,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Enam Proyek

Masih kata Ikfina, gangguan yang dialami pada anak-anak akan selalu membekas hingga mereka dewasa. Sehingga, hematnya, pembangunan sosial emosi yang baik pada anak usia dini tentunya akan menghasilkan karakteristik manusia yang baik pula, begitu pun sebaliknya. ’’Jadi ini menjadi semacam evaluasi tapi juga ada semacam peningkatan kapasitas untuk tenaga pendidik. Dari hasil evaluasi ini nantinya akan ada tindak lanjut kerjasama dengan Prodi Magister Psikologi Sains Ubaya,’’ jelas Ikfina.

- Advertisement -

Dia menambahkan, kerja sama dengan Prodi Magister Psikologi dan Sains Ubaya ini sebenarnya tidak hanya soal peningkatan tenaga pendidik dalam perkembangan sosio emosi anak usia dini. Namun juga terkait dengan pendidikan pra literasi. ’’Kita tahu anak usia dini itu belum saatnya diajarkan baca tulis tetapi para pendidik harus menyiapkan dia untuk mempunyai kemampuan dia untuk pra literasi dan itu ada tahapannya. Sehingga ketika dia masuk pada masa literasi mereka sudah siap,’’ ucap Ikfina.

Baca Juga :  Diduga Ulah Tangan Jail, 16 PJU Menyala 24 Jam

Dari kedua evaluasi ini, sedianya akan dijadikan sebuah media yang akan dirumuskan oleh tim dari Ubaya guna menghasilkan metode pendidikan anak usia dini yang sesuai untuk Kabupaten. Dari rumusan itu, tim Ubaya akan memberikan pendidikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik anak usia dini di Bumi Majapahit. ’’Nanti dari Ubaya akan menghasilkan trainer, dan trainer itu yang akan kita tindak lanjuti agar bisa menularkan kepada semua lembaga pendidikan anak usia dini yang ada di Mojokerto,’’ paparnya.

Ikfina berharap, dari kegiatan ini menghasilkan output yang maksimal. Sebab, pemantauan perkembangan sosio emosi pada anak ini sangat sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia, khususnya di kabupaten. Untuk itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga pendidik agar perkembangan sosial emosi anak bisa bisa lebih baik. ’’Para guru ini kita harapkan menjadi agen perubahan untuk para orang tua. Karena apa, saat ini mungkin banyak orang tua yang belum paham, pentingnya peran mereka terhadap emosi sosial pada anak-anak,’’ tukasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/