alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Menara Masjid Agung Miring

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga sekitar Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, waswas. Hal itu setelah mereka melihat konstruksi salah satu menara tersebut miring.

’’Pandangan orang-orang sini melihatnya ada sedikit kemiringan. Karena lihat setiap hari,’’ ungkap salah seorang warga.

Kemiringan itu terjadi sejak lama. Namun, saat ini, tingkat kemiringan kian nampak. Terlebih, jika dilihat dari bagian samping. ’’Menara bagian muka yang utara. Miringnya ke timur. Kalau miring beneran dan roboh, bahaya banget bagi warga,’’ paparnya.

Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam (Madasa) Kabupaten Mojokerto Bunawi Siram, tak membantah jika salah satu menara kondisinya miring. Namun, menurut dia, bukan pada konstruksi bangunan menaranya, tetapi pada mahkotanya. ’’Itu kan bangunan 2007, tingginya menara 2,5 meter, itu berat sekali ternyata. Ada beberapa bautnya yang keropos, lepas, dan akhirnya miring,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Rehab Bangunan di P-APBD 2020, Hanya Sentuh 10 Sekolah

Namun, dikatakannya, kondisi menara itu cepat disikapi agar tidak merembet dan membahayakan masyarakat. Sehingga, pihaknya memastikan sudah tak ada masalah. ’’Tapi, itu (kemiringan) bukan konstruksi betonnya. Bukan hal yang prinsip. Mahkotanya saja, karena kena angin kencang. Miringnya ke barat, tapi sudah dibetulkan semua,’’ paparnya.

Hingga kini masjid yang mulai dibangun tahun 2007 itu belum tuntas. Menurut Bunawi, masih 60 persen. Untuk itu, pihaknya menargetkan 2023 selesai. Masjid yang bakal menjadi ikon Kabupaten Mojokerto itu direncanakan dengan pendekatan teknis, histori, dan ekonomis. ’’Artinya bangunan konstuksi kuat, arsitektur agamis, tapi kita tetap murah,’’ ujarnya.

Hingga kini pembangunan sudah menyerap anggaran sekitar Rp 20 miliar. Untuk pembangunan lanjutan, tahun ini pemda kembali menggelontor Rp 5 miliar dari APBD 2021. Hibah ini bakal difokuskan pada finising bangunan. Khusunya di lantai bawah untuk kepentingan kamar mandi  dan tempat berwudu. ’’Pokoknya menyesuaikan pendanaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Disidak Bupati, PT Ajinomoto Telah Penuhi Standar Prokes Pemerintah

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga sekitar Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, waswas. Hal itu setelah mereka melihat konstruksi salah satu menara tersebut miring.

’’Pandangan orang-orang sini melihatnya ada sedikit kemiringan. Karena lihat setiap hari,’’ ungkap salah seorang warga.

Kemiringan itu terjadi sejak lama. Namun, saat ini, tingkat kemiringan kian nampak. Terlebih, jika dilihat dari bagian samping. ’’Menara bagian muka yang utara. Miringnya ke timur. Kalau miring beneran dan roboh, bahaya banget bagi warga,’’ paparnya.

Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam (Madasa) Kabupaten Mojokerto Bunawi Siram, tak membantah jika salah satu menara kondisinya miring. Namun, menurut dia, bukan pada konstruksi bangunan menaranya, tetapi pada mahkotanya. ’’Itu kan bangunan 2007, tingginya menara 2,5 meter, itu berat sekali ternyata. Ada beberapa bautnya yang keropos, lepas, dan akhirnya miring,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Polemik Daftar Ulang SMAN 1 Puri, Cabdindik Cuci Tangan

Namun, dikatakannya, kondisi menara itu cepat disikapi agar tidak merembet dan membahayakan masyarakat. Sehingga, pihaknya memastikan sudah tak ada masalah. ’’Tapi, itu (kemiringan) bukan konstruksi betonnya. Bukan hal yang prinsip. Mahkotanya saja, karena kena angin kencang. Miringnya ke barat, tapi sudah dibetulkan semua,’’ paparnya.

Hingga kini masjid yang mulai dibangun tahun 2007 itu belum tuntas. Menurut Bunawi, masih 60 persen. Untuk itu, pihaknya menargetkan 2023 selesai. Masjid yang bakal menjadi ikon Kabupaten Mojokerto itu direncanakan dengan pendekatan teknis, histori, dan ekonomis. ’’Artinya bangunan konstuksi kuat, arsitektur agamis, tapi kita tetap murah,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Hingga kini pembangunan sudah menyerap anggaran sekitar Rp 20 miliar. Untuk pembangunan lanjutan, tahun ini pemda kembali menggelontor Rp 5 miliar dari APBD 2021. Hibah ini bakal difokuskan pada finising bangunan. Khusunya di lantai bawah untuk kepentingan kamar mandi  dan tempat berwudu. ’’Pokoknya menyesuaikan pendanaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  22 Nama Disodorkan ke KASN

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/