alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Perjuangan Melawan Covid-19 Belum Tuntas

Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan upaya-upaya masif percepatan vaksinasi lansia. Salah satunya dengan melibatkan stakeholder terkait agar semakin banyak lansia yang divaksin.

 

 

Setiap vaksin yang datang bakal langsung didistribusikan kepada calon penerima. ’’Memprioritaskan vaksinasi lansia di semua tempat, tentunya karena lansia kelompok paling rentan ini yang harus kita berikan perlindungan lebih,’’ ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto Hariyanto, kemarin.

Total lansia di Kota Mojokerto 17 ribu jiwa. Jumlah itu tak menyurutkan Dinkes P2KB Kota Mojokerto terus mengajak masyarakat melakukan vaksinasi. Terbukti, dari jumlah sasaran lansia yang divaksin hampir mencapai 80 persen dari total keseluruhan sudah tercover. Vaksinasi memiliki banyak manfaat. Di antaranya merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19. ’’Selain itu, ketika tertular dampaknya tidak berat, dan tentunya untuk mencapai herd immunity (imunitas kelompok),’’ tutur Hariyanto.

Baca Juga :  RSI Sakinah Mojokerto Raih Akreditasi Paripurna dari KARS

Kendati demikian, Hariyanto meminta masyarakat tak lengah pada protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Terlebih, pasca- lonjakan kasus di Kota Mojokerto dalam beberapa waktu lalu. Sejauh ini tim tracing masih bekerja, sehingga tidak menutup kemungkinan kasus aktif akan semakin bertambah. ’’Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mencegah penularan covid-19. Sedangkan kewajiban terhadap protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,’’ paparnya.

Dia juga terus menganjurkan masyarakat untuk jujur terhadap kondisi kesehatan serta riwayat perjalanan mereka. Selain itu, jika masyarakat merasa tidak sehat dan mengalami salah satu atau lebih gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan terdekat. Lantaran, sambungnya, jika masyarakat tidak anti terhadap petugas kesehatan maupun tempat pelayanan kesehatan semuanya bisa dicegah lebih dini. Sehingga, permasalahan kesehatan terutama Covid-19 dapat tertangani dan memutus rantai penularan. ’’Jika masyarakat patuh serta taat terhadap protokol kesehatan, maka rantai penularan Covid-19 dapat diputus. Masyarakat menjadi sehat, ekonomi kuat, dan Kota Mojokerto berjaya,’’ harapnya. (oce/abi)

Baca Juga :  Patahkan Ambisi dengan Mengingat Tuhan

Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan upaya-upaya masif percepatan vaksinasi lansia. Salah satunya dengan melibatkan stakeholder terkait agar semakin banyak lansia yang divaksin.

 

 

Setiap vaksin yang datang bakal langsung didistribusikan kepada calon penerima. ’’Memprioritaskan vaksinasi lansia di semua tempat, tentunya karena lansia kelompok paling rentan ini yang harus kita berikan perlindungan lebih,’’ ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto Hariyanto, kemarin.

Total lansia di Kota Mojokerto 17 ribu jiwa. Jumlah itu tak menyurutkan Dinkes P2KB Kota Mojokerto terus mengajak masyarakat melakukan vaksinasi. Terbukti, dari jumlah sasaran lansia yang divaksin hampir mencapai 80 persen dari total keseluruhan sudah tercover. Vaksinasi memiliki banyak manfaat. Di antaranya merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19. ’’Selain itu, ketika tertular dampaknya tidak berat, dan tentunya untuk mencapai herd immunity (imunitas kelompok),’’ tutur Hariyanto.

Baca Juga :  Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju

Kendati demikian, Hariyanto meminta masyarakat tak lengah pada protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Terlebih, pasca- lonjakan kasus di Kota Mojokerto dalam beberapa waktu lalu. Sejauh ini tim tracing masih bekerja, sehingga tidak menutup kemungkinan kasus aktif akan semakin bertambah. ’’Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mencegah penularan covid-19. Sedangkan kewajiban terhadap protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,’’ paparnya.

- Advertisement -

Dia juga terus menganjurkan masyarakat untuk jujur terhadap kondisi kesehatan serta riwayat perjalanan mereka. Selain itu, jika masyarakat merasa tidak sehat dan mengalami salah satu atau lebih gejala Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan terdekat. Lantaran, sambungnya, jika masyarakat tidak anti terhadap petugas kesehatan maupun tempat pelayanan kesehatan semuanya bisa dicegah lebih dini. Sehingga, permasalahan kesehatan terutama Covid-19 dapat tertangani dan memutus rantai penularan. ’’Jika masyarakat patuh serta taat terhadap protokol kesehatan, maka rantai penularan Covid-19 dapat diputus. Masyarakat menjadi sehat, ekonomi kuat, dan Kota Mojokerto berjaya,’’ harapnya. (oce/abi)

Baca Juga :  Dorong Segera Makamkan Kerangka Manusia

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/