alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Ini Ucapan Terakhir MKP di Depan Jenazah Putra Sulungnya

MOJOKERTO – Kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan dari raut wajah Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) sesaat setelah tiba di kediamannya di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kamis (21/3) subuh.

Tangis haru langsung pecah ketika ia duduk bersimpuh di hadapan ayahanda, H Jakfaril yang sedari malam menanti kedatangannya dari Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya. Kesedihan semakin tak terkendali manakala MKP menghampiri keranda jenazah sang buah hati, Jiansyah Kamal Pasya yang meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Tol Ngawi-Solo, Rabu (20/3) petang.

Dengan langkah gontai dan raut muka sembab, sedikit demi sedikit MKP membuka tirai dan tutup peti jenazah tempat putra sulungnya disemayamkan. Hingga akhirnya ia dengan jelas melihat sekujur tubuh sang buah hati yang sudah terbalut kain kafan.

Baca Juga :  Asuransi Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Ketua RT/RW Disetujui

Beberapa kali ia mengusap setiap jengkal jasad anaknya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali. Seolah ia tak menyangka akan takdir kematian Jian. “Maafkan papa ya nak, maaf,” ucap MKP sambil tersedu mendekap almarhum.

MKP sendiri baru tiba di rumah duka tepat pukul 04.15. Dengan menumpangi mobil Toyota Innova hitam, ia dikawal dua petugas Rutan Medaeng untuk melihat langsung jasad putranya. Ia mendapatkan izin keluar rutan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Yakni, pasal 81 yang memberikan hak kepada napi, berupa izin keluar dengan alasan; menjadi wali nikah, keluarga dekat meninggal dunia atau sakit keras, mengurus pembagian warisan, juga menghadiri pernikahan anak kandung.

Baca Juga :  Manfaatkan Gedung SDN yang Tak Terpakai, Kabupaten Tambah 23 TK Negeri

 

MOJOKERTO – Kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan dari raut wajah Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) sesaat setelah tiba di kediamannya di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kamis (21/3) subuh.

Tangis haru langsung pecah ketika ia duduk bersimpuh di hadapan ayahanda, H Jakfaril yang sedari malam menanti kedatangannya dari Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya. Kesedihan semakin tak terkendali manakala MKP menghampiri keranda jenazah sang buah hati, Jiansyah Kamal Pasya yang meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Tol Ngawi-Solo, Rabu (20/3) petang.

Dengan langkah gontai dan raut muka sembab, sedikit demi sedikit MKP membuka tirai dan tutup peti jenazah tempat putra sulungnya disemayamkan. Hingga akhirnya ia dengan jelas melihat sekujur tubuh sang buah hati yang sudah terbalut kain kafan.

Baca Juga :  Gudang Produksi Pigura di Pungging Dilalap Api

Beberapa kali ia mengusap setiap jengkal jasad anaknya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali. Seolah ia tak menyangka akan takdir kematian Jian. “Maafkan papa ya nak, maaf,” ucap MKP sambil tersedu mendekap almarhum.

MKP sendiri baru tiba di rumah duka tepat pukul 04.15. Dengan menumpangi mobil Toyota Innova hitam, ia dikawal dua petugas Rutan Medaeng untuk melihat langsung jasad putranya. Ia mendapatkan izin keluar rutan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Yakni, pasal 81 yang memberikan hak kepada napi, berupa izin keluar dengan alasan; menjadi wali nikah, keluarga dekat meninggal dunia atau sakit keras, mengurus pembagian warisan, juga menghadiri pernikahan anak kandung.

Baca Juga :  Kenaikan Tunjangan Dewan di Tengah Pandemi, Akan Lukai Hati Rakyat
- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/