alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

183 Unit Bangunan Rusak Akibat Puting Beliung

MOJOKERTO – Kerusakan rumah dan fasilitas umum (fasum) akibat disapu angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin (19/11) lalu bertambah. BPBD menyebut bangunan yang porak-poranda kini mencapai 183 unit.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menegaskan, kerusakan akibat angin puting beliung dari hingga kini jumlahnya bertambah. ’’Total terakhir ada 183 rumah dan fasum yang terdampak,’’ katanya.

Rinciannya, 87 rumah di Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo. Masing-masing 10 unit rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 36 unit rusak ringan. Selebihnya 22 rumah dan musala di Dusun Kwangen, 6 rumah di Dusun Sidoduwe, 9 rumah di Dusun Greyol, Desa Sidorejo.

Serta 59 rumah di Desa Parengan yang tersebar di Dusun Sidodukur, Gondang, dan Dusun Parengan. Rata-rata mengalami rusak ringan. ’’Untuk sementara akan kami tangani secara darurat. Dengan memberi bantuan terpal. Sambil menunggu kajian dari tim pengkajian kebutuhan pasca bencana,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sadari Kenakalan saat Sujud Akhir

Sementara itu, bencana di awal musim penghujan ini memantik reaksi empati dari berbagai pihak. Termasuk personel Polri dan TNI. Kemarin (20/11) sedikitnya ada 120 petugas gabungan dikerahkan ke lokasi terdampak bencana.

’’Khusus dari Polri kami kerahkan 100 personel, ditambah unsur TNI dan muspika,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono. Dari pantaun di lokasi, ratusan personel setelah melangsungkan apel di Mapolsek Jetis, mereka langsung bertolak ke ratusan rumah terdampak.

Kali pertama, petugas menyisir rumah di tiga dusun di Desa Parengan. Tak hanya melakukan pemetaan, mereka juga membantu masyarakat dalam membersihkan serpihan-serpihan bangunan rumah imbas dari hujan disertai angin puting beliung yang terjadi di hari sebelumnya.

’’Setidaknya, kami ke sini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,’’ katanya. Tak hanya di Desa Parengan. Setelah aksi bersih-bersih selesai, ratusan personel mulai bergeser ke Desa Sidorejo.

Di desa ini, selain melakukan kerja bakti di rumah warga, mereka juga bersih-bersih di tempat ibadah. Meliputi musala dan gereja. ’’Selain ratusan rumah, ada sebagian tempat ibadah yang plafonnya ambrol,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Lahan Pertanian Menyusut, Properti dan Industri Tumbuh Subur

Menurut Sigit, dari data yang ada, kerusakan lebih mengarah ke atap rumah, genteng dan  asbes. Termasuk plafon di sejumlah tempat ibadah. Artinya, kerusakan tidak terlalu fatal hingga bisa cepat diatasi.

’’Terutama fasilitas umum. Seperti musala, sekolah, gereja dan balai desa langsung kita bersihkan secara maraton agar bisa cepat digunakan,’’ bebernya.

Sebagai tanggap darurat, pihaknya juga memberi bantuan semen, genting, dan asbes kepada sebagian mereka yang membutuhkan. Menurut Sigit, di awal musim penghujan ini, masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Sebab, bencana alam sulit diprediksi. kapanpun dan di manapun bisa terjadi. Imbaun itu untuk mengantisipasi korban jiwa. ’’Setelah kita kordinasikan dengan BPBD, kami pastikan penanganan bencana sekaligus mitigasi akan ditangani secara serius,’’ pungkasnya.

 

MOJOKERTO – Kerusakan rumah dan fasilitas umum (fasum) akibat disapu angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin (19/11) lalu bertambah. BPBD menyebut bangunan yang porak-poranda kini mencapai 183 unit.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menegaskan, kerusakan akibat angin puting beliung dari hingga kini jumlahnya bertambah. ’’Total terakhir ada 183 rumah dan fasum yang terdampak,’’ katanya.

Rinciannya, 87 rumah di Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo. Masing-masing 10 unit rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 36 unit rusak ringan. Selebihnya 22 rumah dan musala di Dusun Kwangen, 6 rumah di Dusun Sidoduwe, 9 rumah di Dusun Greyol, Desa Sidorejo.

Serta 59 rumah di Desa Parengan yang tersebar di Dusun Sidodukur, Gondang, dan Dusun Parengan. Rata-rata mengalami rusak ringan. ’’Untuk sementara akan kami tangani secara darurat. Dengan memberi bantuan terpal. Sambil menunggu kajian dari tim pengkajian kebutuhan pasca bencana,’’ paparnya.

Baca Juga :  Waspadai Karat dan Jamur saat Musim Hujan

Sementara itu, bencana di awal musim penghujan ini memantik reaksi empati dari berbagai pihak. Termasuk personel Polri dan TNI. Kemarin (20/11) sedikitnya ada 120 petugas gabungan dikerahkan ke lokasi terdampak bencana.

’’Khusus dari Polri kami kerahkan 100 personel, ditambah unsur TNI dan muspika,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono. Dari pantaun di lokasi, ratusan personel setelah melangsungkan apel di Mapolsek Jetis, mereka langsung bertolak ke ratusan rumah terdampak.

- Advertisement -

Kali pertama, petugas menyisir rumah di tiga dusun di Desa Parengan. Tak hanya melakukan pemetaan, mereka juga membantu masyarakat dalam membersihkan serpihan-serpihan bangunan rumah imbas dari hujan disertai angin puting beliung yang terjadi di hari sebelumnya.

’’Setidaknya, kami ke sini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,’’ katanya. Tak hanya di Desa Parengan. Setelah aksi bersih-bersih selesai, ratusan personel mulai bergeser ke Desa Sidorejo.

Di desa ini, selain melakukan kerja bakti di rumah warga, mereka juga bersih-bersih di tempat ibadah. Meliputi musala dan gereja. ’’Selain ratusan rumah, ada sebagian tempat ibadah yang plafonnya ambrol,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Siswa Terpaksa Belajar sambil Klesetan di Teras Madrasah Ibtidaiyah

Menurut Sigit, dari data yang ada, kerusakan lebih mengarah ke atap rumah, genteng dan  asbes. Termasuk plafon di sejumlah tempat ibadah. Artinya, kerusakan tidak terlalu fatal hingga bisa cepat diatasi.

’’Terutama fasilitas umum. Seperti musala, sekolah, gereja dan balai desa langsung kita bersihkan secara maraton agar bisa cepat digunakan,’’ bebernya.

Sebagai tanggap darurat, pihaknya juga memberi bantuan semen, genting, dan asbes kepada sebagian mereka yang membutuhkan. Menurut Sigit, di awal musim penghujan ini, masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Sebab, bencana alam sulit diprediksi. kapanpun dan di manapun bisa terjadi. Imbaun itu untuk mengantisipasi korban jiwa. ’’Setelah kita kordinasikan dengan BPBD, kami pastikan penanganan bencana sekaligus mitigasi akan ditangani secara serius,’’ pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/