alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Tekan Penyebaran PMK, Terapkan Penyekatan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto menerapkan penyekatan di tiap perbatasan untuk menghindari hilir mudik sapi di tengah fokus melakukan pengobatan. Pemeriksaan angkutan ini untuk menyikapi merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak kian meluas.

Kamis malam (19/5), petugas gabungan dari Dinas Pertanian , Satpol PP, TNI dan Polri dikerahkan melakukan penyekatan di jalan Bypass depan Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Dari arah Jombang menuju Mojokerto-Surabaya. Setidaknya 10 truk dihentikan. Satu persatu diperiksa untuk memastikan muatannya. ’’Penyekatan ini sebagai antisipasi agar PMK tidak kian meluas. Untuk daerah wabah, keluar masuk sapi di Kabupaten Mojokerto kan tidak diperbolehkan,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto drh Agus Hardjito.

Petugas gabungan dikerahkan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbasatan. Salah satunya di Bypass Trowulan yang menjadi akses lalu lalang kendaraan antarkota. Hasilnya, satu di antara kendaraan yang diperiksa, diketahui mengangkut dua ekor sapi.

Baca Juga :  Tempat Pemotongan Sapi Perorangan Ditutup

Petugas menerapkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di atas kendaraan. Sapi yang diangkut pikup bernopol S 9946 NF milik Mukminin itu sedianya dibawa pulang ke Kintelan, Kecamatan Puri. Setelah sebelumnya diambil dari kawasan Pakis, Kecamatan Trowulan. ’’Setelah kami periksa kondisi sapi sehat, sapi boleh dilalulintaskan atau melanjutkan perjalanan,’’ tegasnya.

Pemeriksaan dilakukan pada mulut dan kaki. Sesuai data disperta, kini kasus PMK di kabupaten Mojokerto tembus 1.813 ekor sapi terjangkit. Namun, angka itu juga diimbangi dengan meningkatnya kesembuhan pada hewan ternak. Per hari bisa mencapai 30 ekor atau dengan angka kesembuhan 474 ekor. ’’Penularannya memang cepat, tapi risiko kefatalan rendah,’’ tandasnya.

Kendati pembatasan diperketat, para peternak tak perlu resah. Sebab, di masing-masing kecamatan terdapat Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Di tiap BPP ada petugas pemeriksa kesehatan hewan. Sehingga para peternak bisa meminta surat keterangan sehat jika hendak diperjual belikan. ’’Pemeriksaan sehat juga gratis dan langsung jadi. Tapi dengan catatan untuk di lalu lintaskan di kawasan wabah, kalau keluar Mojokerto tetap tidak boleh. Jadi, selama ada PMK, kami dengan petugas gabungan terus melakukan penyekatan,’’ katanya.

Baca Juga :  Sepi, Isoter Hanya Dihuni 9 Pasien

Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi, menambahkan, operasi gabungan digelar guna mengantisipasi persebaran PMK pada hewan ruminansia berkuku belah. Dalam operasi gabungan ini, penyekatan tak sekadar dilakukan di jalur Jombang–Surabaya, melainkan di beberapa perbatasan.
Tak hanya memeriksa pengemudi, dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dikerahkan guna memeriksa kesehatan sapi. ’’Ini bentuk sinergitas pemerintah, Polri, dan TNI dalam menanggulangi persebaran PMK di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, petugas akan rutin menggelar penyekatan kendaraan angkutan ternak hingga waktu yang belum ditentukan. ’’Penyekatan ini akan digelar rutin selama PMK masih ada. Dan penyekatan ini bukan hanya di wilayah perbatasan Mojokerto – Jombang saja, tapi juga di titik-titik perbatasan Pasuruan dan Sidoarjo,’’ tandasmya. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto menerapkan penyekatan di tiap perbatasan untuk menghindari hilir mudik sapi di tengah fokus melakukan pengobatan. Pemeriksaan angkutan ini untuk menyikapi merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak kian meluas.

Kamis malam (19/5), petugas gabungan dari Dinas Pertanian , Satpol PP, TNI dan Polri dikerahkan melakukan penyekatan di jalan Bypass depan Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Dari arah Jombang menuju Mojokerto-Surabaya. Setidaknya 10 truk dihentikan. Satu persatu diperiksa untuk memastikan muatannya. ’’Penyekatan ini sebagai antisipasi agar PMK tidak kian meluas. Untuk daerah wabah, keluar masuk sapi di Kabupaten Mojokerto kan tidak diperbolehkan,’’ ungkap Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto drh Agus Hardjito.

Petugas gabungan dikerahkan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbasatan. Salah satunya di Bypass Trowulan yang menjadi akses lalu lalang kendaraan antarkota. Hasilnya, satu di antara kendaraan yang diperiksa, diketahui mengangkut dua ekor sapi.

Baca Juga :  Empat Paket Proses Lelang, Dua Paket Sudah Ada Pemenang

Petugas menerapkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di atas kendaraan. Sapi yang diangkut pikup bernopol S 9946 NF milik Mukminin itu sedianya dibawa pulang ke Kintelan, Kecamatan Puri. Setelah sebelumnya diambil dari kawasan Pakis, Kecamatan Trowulan. ’’Setelah kami periksa kondisi sapi sehat, sapi boleh dilalulintaskan atau melanjutkan perjalanan,’’ tegasnya.

Pemeriksaan dilakukan pada mulut dan kaki. Sesuai data disperta, kini kasus PMK di kabupaten Mojokerto tembus 1.813 ekor sapi terjangkit. Namun, angka itu juga diimbangi dengan meningkatnya kesembuhan pada hewan ternak. Per hari bisa mencapai 30 ekor atau dengan angka kesembuhan 474 ekor. ’’Penularannya memang cepat, tapi risiko kefatalan rendah,’’ tandasnya.

Kendati pembatasan diperketat, para peternak tak perlu resah. Sebab, di masing-masing kecamatan terdapat Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Di tiap BPP ada petugas pemeriksa kesehatan hewan. Sehingga para peternak bisa meminta surat keterangan sehat jika hendak diperjual belikan. ’’Pemeriksaan sehat juga gratis dan langsung jadi. Tapi dengan catatan untuk di lalu lintaskan di kawasan wabah, kalau keluar Mojokerto tetap tidak boleh. Jadi, selama ada PMK, kami dengan petugas gabungan terus melakukan penyekatan,’’ katanya.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Jadi Tuan Rumah, Rakerwil AMSI Jatim Diikuti Puluhan Anggota
- Advertisement -

Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi, menambahkan, operasi gabungan digelar guna mengantisipasi persebaran PMK pada hewan ruminansia berkuku belah. Dalam operasi gabungan ini, penyekatan tak sekadar dilakukan di jalur Jombang–Surabaya, melainkan di beberapa perbatasan.
Tak hanya memeriksa pengemudi, dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dikerahkan guna memeriksa kesehatan sapi. ’’Ini bentuk sinergitas pemerintah, Polri, dan TNI dalam menanggulangi persebaran PMK di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, petugas akan rutin menggelar penyekatan kendaraan angkutan ternak hingga waktu yang belum ditentukan. ’’Penyekatan ini akan digelar rutin selama PMK masih ada. Dan penyekatan ini bukan hanya di wilayah perbatasan Mojokerto – Jombang saja, tapi juga di titik-titik perbatasan Pasuruan dan Sidoarjo,’’ tandasmya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/