alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Kurva Kasus Positif Terus Naik, Tenaga Medis Kembali Terpapar Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) seolah familiar bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto. Meski pencegahan aktivitas lewat penerapan jam malam telah diupayakan, nyatanya tak mengurangi intensitas sebaran virus korona.

Bahkan, dalam seminggu belakangan ini catatan kurva kasusnya menunjukkan pertambahan pasien positif terinfeksi Covid-19 sangat tinggi. Tercatat, lima hari atau terhitung sejak tanggal 17 hingga kemarin, tak kurang 6 orang resmi terpapar Covid-19.

Atau jika dikalkulasi, setiap hari bisa muncul lebih dari satu pasien baru terinfeksi virus. Terbaru, dua orang resmi terkofirmasi positif Covid-19, sehingga totalnya kini mencapai 17 orang. Kondisi ini tak lepas dari gencarnya tes cepat menggunakan rapid test secara serentak.

’’Tambahan pasien baru berdasarkan hasil laporan swab yang dikeluarkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Mereka kebanyakan terdata dari hasil pemeriksaan swab rumah sakit di luar kabupaten,’’ terang Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  RSUD Rujukan Covid-19 Penuh, Tidak Bisa Terima Pasien Lagi

Ardi menjelaskan, satu dari dua pasien positif baru adalah tenaga medis asal Kecamatan Jetis. Ia terdeteksi setelah menjalani rapid test di RS Rekso Waluyo, Kota Mojokerto, pada 22 April lalu. Dari hasil rapid test, terbukti imun pasien berusia 50 tahun ini menunjukkan tanda reaktif.

Sehingga langsung diminta menjalani pengambilan sampel dahak untuk uji swab sekaligus menjalani perawatan dan isolasi di RS Reksa Waluyo di rumah sakit setempat. Dalam perkembangannya, hasil swab pertama memang menunjukkan negatif. Namun, pada 9 Mei, pasien kembali uji swab kedua untuk memastikan kesembuhan.

Namun, sebelum hasil swab kedua keluar, kondisi pasien memang telah normal tanpa ada gejala apa pun. Sehingga diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit (KRS) pada 14 Mei. Hanya, di tengah proses penyembuhan, hasil swab kedua yang terbit kemarin justru menunjukkan hasil positif.

Baca Juga :  MTs Bahrul Ulum Ambruk saat KBM, Siswa Berlindung di Bawah Meja

’’Akan tetapi, pasien sudah di rumah dengan tidak ada gejala apa pun. Sehingga pasien diminta menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai standar protokol kesehatan yang ditetapkan,’’  tambahnya. Untuk satu pasien ke-17, tim tracing masih mendalami identitas serta kronologi penyakitnya.

Pasalnya, laporan hasil swab baru keluar tadi malam pukul 19.00. Artinya, butuh waktu untuk mendata riwayat pasien terpapar. Sehingga belum bisa diidentifikasi dalam laporan resmi Gugus Tugas Penanganan Covid-19. ’’Pasien ini alamatnya di Mojokerto, namun pemeriksaan serta kronologi terpaparnya dari luar kabupaten,’’ tambah Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra.  

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) seolah familiar bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto. Meski pencegahan aktivitas lewat penerapan jam malam telah diupayakan, nyatanya tak mengurangi intensitas sebaran virus korona.

Bahkan, dalam seminggu belakangan ini catatan kurva kasusnya menunjukkan pertambahan pasien positif terinfeksi Covid-19 sangat tinggi. Tercatat, lima hari atau terhitung sejak tanggal 17 hingga kemarin, tak kurang 6 orang resmi terpapar Covid-19.

Atau jika dikalkulasi, setiap hari bisa muncul lebih dari satu pasien baru terinfeksi virus. Terbaru, dua orang resmi terkofirmasi positif Covid-19, sehingga totalnya kini mencapai 17 orang. Kondisi ini tak lepas dari gencarnya tes cepat menggunakan rapid test secara serentak.

’’Tambahan pasien baru berdasarkan hasil laporan swab yang dikeluarkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Mereka kebanyakan terdata dari hasil pemeriksaan swab rumah sakit di luar kabupaten,’’ terang Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Baca Juga :  Wali Kota: Saya Diperiksa Soal Kasus Teman-Teman Pimpinan DPRD

Ardi menjelaskan, satu dari dua pasien positif baru adalah tenaga medis asal Kecamatan Jetis. Ia terdeteksi setelah menjalani rapid test di RS Rekso Waluyo, Kota Mojokerto, pada 22 April lalu. Dari hasil rapid test, terbukti imun pasien berusia 50 tahun ini menunjukkan tanda reaktif.

Sehingga langsung diminta menjalani pengambilan sampel dahak untuk uji swab sekaligus menjalani perawatan dan isolasi di RS Reksa Waluyo di rumah sakit setempat. Dalam perkembangannya, hasil swab pertama memang menunjukkan negatif. Namun, pada 9 Mei, pasien kembali uji swab kedua untuk memastikan kesembuhan.

- Advertisement -

Namun, sebelum hasil swab kedua keluar, kondisi pasien memang telah normal tanpa ada gejala apa pun. Sehingga diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit (KRS) pada 14 Mei. Hanya, di tengah proses penyembuhan, hasil swab kedua yang terbit kemarin justru menunjukkan hasil positif.

Baca Juga :  Usai Bertugas, Polisi Jalani Uji Swab

’’Akan tetapi, pasien sudah di rumah dengan tidak ada gejala apa pun. Sehingga pasien diminta menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai standar protokol kesehatan yang ditetapkan,’’  tambahnya. Untuk satu pasien ke-17, tim tracing masih mendalami identitas serta kronologi penyakitnya.

Pasalnya, laporan hasil swab baru keluar tadi malam pukul 19.00. Artinya, butuh waktu untuk mendata riwayat pasien terpapar. Sehingga belum bisa diidentifikasi dalam laporan resmi Gugus Tugas Penanganan Covid-19. ’’Pasien ini alamatnya di Mojokerto, namun pemeriksaan serta kronologi terpaparnya dari luar kabupaten,’’ tambah Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra.  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/