alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Tarif Angel Rp 750 Ribu hingga Rp 1 Juta Per Dua Jam

MOJOKERTO – Pasca ditutupnya lokalisasi, praktik prostitusi di Kota Mojokerto masih belum klir. Belakangan, dunia hitam ini masih menggelayut tebal di Kota Onde-Onde ini.

Sejumlah hotel mewah kerap menjadi ajang bisnis haram tersebut. Yang terpopuler saat ini, praktik prostitusi dilakukan melalui online. Media sosial kelas twitter, menjadi salah satu pilihan paling hits untuk menjajakan diri para perempuan nakal tersebut.

Belakangan, praktik ini makin marak. Para perempuan nakal itu mulai mengumumkan kedatangan sepekan sebelum beranjak ke Mojokerto. Mereka berasal dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Malang, Kediri, Nganjuk, hingga lokal Mojokerto.

Di akun pribadinya, para perempuan itu menyertakan foto-foto seksinya yang di-blur sebagian, dan merinci ciri-ciri fisik dirinya. Mulai dari berat badan, usia, hingga aturan yang harus ditaati seluruh costumer-nya.

Jawa Pos Radar Mojokerto, berhasil mewawancarai salah satu pria hidung belang di Mojokerto dan pernah menggunakan jasa prostitusi online tersebut.

Baca Juga :  Penggeledahan KPK Mengembangkan ke Showroom Mobil Mewah

Ia menerangkan, untuk aturan, hampir seluruh angel (istilah bagi perempuan nakal) memberikan batasan-batasan. ’’Tentunya dengan tarif yang berbeda pula,’’ ungkap salah satu pegawai ini.

Untuk tarif termurah, para angel rata-rata memasang tarif kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per dua jam. Dengan tarif ini, semua pengguna harus mengenakan kondom dalam berhubungan dan sudah include dengan hotel tempat perempuan itu menginap.

Hotel yang dipakai juga tak sembarang. Sang angel enggan menggunakan hotel kelas mawar yang banyak bertebaran di Mojokerto. Mereka kerap menggunakan hotel di tengah Kota Mojokerto untuk  melayani para customer-nya.

Untuk mengetahui hotel tempat menginap para angel itu, juga tak mudah. Calon customer harus melakukan pembayaran down payment atau uang muka. Setelah dipastikan DP masuk ke rekeningnya, angel akan mengirim foto aslinya. Bisa melalui direct message (DM) twitter atau WhatsApp.

Baca Juga :  90 Hektare Padi Terendam Banjir

Di prostitusi online ini, para angle selalu menolak negosiasi. Mulai dari tarif, hingga pelayanan. Mereka memiliki aturan yang sangat ketat. Sementara itu, tingginya prostitusi online ini di Kota Mojokerto, belum tersentuh para penegak hukum.

Satpol PP yang getol membersihkan sampah masyarakat itu pun, masih kesulitan melakukan penertiban. Kasi Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrulloh, menegaskan, selama ini ia sudah mencium adanya praktik prostitusi online tersebut. ’’Tapi, kita kesulitan menertibkan. Karena yang dipakai adalah hotel,’’ jelasnya.

Bagi dia, hotel di Kota Mojokerto memiliki okupansi yang cukup tinggi. Tentunya dengan berbagai kebutuhan berbeda para tamu. Ada yang murni liburan keluarga, atau para pebisnis.

’’Makanya, kita masih menunggu laporan masyarakat. Seperti halnya indikasi praktik nakal itu di kos-kosan atau kontrakan. Langsung kita bersihkan,’’ pungkas Hatta. 

MOJOKERTO – Pasca ditutupnya lokalisasi, praktik prostitusi di Kota Mojokerto masih belum klir. Belakangan, dunia hitam ini masih menggelayut tebal di Kota Onde-Onde ini.

Sejumlah hotel mewah kerap menjadi ajang bisnis haram tersebut. Yang terpopuler saat ini, praktik prostitusi dilakukan melalui online. Media sosial kelas twitter, menjadi salah satu pilihan paling hits untuk menjajakan diri para perempuan nakal tersebut.

Belakangan, praktik ini makin marak. Para perempuan nakal itu mulai mengumumkan kedatangan sepekan sebelum beranjak ke Mojokerto. Mereka berasal dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Malang, Kediri, Nganjuk, hingga lokal Mojokerto.

Di akun pribadinya, para perempuan itu menyertakan foto-foto seksinya yang di-blur sebagian, dan merinci ciri-ciri fisik dirinya. Mulai dari berat badan, usia, hingga aturan yang harus ditaati seluruh costumer-nya.

- Advertisement -

Jawa Pos Radar Mojokerto, berhasil mewawancarai salah satu pria hidung belang di Mojokerto dan pernah menggunakan jasa prostitusi online tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Raih Penghargaan WTP 2020 dari Kemenkeu RI

Ia menerangkan, untuk aturan, hampir seluruh angel (istilah bagi perempuan nakal) memberikan batasan-batasan. ’’Tentunya dengan tarif yang berbeda pula,’’ ungkap salah satu pegawai ini.

Untuk tarif termurah, para angel rata-rata memasang tarif kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per dua jam. Dengan tarif ini, semua pengguna harus mengenakan kondom dalam berhubungan dan sudah include dengan hotel tempat perempuan itu menginap.

Hotel yang dipakai juga tak sembarang. Sang angel enggan menggunakan hotel kelas mawar yang banyak bertebaran di Mojokerto. Mereka kerap menggunakan hotel di tengah Kota Mojokerto untuk  melayani para customer-nya.

Untuk mengetahui hotel tempat menginap para angel itu, juga tak mudah. Calon customer harus melakukan pembayaran down payment atau uang muka. Setelah dipastikan DP masuk ke rekeningnya, angel akan mengirim foto aslinya. Bisa melalui direct message (DM) twitter atau WhatsApp.

Baca Juga :  Curi Laptop di Sekolahan, 4 Orang Ditangkap

Di prostitusi online ini, para angle selalu menolak negosiasi. Mulai dari tarif, hingga pelayanan. Mereka memiliki aturan yang sangat ketat. Sementara itu, tingginya prostitusi online ini di Kota Mojokerto, belum tersentuh para penegak hukum.

Satpol PP yang getol membersihkan sampah masyarakat itu pun, masih kesulitan melakukan penertiban. Kasi Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrulloh, menegaskan, selama ini ia sudah mencium adanya praktik prostitusi online tersebut. ’’Tapi, kita kesulitan menertibkan. Karena yang dipakai adalah hotel,’’ jelasnya.

Bagi dia, hotel di Kota Mojokerto memiliki okupansi yang cukup tinggi. Tentunya dengan berbagai kebutuhan berbeda para tamu. Ada yang murni liburan keluarga, atau para pebisnis.

’’Makanya, kita masih menunggu laporan masyarakat. Seperti halnya indikasi praktik nakal itu di kos-kosan atau kontrakan. Langsung kita bersihkan,’’ pungkas Hatta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/