alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Mahasiswi asal Kota Mojokerto Diisolasi

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto, bertambah menjadi empat orang. Mereka kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi guna menunggu hasil uji laboratorium swab apakah terinfeksi coronavirus disease (Covid-19) atau tidak.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Prof dr Soekandar dr Gigih Setijawan mengatakan, bertambahnya jumlah PDP tersebut menyusul pihaknya kembali menerima dua orang pasien pada Rabu (18/3). Keduanya mengalami gejala klinis yang mengarah pada Covid-19 setelah berkunjung dari daerah yang berstatus zona merah wabah virus korona di Jawa Timur (Jatim).

Masing-masing adalah seorang laki-laki usia 27 tahun yang dirujuk oleh salah satu puskemsas di Kabupaten Mojokerto. Awalnya, warga yang berdomisili di Kabupaten Mojokerto itu mengalami gejala batuk, panas, dan disertai sesak. Gejala tersebut, dialami setelah pasien pulang bekerja dari Surabaya. ”Sekarang alhamdulillah sudah kondisi membaik,” terangnya, kemarin.

Pada hari itu pula, Rabu (18/3), rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto ini kembali menerima pasien dengan keluhan yang sama. Kali ini dialami oleh seorang mahasiswi kisaran usia 22-23 tahun. Gadis asal Kota Mojokerto tersebut sebelumnya memiliki rekam jejak dari kampusnya di Kota Apel, Malang. ”Keluhannya sama, batuk, pilek, dan panas. Tapi dua-duanya juga mempunyai riwayat asma,” ulasnya.

Baca Juga :  RSUD Prof dr Soekandar Normal Baru, Ruang Operasi Kembali Normal

Gigih menyebutkan, keduanya kini masih dilakukan perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar. Sebab, selain mengalami gejala klinis, dua pasien tersebut juga memiliki riwayat local transmition di daerah sebaran Covid-19. Bahkan, Pemprov Jatim telah menetapkan Kota Surabaya dan Kota Malang sebagai zona merah wabah virus korona. ”Semuanya transmisi lokal. Karena tidak ada yang perjalanan dari luar negeri,” tandasnya.

Dengan demikian, total jumlah PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar menjadi empat orang. Sebelumnya terdapat seorang pasien berusia 52 tahun yang masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3). Awalnya, pasien mengeluhkan batuk dan nyeri tenggorokan sepulang dari Pulau Dewata. Selain itu juga ada bayi berusia 4 tahun. Balita berjenis kelamin laki-laki itu juga mengalami gejala batuk, flu, dan demam.

Pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari Bandung, Jawa Barat. Kedua wilayah tersebut juga dinyatakan menjadi daerah sebaran virus korona di tanah air. Dokter spesialis paru ini menyatakan, keempat pasien telah dilakukan pengambilan swab  Jumat (20/3). Spesimen tersebut telah dikirim ke Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk diuji laboratorium. ”Keempatnya sudah di-swab hari ini (kemarin, Red). Laporannya sudah masuk di laboratorium, tinggal tunggu hasil,” bebernya.

Baca Juga :  Bawaslu Tunda Bimtek dan MoU

Gigih mengaku belum dapat memastikan kapan hasil laboratorium bisa keluar. Namun, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu 1 hingga 2 kali 24 jam. Dari hasil uji laboratorium itu lah akan diketahui apakah pasien terinfeksi Covid-19 atau tidak.  ”Untuk sementara pasien masih di ruang isolasi. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub menambahkan, sejak menjalani perawatan di ruang isolasi, semua PDP dalam keadaan membaik. Bahkan, gejala klinis seperti batuk, flu, dan demam yang sebelumnya dialami oleh masing-masing pasien sudah jauh berkurang.

