alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Siapkan Senjata, Antisipasi Gesekan Antarkelompok

MOJOKERTO – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriah yang jatuh hari ini mendapat perhatian petugas keamanan. Termasuk Polres Mojokerto Kota. Betapa tidak, peringatan yang biasa disebut Suroan ini ternyata berlangsung bersamaan dengan libur panjang mulai hari ini hingga Minggu (24/9).

Kondisi itu mau tak mau wajib diantisipasi polresta dengan pengamanan penuh demi menjaga stabilitas keamanan agar tidak muncul gangguan sekecil apa pun di tengah-tengah masyarakat. Tiga gangguan utama diantisipasi polresta sebagai hal yang paling rawan. Yakni, pencurian/perampokan, kecelakaan lalu lintas, hingga aksi terorisme.

Tak hanya itu, kegiatan Suroan yang biasa digelar salah satu perguruan silat juga cukup menjadi atensi khusus setelah mengaca dari pengalaman bentrok yang sempat terjadi di kawasan utara sungai. Kapolresta Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo, setelah apel pengamanan 1 Muharam menegaskan, menjamin situasi kondusif masyarakat kota dan utara sungai selama libur panjang yang berlangsung selama 4 hari itu.

Baca Juga :  Herbal Jawa, Ramuan Leluhur yang Diyakini Manjur

Selama ini, pihaknya menilai stabilitas keamanan telah berjalan cukup baik. Tidak ada provokasi yang ditemukan apalagi konflik yang berkepanjangan. ’’Tingkat kerawanan di Kota Mojokerto masih kondusif dan aman. Kita juga akan melakukan operasi gabungan skala besar, operasi bersama tiga pilar ke perbatasan dan stasiun serta terminal dan tempat keramainan lainnya,’’ ungkapnya.

Nah, untuk meminimalisir kejadian tersebut agar tidak muncul, tak kurang 600 personel gabungan diterjunkan. Mulai tadi malam, mereka telah tersebar dan menjaga di semua penjuru perbatasan desa dan kelurahan di 3 kecamatan wilayah kota dan 4 kecamatan di wilayah utara sungai Kabupaten Mojokerto.

Upaya tersebut sekaligus untuk menciptakan suasana kondusif dari tradisi Suroan yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat. Tak hanya berjaga biasa, personel yang dilibatkan juga diasah dengan keterampilan dan kemampuan pengamanan lebih.

Baca Juga :  Warga Tuding Oknum Polisi Dapat Jatah, Kapolsek-Kasatreskrim Membantah

Seperti penanggulangan teror hingga penanganan laka lantas demi menciptakan peringatan Tahun Baru Islam berjalan aman dan lancar. ’’Kesiapan kita mulai dari personel dan alat khusus yang dipakai untuk mengamankan wilayah. Hampir 600 personel dilibatkan dan masyarakat diimbau untuk sama-sama mewujudkan keamanan yang sudah kondusif agar lebih kondusif lagi,’’ imbuhnya.

Seperti diketahui, saat peringatan Tahun Baru Islam 1438 H tahun lalu, wilayah hukum polresta tepatnya di Kecamatan Dawarblandong sempat terjadi bentrokan antara anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan warga. Aksi tersebut muncul pasca anggota PSHT menggelar kegiatan rutin Suroan di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet.

MOJOKERTO – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriah yang jatuh hari ini mendapat perhatian petugas keamanan. Termasuk Polres Mojokerto Kota. Betapa tidak, peringatan yang biasa disebut Suroan ini ternyata berlangsung bersamaan dengan libur panjang mulai hari ini hingga Minggu (24/9).

Kondisi itu mau tak mau wajib diantisipasi polresta dengan pengamanan penuh demi menjaga stabilitas keamanan agar tidak muncul gangguan sekecil apa pun di tengah-tengah masyarakat. Tiga gangguan utama diantisipasi polresta sebagai hal yang paling rawan. Yakni, pencurian/perampokan, kecelakaan lalu lintas, hingga aksi terorisme.

Tak hanya itu, kegiatan Suroan yang biasa digelar salah satu perguruan silat juga cukup menjadi atensi khusus setelah mengaca dari pengalaman bentrok yang sempat terjadi di kawasan utara sungai. Kapolresta Mojokerto AKBP Puji Hendro Wibowo, setelah apel pengamanan 1 Muharam menegaskan, menjamin situasi kondusif masyarakat kota dan utara sungai selama libur panjang yang berlangsung selama 4 hari itu.

Baca Juga :  Herbal Jawa, Ramuan Leluhur yang Diyakini Manjur

Selama ini, pihaknya menilai stabilitas keamanan telah berjalan cukup baik. Tidak ada provokasi yang ditemukan apalagi konflik yang berkepanjangan. ’’Tingkat kerawanan di Kota Mojokerto masih kondusif dan aman. Kita juga akan melakukan operasi gabungan skala besar, operasi bersama tiga pilar ke perbatasan dan stasiun serta terminal dan tempat keramainan lainnya,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Nah, untuk meminimalisir kejadian tersebut agar tidak muncul, tak kurang 600 personel gabungan diterjunkan. Mulai tadi malam, mereka telah tersebar dan menjaga di semua penjuru perbatasan desa dan kelurahan di 3 kecamatan wilayah kota dan 4 kecamatan di wilayah utara sungai Kabupaten Mojokerto.

Upaya tersebut sekaligus untuk menciptakan suasana kondusif dari tradisi Suroan yang masih berjalan di tengah-tengah masyarakat. Tak hanya berjaga biasa, personel yang dilibatkan juga diasah dengan keterampilan dan kemampuan pengamanan lebih.

Baca Juga :  Serangan Hama Masif di Tiga Desa

Seperti penanggulangan teror hingga penanganan laka lantas demi menciptakan peringatan Tahun Baru Islam berjalan aman dan lancar. ’’Kesiapan kita mulai dari personel dan alat khusus yang dipakai untuk mengamankan wilayah. Hampir 600 personel dilibatkan dan masyarakat diimbau untuk sama-sama mewujudkan keamanan yang sudah kondusif agar lebih kondusif lagi,’’ imbuhnya.

Seperti diketahui, saat peringatan Tahun Baru Islam 1438 H tahun lalu, wilayah hukum polresta tepatnya di Kecamatan Dawarblandong sempat terjadi bentrokan antara anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan warga. Aksi tersebut muncul pasca anggota PSHT menggelar kegiatan rutin Suroan di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/