alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Permak Dua Puskesmas Tertunda

Dana Cukai Alami Pergeseran Waktu Pencairan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bakal merehabilitasi bangunan Puskesmas Bangsal dan Ngoro. Perbaikan tersebut rencananya diawali dengan tahap lelang dua bulan mendatang.

Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono mengatakan, dalam perencanaan tahun 2022, Puskesmas Ngoro dan Bangsal diplot mendapatkan program rehabilitasi. Lantaran, kondisi bangunan puskesmas yang mengalami kerusakan. Sehingga, direncanakan bakal diperbaiki tahun ini. ’’Keduanya sudah masuk perencanaan. Karena memang sudah waktunya di-rehab, nanti sumbernya dari dana cukai,’’ ujarnya, kemarin (21/3).

Menurutnya, Puskesmas Ngoro membutuhkan perbaikan ruang pertemuan bagian gedung belakang. Karena, mengalami kerusakan pada bagian atap. Selain itu, rencananya ruangan akan diperluas lagi. ’’Untuk Ngoro anggaran yang diusulkan sekitar Rp 1,9 miliar. Karena lokasinya dekat sungai, jadi setelah survei dengan konsultan biayanya memang agak besar. Sekaligus antisipasi kalau banjir,’’ ucap pria yang juga menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Kabupaten ini.

Baca Juga :  Diyakini sebagai Pintu Masuk Kerajaan yang Namanya Ada di Peta Zaman Belanda

Dilanjutkannya, Puskesmas Bangsal, proses rehabilitasi bangunannya akan menyentuh gedung rawat inap. Kerusakan atap ruang rawat inap sudah tergolong berat. Sehingga, membutuhkan pembangunan ulang. Saat ini hanya separo ruang saja yang bisa difungsikan. ’’Makanya kita usulkan tahun ini direhab, kalau untuk Bangsal anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar,’’ papar dia.

Dikatakannya, pembangunan rawat inap Bangsal sedianya bakal dijadikan gedung tingkat dua. Satu lantai digunakan untuk ruang pertemuan. Lantai dua dimanfaatkan untuk ruang rawat inap. ’’Kapasitasnya sekitar 10 tempat tidur. Nanti rencana pas pelaksanaan, rawat inap Bangsal mau kita alihkan sementara ke Puskesmas Gayaman dulu karena paling dekat,’’ bebernya.

Disinggung terkait pelaksanaannya, Hariyono mengaku sudah mendapatkan perintah tata laksana dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Namun, teknis lebih lengkapnya, ia masih berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten. ’’Sementara kita masih menunggu perintah tata laksana dan koordinasi dari Kadinkes dulu,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Butuh Lebih Banyak Tryout

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan menuturkan, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan rehabilitasi dua puskesmas tersebut mulai terlaksana. Pasalnya, penyaluran dana cukai saat ini masih ditunda sementara waktu. ’’Kira-kira bulan lima baru bisa masuk lelang. Semua anggaran pusat, termasuk dana cukai, DID, PAK semua mengalami pergeseran waktu pencairan, makanya saat ini masih pending,’’ tandasnya. (oce/fen)

Dana Cukai Alami Pergeseran Waktu Pencairan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bakal merehabilitasi bangunan Puskesmas Bangsal dan Ngoro. Perbaikan tersebut rencananya diawali dengan tahap lelang dua bulan mendatang.

Kasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono mengatakan, dalam perencanaan tahun 2022, Puskesmas Ngoro dan Bangsal diplot mendapatkan program rehabilitasi. Lantaran, kondisi bangunan puskesmas yang mengalami kerusakan. Sehingga, direncanakan bakal diperbaiki tahun ini. ’’Keduanya sudah masuk perencanaan. Karena memang sudah waktunya di-rehab, nanti sumbernya dari dana cukai,’’ ujarnya, kemarin (21/3).

Menurutnya, Puskesmas Ngoro membutuhkan perbaikan ruang pertemuan bagian gedung belakang. Karena, mengalami kerusakan pada bagian atap. Selain itu, rencananya ruangan akan diperluas lagi. ’’Untuk Ngoro anggaran yang diusulkan sekitar Rp 1,9 miliar. Karena lokasinya dekat sungai, jadi setelah survei dengan konsultan biayanya memang agak besar. Sekaligus antisipasi kalau banjir,’’ ucap pria yang juga menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Kabupaten ini.

Baca Juga :  Aborsi Kutorejo jadi Kasus Pembuka

Dilanjutkannya, Puskesmas Bangsal, proses rehabilitasi bangunannya akan menyentuh gedung rawat inap. Kerusakan atap ruang rawat inap sudah tergolong berat. Sehingga, membutuhkan pembangunan ulang. Saat ini hanya separo ruang saja yang bisa difungsikan. ’’Makanya kita usulkan tahun ini direhab, kalau untuk Bangsal anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar,’’ papar dia.

Dikatakannya, pembangunan rawat inap Bangsal sedianya bakal dijadikan gedung tingkat dua. Satu lantai digunakan untuk ruang pertemuan. Lantai dua dimanfaatkan untuk ruang rawat inap. ’’Kapasitasnya sekitar 10 tempat tidur. Nanti rencana pas pelaksanaan, rawat inap Bangsal mau kita alihkan sementara ke Puskesmas Gayaman dulu karena paling dekat,’’ bebernya.

- Advertisement -

Disinggung terkait pelaksanaannya, Hariyono mengaku sudah mendapatkan perintah tata laksana dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Namun, teknis lebih lengkapnya, ia masih berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten. ’’Sementara kita masih menunggu perintah tata laksana dan koordinasi dari Kadinkes dulu,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Gelar Gebyar Kreasi dan Inovasi, Menuju Adiwiyata Nasional

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan menuturkan, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan rehabilitasi dua puskesmas tersebut mulai terlaksana. Pasalnya, penyaluran dana cukai saat ini masih ditunda sementara waktu. ’’Kira-kira bulan lima baru bisa masuk lelang. Semua anggaran pusat, termasuk dana cukai, DID, PAK semua mengalami pergeseran waktu pencairan, makanya saat ini masih pending,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/