alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Ratusan Kursi Kepala Sekolah Lowong

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah kekosongan jabatan kepala sekolah (kasek) di SDN dan SMPN di Kabupaten Mojokerto makin membengkak. Hingga saat ini, kursi yang tidak terisi jabatan definitif tersebar di 141 lembaga.

Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Heri Widodo mengatakan, bertambahnya kekosongan kursi kasek disebabkan faktor tenaga pendidik yang telah purnatugas. Terbanyak berada di jenjang SD Negeri sejumlah 135 lembaga dan 6 di lembaga SMP Negeri.

Sedianya, saat ini sudah ada 45 guru yang dipastikan menggenggam tiket promosi menjadi kasek. Para pendidik tersebut sebelumnya telah dinyatakan lulus usai mengikuti diklat di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendikbud akhir 2020 lalu. ’’Alhamdulillah diklat lulus 100 persen, jadi ada 45 guru semua sudah dapat sertifikat,’’ paparnya.

Kendati demikian, jumlah tenaga tersebut masih belum mampu memenuhi lowongnya kursi pemimpin lembaga pendidikan. Masing-masing terdiri dari 34 calon kepala SDN dan 11 calon kepala SMPN. Heri menyebutkan, pihaknya telah menyorong nama-nama calon kasek tersebut ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto. ’’Sudah kita naikkan ke BKPP,’’ ulasnya.

Baca Juga :  KPPN Mojokerto Berbagi dan Peduli, Sinergitas demi Kemakmuran Negeri

Disinggung terkait kapan pengisian kasek akan dilaksanakan, Heri menyatakan, jika langkah tersebut merupakan kewenangan kepala daerah. Sehingga, dispendik masih menunggu penjadwalan pengukuhan yang akan dilaksanakan Bupati Ikfina Fahmawati.

Namun, 5 dari 11 calon kepala SMPN harus ditunda promosinya. Sebab, dari total 39 SMPN di Kabupaten Mojokerto, hanya 6 lembaga yang saat ini posisinya lowong. Meski begitu, mereka tetap disiapkan sebagai kandidat pengisi kasek hingga akhir 2021. ’’Karena di tahun ini nanti ada kepala sekolah yang pensiun di 5 SMPN,’’ paparnya.

Sedangkan untuk 34 calon kepala SDN, seluruhnya diajukan untuk promosi. Mengingat, jumlah jabatan kasek yang lowong mencapai 135 lembaga. Sehingga, masih tersisa 101 kursi kasek yang harus tetap diisi oleh pelaksana tugas (plt).

Baca Juga :  Hujan Lebat, Kali Lamong Meluap, Lima Desa Tergenang

Heri menyatakan, untuk memenuhi sisa kursi lowong di jenjang SDN itu, tahun ini dispendik kembali menyiapkan ratusan guru untuk menjadi calon kasek. Setidaknya, terdapat 95 guru yang dijadwalkan untuk mengikuti diklat di LP2KS. Mereka merupakan pendidik yang telah dinyatakan lulus mengikuti uji susbtansi tahun lalu. ’’Setelah diklat dan dapat sertifikat, baru mereka nanti bisa ditempatkan langsung ke SDN karena banyak yang lowong,’’ imbuhnya.

Diklat calon kasek digulirkan dalam dua jalur. Masing-masing diselenggarakan dispendik sebanyak 55 peserta dan disusul 40 pendidik yang digelar BKPP.

Di samping itu, tahun ini Kabupaten Mojokerto juga mendapat anggaran dari APBN untuk menyiapkan calon kasek. Rencananya, dispendik bakal memberangkatkan 55 peserta untuk mengikuti uji substansi dari guru SD dan SMP ke LP2KS. Bahkan, peserta juga berkesempatan langsung melanjutkan mengikuti diklat untuk mendapatkan sertifikat calon kasek. ’’Jadi, setelah uji substansi, bisa lanjut diklat. Tapi bagi yang lulus tentunya,’’ bebernya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah kekosongan jabatan kepala sekolah (kasek) di SDN dan SMPN di Kabupaten Mojokerto makin membengkak. Hingga saat ini, kursi yang tidak terisi jabatan definitif tersebar di 141 lembaga.

Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Heri Widodo mengatakan, bertambahnya kekosongan kursi kasek disebabkan faktor tenaga pendidik yang telah purnatugas. Terbanyak berada di jenjang SD Negeri sejumlah 135 lembaga dan 6 di lembaga SMP Negeri.

Sedianya, saat ini sudah ada 45 guru yang dipastikan menggenggam tiket promosi menjadi kasek. Para pendidik tersebut sebelumnya telah dinyatakan lulus usai mengikuti diklat di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Kemendikbud akhir 2020 lalu. ’’Alhamdulillah diklat lulus 100 persen, jadi ada 45 guru semua sudah dapat sertifikat,’’ paparnya.

Kendati demikian, jumlah tenaga tersebut masih belum mampu memenuhi lowongnya kursi pemimpin lembaga pendidikan. Masing-masing terdiri dari 34 calon kepala SDN dan 11 calon kepala SMPN. Heri menyebutkan, pihaknya telah menyorong nama-nama calon kasek tersebut ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto. ’’Sudah kita naikkan ke BKPP,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Hujan Lebat, Kali Lamong Meluap, Lima Desa Tergenang

Disinggung terkait kapan pengisian kasek akan dilaksanakan, Heri menyatakan, jika langkah tersebut merupakan kewenangan kepala daerah. Sehingga, dispendik masih menunggu penjadwalan pengukuhan yang akan dilaksanakan Bupati Ikfina Fahmawati.

Namun, 5 dari 11 calon kepala SMPN harus ditunda promosinya. Sebab, dari total 39 SMPN di Kabupaten Mojokerto, hanya 6 lembaga yang saat ini posisinya lowong. Meski begitu, mereka tetap disiapkan sebagai kandidat pengisi kasek hingga akhir 2021. ’’Karena di tahun ini nanti ada kepala sekolah yang pensiun di 5 SMPN,’’ paparnya.

- Advertisement -

Sedangkan untuk 34 calon kepala SDN, seluruhnya diajukan untuk promosi. Mengingat, jumlah jabatan kasek yang lowong mencapai 135 lembaga. Sehingga, masih tersisa 101 kursi kasek yang harus tetap diisi oleh pelaksana tugas (plt).

Baca Juga :  UMM Siap Songsong Era New Normal Kampus

Heri menyatakan, untuk memenuhi sisa kursi lowong di jenjang SDN itu, tahun ini dispendik kembali menyiapkan ratusan guru untuk menjadi calon kasek. Setidaknya, terdapat 95 guru yang dijadwalkan untuk mengikuti diklat di LP2KS. Mereka merupakan pendidik yang telah dinyatakan lulus mengikuti uji susbtansi tahun lalu. ’’Setelah diklat dan dapat sertifikat, baru mereka nanti bisa ditempatkan langsung ke SDN karena banyak yang lowong,’’ imbuhnya.

Diklat calon kasek digulirkan dalam dua jalur. Masing-masing diselenggarakan dispendik sebanyak 55 peserta dan disusul 40 pendidik yang digelar BKPP.

Di samping itu, tahun ini Kabupaten Mojokerto juga mendapat anggaran dari APBN untuk menyiapkan calon kasek. Rencananya, dispendik bakal memberangkatkan 55 peserta untuk mengikuti uji substansi dari guru SD dan SMP ke LP2KS. Bahkan, peserta juga berkesempatan langsung melanjutkan mengikuti diklat untuk mendapatkan sertifikat calon kasek. ’’Jadi, setelah uji substansi, bisa lanjut diklat. Tapi bagi yang lulus tentunya,’’ bebernya. 

Previous articleAura yang Melegenda
Next articleKONI Tantang Perbasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/