alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Klaim RSUD untuk Biaya Perawan Pasien Covid-19 Tembus Rp 8 Miliar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi yang belum mereda membuat biaya perawatan pasien Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo terus membengkak.

Setidaknya, klaim di rumah sakit pelat merah milik Pemkot Mojokerto sampai dengan saat ini telah menembus Rp 8 miliar. Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Rina Purwanti mengatakan, sejak ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 pada April lalu, jumlah biaya yang diklaimkan hanya berkisar Rp 85 juta.

Namun, seiring naiknya jumlah pasien Covid-19 yang dirawat membuat nilai klaim meningkat cukup signifikan.

Bahkan, terhitung selama periode April hingga Juli, RSUD telah menerima klaim hingga menyentuh angka Rp 8 miliar. ’’Itu (klaim) biaya perawatan dari 129 pasien mulai April sampai pertengahan Juli,’’ terangnya kemarin.

Dia menyebutkan, sebanyak 129 orang tersebut merupakan pasien yang sudah diperbolehkan keluar rumah sakit. Baik yang sebelumnya berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, suspect, hingga probable.

Rinya menjelaskan, jumlah klaim tersebut dihitung berdasarkan atas biaya perawatan pasien selama di ruang isolasi Covid-19 maupun biaya tindakan medis lainnya.

Baca Juga :  Pelayanan Pengadilan Agama Di-Stop

Termasuk mengcover tes menggunakan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) atau uji swab. ’’Jadi mulai biaya selama masa perawatan sampai dengan pemakaman,’’ ulasnya.

Tentunya, nilai klaim tersebut tidak murah. Pasalnya, jika dirata-rata, setiap pasien menghabiskan biaya sebesar Rp 62 juta. Tingginya jumlah klaim tersebut juga dipengaruhi karena faktor penambahan kapasitas di ruang isolasi.

Saat ini, daya tampung ruang isolasi khusus Covid-19 telah di-upgrade sebanyak 63 tempat tidur. Sehingga, RSUD tidak hanya menerima rujukan pasien dari warga Kota Onde-Onde saja, melainkan juga menampung pasien dari luar kota.

’’Semua pasien yang dirawat bisa diklaimkan, tidak hanya bagi warga kota saja,’’ tandasnya. Mantan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setdakot Mojokerto ini menambahkan, selama periode April-Juni, jumlah pasien yang diklaimkan paling banyak 52 orang dalam sebulan.

Dia menyebutkan, sebanyak Rp 8 miliar juga telah diterima di rekening RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sementara itu, pada periode Agustus dan bulan berikutnya masih dalam tahap verifikasi di BPJS Kesehatan. Namun, imbuh Rina, jumlah klaim diperkirakan mengalami tren penurunan.

Baca Juga :  Biaya Perawatan Satu Pasien Covid-19 Tembus Rp 100 Juta

Pasalnya, sejak Agustus lalu RSUD telah mengoperasikan mesin PCR hasil bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Dengan keberadaan mesin laboratorium tersebut, maka dapat memangkas masa perawatan pasien.

Pasalnya, hasil uji swab bisa diketahui kurang dari 24 jam. Oleh sebab itu, pasien yang sebelumnya berstatus suspect dan probable akan segera dipindah di ruang rawat regular atau dipulangkan jika hasilnya negatif. ’’Sudah mulai agak menurun, banyak tempat tidur di ruang yang kosong,’’ imbuh Rina.

Di sisi lain, penurunan jumlah pasien juga dipengaruhi karena seluruh rumah sakit swasta di Kota Onde-Onde saat ini juga telah bisa menerima pasien Covid-19. Selain itu, persebaran kasus konfirmasi di Kota Mojokerto juga mulai melandai hingga ditetapkan sebagai zona oranye. (abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi yang belum mereda membuat biaya perawatan pasien Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo terus membengkak.

Setidaknya, klaim di rumah sakit pelat merah milik Pemkot Mojokerto sampai dengan saat ini telah menembus Rp 8 miliar. Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Rina Purwanti mengatakan, sejak ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 pada April lalu, jumlah biaya yang diklaimkan hanya berkisar Rp 85 juta.

Namun, seiring naiknya jumlah pasien Covid-19 yang dirawat membuat nilai klaim meningkat cukup signifikan.

Bahkan, terhitung selama periode April hingga Juli, RSUD telah menerima klaim hingga menyentuh angka Rp 8 miliar. ’’Itu (klaim) biaya perawatan dari 129 pasien mulai April sampai pertengahan Juli,’’ terangnya kemarin.

Dia menyebutkan, sebanyak 129 orang tersebut merupakan pasien yang sudah diperbolehkan keluar rumah sakit. Baik yang sebelumnya berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, suspect, hingga probable.

Rinya menjelaskan, jumlah klaim tersebut dihitung berdasarkan atas biaya perawatan pasien selama di ruang isolasi Covid-19 maupun biaya tindakan medis lainnya.

Baca Juga :  Driver Grab Dianiaya Penumpang, Leher Dijerat, Tubuh Ditusuki Pisau
- Advertisement -

Termasuk mengcover tes menggunakan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) atau uji swab. ’’Jadi mulai biaya selama masa perawatan sampai dengan pemakaman,’’ ulasnya.

Tentunya, nilai klaim tersebut tidak murah. Pasalnya, jika dirata-rata, setiap pasien menghabiskan biaya sebesar Rp 62 juta. Tingginya jumlah klaim tersebut juga dipengaruhi karena faktor penambahan kapasitas di ruang isolasi.

Saat ini, daya tampung ruang isolasi khusus Covid-19 telah di-upgrade sebanyak 63 tempat tidur. Sehingga, RSUD tidak hanya menerima rujukan pasien dari warga Kota Onde-Onde saja, melainkan juga menampung pasien dari luar kota.

’’Semua pasien yang dirawat bisa diklaimkan, tidak hanya bagi warga kota saja,’’ tandasnya. Mantan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setdakot Mojokerto ini menambahkan, selama periode April-Juni, jumlah pasien yang diklaimkan paling banyak 52 orang dalam sebulan.

Dia menyebutkan, sebanyak Rp 8 miliar juga telah diterima di rekening RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sementara itu, pada periode Agustus dan bulan berikutnya masih dalam tahap verifikasi di BPJS Kesehatan. Namun, imbuh Rina, jumlah klaim diperkirakan mengalami tren penurunan.

Baca Juga :  Situs Sebaran Kerajaan Majapahit, Struktur Batu Bata Kuno Ditemukan

Pasalnya, sejak Agustus lalu RSUD telah mengoperasikan mesin PCR hasil bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Dengan keberadaan mesin laboratorium tersebut, maka dapat memangkas masa perawatan pasien.

Pasalnya, hasil uji swab bisa diketahui kurang dari 24 jam. Oleh sebab itu, pasien yang sebelumnya berstatus suspect dan probable akan segera dipindah di ruang rawat regular atau dipulangkan jika hasilnya negatif. ’’Sudah mulai agak menurun, banyak tempat tidur di ruang yang kosong,’’ imbuh Rina.

Di sisi lain, penurunan jumlah pasien juga dipengaruhi karena seluruh rumah sakit swasta di Kota Onde-Onde saat ini juga telah bisa menerima pasien Covid-19. Selain itu, persebaran kasus konfirmasi di Kota Mojokerto juga mulai melandai hingga ditetapkan sebagai zona oranye. (abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/