alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Reakreditasi Puluhan Puskesmas Buram

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Akreditasi puluhan puskesmas di Kabupaten Mojokerto, masih buram. Itu setelah nihilnya pelaksanaan reakreditasi selama pandemi yang menyebabkan status puskesmas tak berubah.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono menjelaskan, dari total 27 puskesmas, hanya ada satu faskes yang sudah menjalankan reakreditasi. Yakni Puskesmas Kutorejo. Puskesmas ini menyandang status akhir utama. Sedangkan, sisanya, masih menyandang status akreditasi lama. ”Lainnya masih ada yang berstatus dasar dan madya. Karena memang sudah terhenti tidak ada reakreditasi selama dua tahun ini akibat pandemi,” ujarnya, kemarin.

Reakreditasi puskesmas, lanjutnya, sejatinya untuk evaluasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Selama proses reakreditasi, puskesmas akan dinilai berdasarkan beberapa aspek. Tentunya hasil penilaian akan menentukan status puskesmas. ”Hingga kini, status lama akreditasi puskesmas tetap berlaku. Konsekuensinya, harusnya puskesmas naik statusnya, tapi belum bisa dilakukan,” papar dia.

Baca Juga :  Memasuki Karantina sebelum Grand Final

Kemudian, Hariyono menuturkan, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada seluruh puskesmas. Utamanya puskesmas yang telah habis masa akreditasi. Agar tetap melakukan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Pun, termasuk pembenahan dan peningkatan puskesmas di semua lini juga turut dilakukan. Namun, untuk pelaksanaan akreditasi baru bisa dilaksanakan jika status pandemi sudah berakhir. ”Status terakhir akan berlaku sampai satu reakreditasi. Reakreditasi kemungkinan akan dilakukan satu tahun pasca ditariknya status pandemi Covid-19,” ulasnya. (oce/ron)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Akreditasi puluhan puskesmas di Kabupaten Mojokerto, masih buram. Itu setelah nihilnya pelaksanaan reakreditasi selama pandemi yang menyebabkan status puskesmas tak berubah.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kabupaten Mojokerto Hariyono menjelaskan, dari total 27 puskesmas, hanya ada satu faskes yang sudah menjalankan reakreditasi. Yakni Puskesmas Kutorejo. Puskesmas ini menyandang status akhir utama. Sedangkan, sisanya, masih menyandang status akreditasi lama. ”Lainnya masih ada yang berstatus dasar dan madya. Karena memang sudah terhenti tidak ada reakreditasi selama dua tahun ini akibat pandemi,” ujarnya, kemarin.

Reakreditasi puskesmas, lanjutnya, sejatinya untuk evaluasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Selama proses reakreditasi, puskesmas akan dinilai berdasarkan beberapa aspek. Tentunya hasil penilaian akan menentukan status puskesmas. ”Hingga kini, status lama akreditasi puskesmas tetap berlaku. Konsekuensinya, harusnya puskesmas naik statusnya, tapi belum bisa dilakukan,” papar dia.

Baca Juga :  Kejari Kota Gelar Vaksin Pelajar Hingga Donor Darah

Kemudian, Hariyono menuturkan, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada seluruh puskesmas. Utamanya puskesmas yang telah habis masa akreditasi. Agar tetap melakukan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Pun, termasuk pembenahan dan peningkatan puskesmas di semua lini juga turut dilakukan. Namun, untuk pelaksanaan akreditasi baru bisa dilaksanakan jika status pandemi sudah berakhir. ”Status terakhir akan berlaku sampai satu reakreditasi. Reakreditasi kemungkinan akan dilakukan satu tahun pasca ditariknya status pandemi Covid-19,” ulasnya. (oce/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/