alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Bansos Sembako Dipangkas Separo

KOTA , Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah dua bulan tanpa kejelasan, kini 5 ribu penerima bantuan sosial tunai (BST) Pemprov Jatim, bisa bernapas lega. Kendati belum ada kepastian diperpanjang atau tidak, pemkot tetap memutuskan meng-cover bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako.

Namun, warga penerima manfaat hanya akan dijatah separo dari nilai bantuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Rencananya, bansos tersebut dibagikan hingga Desember mendatang.

Plt Kepala Dinas Sosial (Disnsos) Kota Mojokerto Heru Setyadi mengatakan, selama pandemi, program BST Pemprov Jatim disalurkan sebanyak tiga tahap. Bantuan yang menyasar 5 ribu warga kota itu diterima pada April, Mei, dan Juni. ’’Setelah 3 bulan itu diputus oleh provinsi. Karena sampai sekarang belum ada kepastian,’’ ulasnya.

Sehingga, selama periode Juli dan Agustus, warga tidak lagi menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan. Padahal, program bantuan lainnya tetap berjalan hingga akhir tahun. Baik BST yang dikucurkan pemerintah pusat, maupun bansos sembako yang bersumber dari APBD Pemkot.

Baca Juga :  Atasi Hama Tikus, Bangun Rumah Burung Hantu

Untuk menangani kesenjangan tersebut, pemkot kemudian memutuskan mengalihkan 5 ribu penerima BST Pemprov untuk di-cover APBD. Rencananya, sebut Heru, penyalurannya digulirkan mulai September ini. ’’Mungkin di minggu keempat bulan ini kita bagi untuk tahap IV,’’ tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih memroses perubahan regulasi di Bagian Hukum Setdakot Mojokerto. Sebab, dengan bertambahnya penerima, maka harus dilakukan penyesuaian nominal jumlah penerimaan bantuan.

Mantan Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini menyebutkan, bansos sembako sejak awal hanya ditetapkan kuota 5.500 warga. Setiap penerima manfaat diberikan sembako senilai Rp 300 ribu per bulan. Namun, dengan tambahan 5 ribu warga eks penerima BST Pemprov, maka nilai bantuan terpaksa harus dipangkas. ’’Jadi nanti menerima separonya. Dari semula sembako senilai Rp 300 ribu menjadi Rp 150 ribu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Ning Ita Datangi Rumah Warga, Beri Bantuan Modal Usaha

Sekretaris Dinsos Kota Mojokerto ini beralasan, kebijakan tersebut mengadopsi dari penyaluran BST dari pemerintah pusat. Sebab, bantuan yang semula dibagikan sebesar Rp 600 ribu kini menjadi Rp 300 ribu. Namun, penerimaannya diperpanjang hingga akhir 2020 mendatang. ’’Jadi bantuan APBD ini nanti juga akan disalurkan sampai Desember,’’ tandas Heru.

Namun, pihaknya belum merinci jenis bahan sembako yang akan dikurangi porsinya. Sebab, pada penerimaan bansos sebelumnya, warga penerima manfaat diberikan jenis komoditas yang diseragamkan. Yaitu, 15 kilogram (kg) beras, 2 liter minyak, 1 kg gula, 2 kg telur, dan 12 bungkus mi instan.

KOTA , Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah dua bulan tanpa kejelasan, kini 5 ribu penerima bantuan sosial tunai (BST) Pemprov Jatim, bisa bernapas lega. Kendati belum ada kepastian diperpanjang atau tidak, pemkot tetap memutuskan meng-cover bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako.

Namun, warga penerima manfaat hanya akan dijatah separo dari nilai bantuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Rencananya, bansos tersebut dibagikan hingga Desember mendatang.

Plt Kepala Dinas Sosial (Disnsos) Kota Mojokerto Heru Setyadi mengatakan, selama pandemi, program BST Pemprov Jatim disalurkan sebanyak tiga tahap. Bantuan yang menyasar 5 ribu warga kota itu diterima pada April, Mei, dan Juni. ’’Setelah 3 bulan itu diputus oleh provinsi. Karena sampai sekarang belum ada kepastian,’’ ulasnya.

Sehingga, selama periode Juli dan Agustus, warga tidak lagi menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan. Padahal, program bantuan lainnya tetap berjalan hingga akhir tahun. Baik BST yang dikucurkan pemerintah pusat, maupun bansos sembako yang bersumber dari APBD Pemkot.

Baca Juga :  Daftar Haji dan Umrah Lebih Mudah dengan Pelayanan Satu Atap

Untuk menangani kesenjangan tersebut, pemkot kemudian memutuskan mengalihkan 5 ribu penerima BST Pemprov untuk di-cover APBD. Rencananya, sebut Heru, penyalurannya digulirkan mulai September ini. ’’Mungkin di minggu keempat bulan ini kita bagi untuk tahap IV,’’ tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih memroses perubahan regulasi di Bagian Hukum Setdakot Mojokerto. Sebab, dengan bertambahnya penerima, maka harus dilakukan penyesuaian nominal jumlah penerimaan bantuan.

- Advertisement -

Mantan Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini menyebutkan, bansos sembako sejak awal hanya ditetapkan kuota 5.500 warga. Setiap penerima manfaat diberikan sembako senilai Rp 300 ribu per bulan. Namun, dengan tambahan 5 ribu warga eks penerima BST Pemprov, maka nilai bantuan terpaksa harus dipangkas. ’’Jadi nanti menerima separonya. Dari semula sembako senilai Rp 300 ribu menjadi Rp 150 ribu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dua Jabatan Kadis Segera Dilelang

Sekretaris Dinsos Kota Mojokerto ini beralasan, kebijakan tersebut mengadopsi dari penyaluran BST dari pemerintah pusat. Sebab, bantuan yang semula dibagikan sebesar Rp 600 ribu kini menjadi Rp 300 ribu. Namun, penerimaannya diperpanjang hingga akhir 2020 mendatang. ’’Jadi bantuan APBD ini nanti juga akan disalurkan sampai Desember,’’ tandas Heru.

Namun, pihaknya belum merinci jenis bahan sembako yang akan dikurangi porsinya. Sebab, pada penerimaan bansos sebelumnya, warga penerima manfaat diberikan jenis komoditas yang diseragamkan. Yaitu, 15 kilogram (kg) beras, 2 liter minyak, 1 kg gula, 2 kg telur, dan 12 bungkus mi instan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/