alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Sisakan Kursi Kosong

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gerbong mutasi ke tiga di lingkungan Pemkab Mojokerto, digulirkan kemarin. Bertempat di pendapa Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto, sebanyak 23 pejabat menduduki jabatan baru. 10 pejabat di antaranya merupakan hasil seleksi terbuka (selter).

Masing-masing, Arie Jacob Manuhutu semula menjadi Inspektur Pembantu Inspektorat naik menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mochamad Ridwan yang semula menjabat Camat Mojosari, kini menduduki kursi Kadis Pangan dan Perikanan. Poedji Widodo dari menjabat Inspektur Pembantu I Inspektorat kini menjadi Inspektur.

Demikian juga Rachmad Suhariyono yang menduduki jabatan Kabag Administrasi Pemerintahan, dilantik menjadi Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan. Dan, Rinaldi Rizal Sabirin yang sebelumnya menjadi Kabag Administrasi Pembangunan, kini ia pegang kendali menjadi Kepala DPUPR.

Disusul Siswadi dari semula menjabat sebagai Inspektur Pembantu IV Inspektorat kini naik menjadi Asisten Administrasi Umum. Lalu, Try Rahardjo Murdianto yang semula menjadi Camat Ngoro kini jadi Kepala Dinas Sosial. Sedangkan, Ulum Rokhmad Rokhmawan yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Direktur RSUD RA Basoeni, kembali dimutasi menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Disuntik Rp 48 Miliar

Kemudian Yudha Akbar Prabowo dari sebelumnya Sekretaris DPMPTSP, saat ini naik menjadi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Terakhir, Zaqqi yang menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, kini naik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mutasi jilid III era kepemimpinan Ikfina-Barra ini masih menyisakan jabatan kosong. Seperti kursi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar). Amat Susilo dimutasi menjadi Kadispendukcapil yang semula diisi Bambang Wahyuadi. Bambang menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris DPRD.

Sedangkan, untuk pengisian jabatan Kepala Disbudporapar, bupati bakal mencari sosok baru dari pejabat eselon III melalui lelang terbuka. Termasuk, pengisian sejumlah jabatan yang kosong di lingkungan Inspektorat juga langsung berporoses lantaran harus seizin Gubernur Jatim. ’’Masih selter satu kali lagi, kita targetkan Februari sudah mulai lelang. Jadi saat ini langsung berproses. Sekalian pelantikan terakhir itu ditata semuanya. Mudah-mudahan nanti sudah tidak ada yang kosong lagi,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Baca Juga :  Takut Hangus, Rela Bermalam di Depan Kantor Bank Penyalur

Pergeseran juga menyasar kursi camat. Di antaranya, Amsar Azhari semula menjabat Camat Mojoanyar digeser menjadi Camat Pungging, Agus Subiyanto dari Camat Trawas bergeser menjadi Camat Pacet.

Pun demikian dengan Moch. Malik yang semula menjabat Camat Pacet, saat ini dimutasi menjadi Camat Mojoanyar, Mujib semula Camat Pungging kini geser menjadi Camat Mojosari dan Sugeng Nuryadi semula Camat Bangsal digeser menjadi Camat Ngoro. ’’Kebetulan yang daftar memang banyak yang STPDN, dan ada surat lho. Ada instruksi dari Kemenpan RB untuk memaksimalkan STPDN dan penempatannya disesuaikan dengan jurusannya,’’ tandas Ikfina. (ori/ron)

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gerbong mutasi ke tiga di lingkungan Pemkab Mojokerto, digulirkan kemarin. Bertempat di pendapa Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto, sebanyak 23 pejabat menduduki jabatan baru. 10 pejabat di antaranya merupakan hasil seleksi terbuka (selter).

Masing-masing, Arie Jacob Manuhutu semula menjadi Inspektur Pembantu Inspektorat naik menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mochamad Ridwan yang semula menjabat Camat Mojosari, kini menduduki kursi Kadis Pangan dan Perikanan. Poedji Widodo dari menjabat Inspektur Pembantu I Inspektorat kini menjadi Inspektur.

Demikian juga Rachmad Suhariyono yang menduduki jabatan Kabag Administrasi Pemerintahan, dilantik menjadi Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan. Dan, Rinaldi Rizal Sabirin yang sebelumnya menjadi Kabag Administrasi Pembangunan, kini ia pegang kendali menjadi Kepala DPUPR.

Disusul Siswadi dari semula menjabat sebagai Inspektur Pembantu IV Inspektorat kini naik menjadi Asisten Administrasi Umum. Lalu, Try Rahardjo Murdianto yang semula menjadi Camat Ngoro kini jadi Kepala Dinas Sosial. Sedangkan, Ulum Rokhmad Rokhmawan yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Direktur RSUD RA Basoeni, kembali dimutasi menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Disuntik Rp 48 Miliar

Kemudian Yudha Akbar Prabowo dari sebelumnya Sekretaris DPMPTSP, saat ini naik menjadi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Terakhir, Zaqqi yang menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, kini naik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mutasi jilid III era kepemimpinan Ikfina-Barra ini masih menyisakan jabatan kosong. Seperti kursi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar). Amat Susilo dimutasi menjadi Kadispendukcapil yang semula diisi Bambang Wahyuadi. Bambang menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris DPRD.

- Advertisement -

Sedangkan, untuk pengisian jabatan Kepala Disbudporapar, bupati bakal mencari sosok baru dari pejabat eselon III melalui lelang terbuka. Termasuk, pengisian sejumlah jabatan yang kosong di lingkungan Inspektorat juga langsung berporoses lantaran harus seizin Gubernur Jatim. ’’Masih selter satu kali lagi, kita targetkan Februari sudah mulai lelang. Jadi saat ini langsung berproses. Sekalian pelantikan terakhir itu ditata semuanya. Mudah-mudahan nanti sudah tidak ada yang kosong lagi,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Baca Juga :  Kota Punya Mal Pelayanan Publik, Perizinan Satu Pintu

Pergeseran juga menyasar kursi camat. Di antaranya, Amsar Azhari semula menjabat Camat Mojoanyar digeser menjadi Camat Pungging, Agus Subiyanto dari Camat Trawas bergeser menjadi Camat Pacet.

Pun demikian dengan Moch. Malik yang semula menjabat Camat Pacet, saat ini dimutasi menjadi Camat Mojoanyar, Mujib semula Camat Pungging kini geser menjadi Camat Mojosari dan Sugeng Nuryadi semula Camat Bangsal digeser menjadi Camat Ngoro. ’’Kebetulan yang daftar memang banyak yang STPDN, dan ada surat lho. Ada instruksi dari Kemenpan RB untuk memaksimalkan STPDN dan penempatannya disesuaikan dengan jurusannya,’’ tandas Ikfina. (ori/ron)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/