Hanya saja, tahapan pemeriksaan laboratorium harus tetap dilakukan untuk mengatahui penyebab gejala pasien. ”Untuk memastikan, kalau hasilnya negatif ya kita dipulangkan. Karena kondisinya sudah membaik semua,” terangnya.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto, bertambah menjadi empat orang. Mereka kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi guna menunggu hasil uji laboratorium swab apakah terinfeksi coronavirus disease (Covid-19) atau tidak.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Prof dr Soekandar dr Gigih Setijawan mengatakan, bertambahnya jumlah PDP tersebut menyusul pihaknya kembali menerima dua orang pasien pada Rabu (18/3). Keduanya mengalami gejala klinis yang mengarah pada Covid-19 setelah berkunjung dari daerah yang berstatus zona merah wabah virus korona di Jawa Timur (Jatim).

Masing-masing adalah seorang laki-laki usia 27 tahun yang dirujuk oleh salah satu puskemsas di Kabupaten Mojokerto. Awalnya, warga yang berdomisili di Kabupaten Mojokerto itu mengalami gejala batuk, panas, dan disertai sesak. Gejala tersebut, dialami setelah pasien pulang bekerja dari Surabaya. ”Sekarang alhamdulillah sudah kondisi membaik,” terangnya, kemarin.

Pada hari itu pula, Rabu (18/3), rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto ini kembali menerima pasien dengan keluhan yang sama. Kali ini dialami oleh seorang mahasiswi kisaran usia 22-23 tahun. Gadis asal Kota Mojokerto tersebut sebelumnya memiliki rekam jejak dari kampusnya di Kota Apel, Malang. ”Keluhannya sama, batuk, pilek, dan panas. Tapi dua-duanya juga mempunyai riwayat asma,” ulasnya.

Baca Juga :  Pasangan Batu Tangga Istana Ditemukan, Situs Kumitir Simpan Bangunan

Gigih menyebutkan, keduanya kini masih dilakukan perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar. Sebab, selain mengalami gejala klinis, dua pasien tersebut juga memiliki riwayat local transmition di daerah sebaran Covid-19. Bahkan, Pemprov Jatim telah menetapkan Kota Surabaya dan Kota Malang sebagai zona merah wabah virus korona. ”Semuanya transmisi lokal. Karena tidak ada yang perjalanan dari luar negeri,” tandasnya.

Dengan demikian, total jumlah PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar menjadi empat orang. Sebelumnya terdapat seorang pasien berusia 52 tahun yang masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3). Awalnya, pasien mengeluhkan batuk dan nyeri tenggorokan sepulang dari Pulau Dewata. Selain itu juga ada bayi berusia 4 tahun. Balita berjenis kelamin laki-laki itu juga mengalami gejala batuk, flu, dan demam.

- Advertisement -

Pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari Bandung, Jawa Barat. Kedua wilayah tersebut juga dinyatakan menjadi daerah sebaran virus korona di tanah air. Dokter spesialis paru ini menyatakan, keempat pasien telah dilakukan pengambilan swab  Jumat (20/3). Spesimen tersebut telah dikirim ke Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk diuji laboratorium. ”Keempatnya sudah di-swab hari ini (kemarin, Red). Laporannya sudah masuk di laboratorium, tinggal tunggu hasil,” bebernya.

Baca Juga :  Seluruh Paramedis RSUD Harus Pakai APD

Gigih mengaku belum dapat memastikan kapan hasil laboratorium bisa keluar. Namun, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu 1 hingga 2 kali 24 jam. Dari hasil uji laboratorium itu lah akan diketahui apakah pasien terinfeksi Covid-19 atau tidak.  ”Untuk sementara pasien masih di ruang isolasi. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub menambahkan, sejak menjalani perawatan di ruang isolasi, semua PDP dalam keadaan membaik. Bahkan, gejala klinis seperti batuk, flu, dan demam yang sebelumnya dialami oleh masing-masing pasien sudah jauh berkurang.

Hanya saja, tahapan pemeriksaan laboratorium harus tetap dilakukan untuk mengatahui penyebab gejala pasien. ”Untuk memastikan, kalau hasilnya negatif ya kita dipulangkan. Karena kondisinya sudah membaik semua,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Muslimah pun Membantu Menghias Kelenteng

24 Ribu Warga Belum Divaksin

Jangan Pernah Gaptek

Artikel Terbaru


/