alexametrics
24.2 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Gelontor 3,5 Ton Gula ke Pasar, Dijual Rp 12.500 Per Kilogram

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menjelang Lebaran, harga gula pasir di pasar Kota Mojokerto masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menekan harga tersebut, Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota Mojokerto bersama Bulog Subdivre Surabaya Selatan hari ini berencana menggelontorkan sebanyak 3,5 ton gula langsung ke pasar tradisional.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya bersama bulog telah melakukan dua kali Operasi pasar (OP) atau pasar murah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Terakhir, OP dilakukan 20-22 Mei lalu dengan menyediakan 4.500 paket gula dan minyak dengan harga murah. Namun, upaya tersebut masih belum mampu menstabilkan harga, khususnya terhadap komoditas gula pasir yang masih bertengger di atas HET atau Rp 12.500 per kilogram.

’’Harga gula di pasar sudah berangsur turun, tapi rata-rata masih Rp 15 ribu per kg. Jadi masih agak jauh dari HET,’’ terangnya. Untuk itu, jelang Hari Raya Idul Fitri ini, disperindag bersama bulog kembali berupaya untuk menekan harga gula pasir.

Baca Juga :  BLT Tahap Empat Ngadat

Sedikitnya, sebanyak 3,5 ton gula akan digelontorkan ke pasar tradisional hari ini. Masing-masing di-drop ke Pasar Tanjung sebanyak 2,5 ton dan di Pasar Prajurit Kulon sekitar 1 ton.
Ruby menyebutkan, guna memangkas alur distribusi, komoditas gula pasir tersebut akan langsung disebar ke tingkat agen dan pegadang di pasar tradisonal.

Sedangkan harga jualnya ditetapkan sesuai HET Rp 12.500 per kg. ’’Kami akan gelontor terus selama beberapa hari sampai harga gula bisa normal,’’ sebutnya. Ruby menambahkan, menghadapi Lebaran ini, ketersediaan kebutuhan bahan pokok lain di pasar tradisonal masih relatif aman.

Pun demikian dengan harga yang cukup stabil. Untuk harga beras jenis IR 64 tetap tak beranjak dengan Rp 9.500 per kilogram. Sementara harga daging ayam dan daging sapi murni broiler tetap pada kisaran Rp 37 ribu dan Rp 120 ribu per kilogram. Harga telur ayam Rp 18 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Seragam Gratis Belum Direalisasi, Warga Miskin Beli Sendiri

Sementara harga cukup fluktuatif pada komoditas sayur mayur dan bumbu dapur. Untuk harga cabai keriting mengalami kenaikan menjadi Rp 17 ribu per kilogram atau Rp 1.000 dari hari sebelumnya. Sebaliknya, cabai rawit turun dari Rp 12 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg.

Sedangkan harga komoditas bawang merah dan bawang putih masih stabil dengan harga Rp 35 ribu dan 23 ribu per kg. ’’Stok bawang juga masih banyak, sehingga harganya masih stabil,’’ ungkap Ruby. (abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menjelang Lebaran, harga gula pasir di pasar Kota Mojokerto masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menekan harga tersebut, Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota Mojokerto bersama Bulog Subdivre Surabaya Selatan hari ini berencana menggelontorkan sebanyak 3,5 ton gula langsung ke pasar tradisional.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya bersama bulog telah melakukan dua kali Operasi pasar (OP) atau pasar murah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Terakhir, OP dilakukan 20-22 Mei lalu dengan menyediakan 4.500 paket gula dan minyak dengan harga murah. Namun, upaya tersebut masih belum mampu menstabilkan harga, khususnya terhadap komoditas gula pasir yang masih bertengger di atas HET atau Rp 12.500 per kilogram.

’’Harga gula di pasar sudah berangsur turun, tapi rata-rata masih Rp 15 ribu per kg. Jadi masih agak jauh dari HET,’’ terangnya. Untuk itu, jelang Hari Raya Idul Fitri ini, disperindag bersama bulog kembali berupaya untuk menekan harga gula pasir.

Baca Juga :  Bangunan Pasar Rakyat Trowulan Masih Melompong

Sedikitnya, sebanyak 3,5 ton gula akan digelontorkan ke pasar tradisional hari ini. Masing-masing di-drop ke Pasar Tanjung sebanyak 2,5 ton dan di Pasar Prajurit Kulon sekitar 1 ton.
Ruby menyebutkan, guna memangkas alur distribusi, komoditas gula pasir tersebut akan langsung disebar ke tingkat agen dan pegadang di pasar tradisonal.

- Advertisement -

Sedangkan harga jualnya ditetapkan sesuai HET Rp 12.500 per kg. ’’Kami akan gelontor terus selama beberapa hari sampai harga gula bisa normal,’’ sebutnya. Ruby menambahkan, menghadapi Lebaran ini, ketersediaan kebutuhan bahan pokok lain di pasar tradisonal masih relatif aman.

Pun demikian dengan harga yang cukup stabil. Untuk harga beras jenis IR 64 tetap tak beranjak dengan Rp 9.500 per kilogram. Sementara harga daging ayam dan daging sapi murni broiler tetap pada kisaran Rp 37 ribu dan Rp 120 ribu per kilogram. Harga telur ayam Rp 18 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Askot PSSI Mojokerto Retak, 2 Exco Mundur

Sementara harga cukup fluktuatif pada komoditas sayur mayur dan bumbu dapur. Untuk harga cabai keriting mengalami kenaikan menjadi Rp 17 ribu per kilogram atau Rp 1.000 dari hari sebelumnya. Sebaliknya, cabai rawit turun dari Rp 12 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg.

Sedangkan harga komoditas bawang merah dan bawang putih masih stabil dengan harga Rp 35 ribu dan 23 ribu per kg. ’’Stok bawang juga masih banyak, sehingga harganya masih stabil,’’ ungkap Ruby. (abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

DAK Fisik Capai Rp 11,92 Miliar

Diperiksa KPK, Ngaku Tak Banyak Tahu

Artikel Terbaru


/