alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Belasan Rumah dan Fasum Rusak Diterjan Angin Kencang

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang Kabupaten Mojokerto. Angin berkekuatan 35 knot atau 70 km per jam kali ini menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kutorejo pada Kamis malam (19/12). Selain menumbangkan puluhan pohon, belasan rumah, hingga fasilitas umum, juga mengalami kerusakan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, angin kencang yang melanda Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan itu, terjadi pukul pukul 18.00. ’’Ada 14 bangunan yang rusak,’’ ungkap Kapala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini, kemarin.

Kerusakan sejauh ini tergolong ringan hingga sedang. Selain atap rumah mengalami kerusakan, sejumlah fasilitas atau tempat ibadah juga terimbas. Di antaranya garasi Masjid Baiturrahman, bagian atap berukuran 2×5 meter persegi tersapu angina, dan gedung pertemuan karang taruna atap berukuran 2×7 meter persegi melayang. ’’Ada juga pagar pabrik PT Sewon, luasnya 2×12 meter persegi roboh,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Warung Nunggak Pajak Luluh

Di dusun yang sama, terdapat lima pohon jenis terbesi tumbang. Beruntung dalam insiden kali ini tak sampai ada korban jiwa. Hasil assessment hanya mengalami kerugian material. Kendati demikian, secara kedaruratan, BPBD langsung melakukan penanganan dengan memberikan terpal. Pantauan BMKG Surabaya, lanjut Zaini, kecepatan angin di Kecamatan Kutorejo mencapai 35 knot atau 70 km per jam. ’’Kecepatan ini masuk kategori di atas normal, sehingga bisa berkaibat fatal. Mulai memicu terjadi pohon hingga memporak-porandakan bangunan,’’ terangnya.

Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto Saiful Anam, menambahkan, hujan disertai angin kencang di Kecamatan Kutorejo tidak hanya terjadi di Desa Pesanggrahan. Dusun Sambigeneng, Desa Kertosari, juga terkena dampaknya. Setidaknya, pohon beringin berdiameteter 120 cm tumbang. ’’Tidak ada korban, tapi bagian atas gapura dusun rusak dan kabel penerangan jalan umum (PJU) putus,’’ ungkapnya. Proses evakuasi pohon mengalami kesulitan.

Baca Juga :  Tua Tetap Mempesona

Evakuasi yang dilakukan tim relawan dibantu warga berlangsung hingga dini hari. Selain di Pohon tumbang juga terjadi di Dusun Wonokerto dan Dusun Tambaksari. ’’Pohon ambar tumbang menimpa warung es tebu, dan menghalangi jalan sebelum dievakuasi warga bersama relawan,’’ katanya.

Sedangkan di Dusun Tambaksari, pohon petai yang tumbang memutus kabel PJU dan membuat lampu sepanjang jalan dusun padam.

Sebelumnya, angin kencang pernah melanda kecamatan Puri, Kemlagi, dan Jetis. Bahkan, juga melanda kawasan Kota Mojokerto. Selain rumah warga, fasum, dan warung, angin merobohkan pohon dan reklame.

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang Kabupaten Mojokerto. Angin berkekuatan 35 knot atau 70 km per jam kali ini menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kutorejo pada Kamis malam (19/12). Selain menumbangkan puluhan pohon, belasan rumah, hingga fasilitas umum, juga mengalami kerusakan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, angin kencang yang melanda Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan itu, terjadi pukul pukul 18.00. ’’Ada 14 bangunan yang rusak,’’ ungkap Kapala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini, kemarin.

Kerusakan sejauh ini tergolong ringan hingga sedang. Selain atap rumah mengalami kerusakan, sejumlah fasilitas atau tempat ibadah juga terimbas. Di antaranya garasi Masjid Baiturrahman, bagian atap berukuran 2×5 meter persegi tersapu angina, dan gedung pertemuan karang taruna atap berukuran 2×7 meter persegi melayang. ’’Ada juga pagar pabrik PT Sewon, luasnya 2×12 meter persegi roboh,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bergerak Cepat, Segera Evaluasi Pejabat

Di dusun yang sama, terdapat lima pohon jenis terbesi tumbang. Beruntung dalam insiden kali ini tak sampai ada korban jiwa. Hasil assessment hanya mengalami kerugian material. Kendati demikian, secara kedaruratan, BPBD langsung melakukan penanganan dengan memberikan terpal. Pantauan BMKG Surabaya, lanjut Zaini, kecepatan angin di Kecamatan Kutorejo mencapai 35 knot atau 70 km per jam. ’’Kecepatan ini masuk kategori di atas normal, sehingga bisa berkaibat fatal. Mulai memicu terjadi pohon hingga memporak-porandakan bangunan,’’ terangnya.

Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto Saiful Anam, menambahkan, hujan disertai angin kencang di Kecamatan Kutorejo tidak hanya terjadi di Desa Pesanggrahan. Dusun Sambigeneng, Desa Kertosari, juga terkena dampaknya. Setidaknya, pohon beringin berdiameteter 120 cm tumbang. ’’Tidak ada korban, tapi bagian atas gapura dusun rusak dan kabel penerangan jalan umum (PJU) putus,’’ ungkapnya. Proses evakuasi pohon mengalami kesulitan.

Baca Juga :  Warung Nunggak Pajak Luluh

Evakuasi yang dilakukan tim relawan dibantu warga berlangsung hingga dini hari. Selain di Pohon tumbang juga terjadi di Dusun Wonokerto dan Dusun Tambaksari. ’’Pohon ambar tumbang menimpa warung es tebu, dan menghalangi jalan sebelum dievakuasi warga bersama relawan,’’ katanya.

- Advertisement -

Sedangkan di Dusun Tambaksari, pohon petai yang tumbang memutus kabel PJU dan membuat lampu sepanjang jalan dusun padam.

Sebelumnya, angin kencang pernah melanda kecamatan Puri, Kemlagi, dan Jetis. Bahkan, juga melanda kawasan Kota Mojokerto. Selain rumah warga, fasum, dan warung, angin merobohkan pohon dan reklame.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/