alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Temukan Mamin, Sarden hingga Susu Expired di Pasaran

MOJOKERTO – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama BPOM, Disperindag, dan Satgas Pangan Reskrim Polres Mojokerto, gelar razia makanan dan minuman (mamin), Rabu (19/12).

Razia tersebut menyasar pasar dan swalayan. Hasilnya, di pasar banyak makanan yang belum ada izin produk industri rumah tangga (PIRT). Sedangkan di Swalayan, beberapa makanan kaleng sudah expired atau kedaluwarsa.

Hal tersebut bertentangan dengan UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Razia kali pertama sasar Pasar Raya Mojosari. Semua petugas melakukan pengecekan produk makanan dan minuman.

’’Temuan kita yang di Pasar Raya Mojosari, banyak produk makanan yang belum ada izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga),’’ kata Mas’ud Susanto, kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Segera Gelar Razia Produk Mamin

Dari temuan tersebut, rata-rata merupakan hasil produksi dari luar wilayah Kabupaten Mojokerto. Sehingga, pihaknya akan membuat surat tembusan ke pemerintah daerah asalnya. ’’Nanti kita surati,’’ katanya.

Dinkes membeli temuan itu untuk sampel. Rencananya dikirim ke laboratorium. Sementara terharap pejual, pihaknya mengimbau agar tidak membeli atau menjual lagi produk yang tidak ada nomor PIRT-nya.

’’Yang begitu (tidak ada nomor PIRT) jangan dibeli atau dijual,’’ ungkapnya. Terkait sosialisasi PIRT produk pangan kepada para pedagang, pihaknya telah rutin melakukan sosialisasi. Setahun empat kali sosialisasi.

Namun, untuk sosialisasi secara menyeluruh kepada semua pedagang, belum bisa maksimal. