alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Seleksi CPNS Dilanjutkan September

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto akhirnya sedikit bernapas lega. Pasalnya, tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) akan segera digulirkan pasca ditunda karena pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto mengatakan, dilanjutkannya tahapan seleksi CPNS 2019 setelah turunnya Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) B:611/M.SM.01.00/2020. Dia menyebutkan jika tahap akhir seleksi CPNS akan dijadwalkan kembali mulai September mendatang. ’’Tanggalnya belum tahu. Pokoknya antara September-Oktober,’’ terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan ujian tetap dengan menerapkan sistem computer assisted test (CAT). Endri menyatakan, pelaksanaannya tidak akan digelar secara mandiri seperti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di GMSC, Februari lalu.

Baca Juga :  Desak Insentif Guru TPQ Dicairkan

Dia menyebutkan, jika pelaksanaan SKB nanti rencananya akan digelar dengan bergabung. ’’Kan jumlahnya tidak terlalu banyak di Kota Mojokerto, mungkin kita gabung dengan BKN Kanreg II di Surabaya,’’ ulasnya.

Seluruh pelaksanaan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh peserta akan dilakukan pemeriksaan kondisi klinis sebelum diperbolehkan unuk mesuk ke ruang ujian. Antara lain, dengan pengukuran suhu tubuh dengan stadar maksimal 37,3 derajat Celsius. ’’Misalnya suhunya terlalu tinggi nanti disendirikan. Karena ini kan langsung,’’ paparnya.

Endri menyatakan, peserta yang telah dinyatakan lolos dari tahapan SKD diminta untuk mempersiapkan diri. Terutama dalam hal menjaga kondisi kesehatan. Pihaknya juga akan segera melakukan pengumuman jika telah menerima kepastian jadwal.

Baca Juga :  451 Rumah dan 113 Hektare Sawah Terendam

Tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan jadwal. Pasalnya, pelaksanaan akan diawali ujian sekolah kedinasan lebih dulu. ’’Jika dalam pelaksanaan ujian tersebut ditemukan ada sebaran kasus Covid-19, maka pelaksanaan SKB berpotensi kembali diundur. Atau bisa juga diubah caranya melalui daring (dalam jaringan),’’ pungkas Endri Agus.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto akhirnya sedikit bernapas lega. Pasalnya, tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) akan segera digulirkan pasca ditunda karena pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto mengatakan, dilanjutkannya tahapan seleksi CPNS 2019 setelah turunnya Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) B:611/M.SM.01.00/2020. Dia menyebutkan jika tahap akhir seleksi CPNS akan dijadwalkan kembali mulai September mendatang. ’’Tanggalnya belum tahu. Pokoknya antara September-Oktober,’’ terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan ujian tetap dengan menerapkan sistem computer assisted test (CAT). Endri menyatakan, pelaksanaannya tidak akan digelar secara mandiri seperti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di GMSC, Februari lalu.

Baca Juga :  451 Rumah dan 113 Hektare Sawah Terendam

Dia menyebutkan, jika pelaksanaan SKB nanti rencananya akan digelar dengan bergabung. ’’Kan jumlahnya tidak terlalu banyak di Kota Mojokerto, mungkin kita gabung dengan BKN Kanreg II di Surabaya,’’ ulasnya.

Seluruh pelaksanaan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh peserta akan dilakukan pemeriksaan kondisi klinis sebelum diperbolehkan unuk mesuk ke ruang ujian. Antara lain, dengan pengukuran suhu tubuh dengan stadar maksimal 37,3 derajat Celsius. ’’Misalnya suhunya terlalu tinggi nanti disendirikan. Karena ini kan langsung,’’ paparnya.

Endri menyatakan, peserta yang telah dinyatakan lolos dari tahapan SKD diminta untuk mempersiapkan diri. Terutama dalam hal menjaga kondisi kesehatan. Pihaknya juga akan segera melakukan pengumuman jika telah menerima kepastian jadwal.

Baca Juga :  Temuan Situs di Proyek Pelebaran TPA Jadi Polemik Tak Berujung
- Advertisement -

Tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan jadwal. Pasalnya, pelaksanaan akan diawali ujian sekolah kedinasan lebih dulu. ’’Jika dalam pelaksanaan ujian tersebut ditemukan ada sebaran kasus Covid-19, maka pelaksanaan SKB berpotensi kembali diundur. Atau bisa juga diubah caranya melalui daring (dalam jaringan),’’ pungkas Endri Agus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/