alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Dibatasi Delapan Karateka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keinginan cabor karate Kabupaten Mojokerto menurunkan lebih banyak atletnya di Porprov harus bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, KONI Kabupaten Mojokerto sebagai induk cabor telah memastikan kuota atlet cabor bela diri ini maksimal hanya 8 karateka. Atau hanya separo dari total karateka yang saat ini menjalani pemusatan latihan di GOR Gajah Mada Mojosari.

Alhasil, pencoretan mau tidak mau harus dilakoni Pengkab Forki Mojokerto untuk memastikan 8 atlet yang siap bersaing di Porprov nanti. Kepastian kuota tersebut diumumkan saat KONI memonitor dan evaluasi (monev) pelaksanaan training center (TC) karate Selasa (18/1) malam. Dalam monev tersebut, perwakilan KONI mengutarakan kuota atlet kepada pengurus Forki.

Baca Juga :  Agenda Sidang PN Dihapus

Di mana, 8 atlet dinilai sudah cukup maksimal setelah disesuaikan dengan hasil penilaian tim monev. Di mana, tiga indikator utama menjadi dasar penilaian, mulai dari prestasi atlet, peta persaingan, dan kekuatan anggaran. ’’Kuota yang diberikan KONI 8 atlet, namun TC Forki saat ini ada 16 Atlet,’’ terang pengurus Pengkab Forki Mojokerto, Seprianus kemarin.

Namun 8 atlet tersebut belum bisa dipastikan nama atlet dan nomor/kelas yang diikuti. Sebab, KONI juga akan berkoordinasi kembali dengan Forki untuk menentukan atlet mana saja yang dianggap siap bersaing merebut medali. Sehingga ketika sang atlet ditetapkan sebagai kontingen, sudah ada garansi medali yang siap diraih. ’’Penetapannya nanti by name oleh KONI melalui tim monitoring yang selalu memantau kelayakan dan kinerja atlet. Kapan mengerucutnya, tergantung tim monev,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Dipentaskan di Panggung hingga Layar Kaca

Meski demikian, Pengkab Forki menuntut agar KONI secepatnya menetapkan nama atlet. Pertengahan Februari dinilai sebagai waktu yang tepat dalam memastikan nama atlet yang siap diturunkan. Sehingga Pengkab Forki bisa memaksimalkan waktu TC yang hanya tersisa lima bulan kedepan. ’’Kami minta sampai Februari sudah mengerucut,’’ tandasnya.

TC cabor karate sendiri saat ini masih diisi 16 karateka. Mereka terbagi di dua kategori nomor dan kelas yang dipertandingkan di Porprov. Yakni kata dan kumite mulai -55 kilogram (kg) sampai +80 kg putra. Dan -48 kg sampai dengan +80 kg putri. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keinginan cabor karate Kabupaten Mojokerto menurunkan lebih banyak atletnya di Porprov harus bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, KONI Kabupaten Mojokerto sebagai induk cabor telah memastikan kuota atlet cabor bela diri ini maksimal hanya 8 karateka. Atau hanya separo dari total karateka yang saat ini menjalani pemusatan latihan di GOR Gajah Mada Mojosari.

Alhasil, pencoretan mau tidak mau harus dilakoni Pengkab Forki Mojokerto untuk memastikan 8 atlet yang siap bersaing di Porprov nanti. Kepastian kuota tersebut diumumkan saat KONI memonitor dan evaluasi (monev) pelaksanaan training center (TC) karate Selasa (18/1) malam. Dalam monev tersebut, perwakilan KONI mengutarakan kuota atlet kepada pengurus Forki.

Baca Juga :  Agenda Sidang PN Dihapus

Di mana, 8 atlet dinilai sudah cukup maksimal setelah disesuaikan dengan hasil penilaian tim monev. Di mana, tiga indikator utama menjadi dasar penilaian, mulai dari prestasi atlet, peta persaingan, dan kekuatan anggaran. ’’Kuota yang diberikan KONI 8 atlet, namun TC Forki saat ini ada 16 Atlet,’’ terang pengurus Pengkab Forki Mojokerto, Seprianus kemarin.

Namun 8 atlet tersebut belum bisa dipastikan nama atlet dan nomor/kelas yang diikuti. Sebab, KONI juga akan berkoordinasi kembali dengan Forki untuk menentukan atlet mana saja yang dianggap siap bersaing merebut medali. Sehingga ketika sang atlet ditetapkan sebagai kontingen, sudah ada garansi medali yang siap diraih. ’’Penetapannya nanti by name oleh KONI melalui tim monitoring yang selalu memantau kelayakan dan kinerja atlet. Kapan mengerucutnya, tergantung tim monev,’’ tambahnya.

Baca Juga :  28 Desa Dihantui Banjir dan Longsor, Berikut Nama-Nama Desanya

Meski demikian, Pengkab Forki menuntut agar KONI secepatnya menetapkan nama atlet. Pertengahan Februari dinilai sebagai waktu yang tepat dalam memastikan nama atlet yang siap diturunkan. Sehingga Pengkab Forki bisa memaksimalkan waktu TC yang hanya tersisa lima bulan kedepan. ’’Kami minta sampai Februari sudah mengerucut,’’ tandasnya.

TC cabor karate sendiri saat ini masih diisi 16 karateka. Mereka terbagi di dua kategori nomor dan kelas yang dipertandingkan di Porprov. Yakni kata dan kumite mulai -55 kilogram (kg) sampai +80 kg putra. Dan -48 kg sampai dengan +80 kg putri. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/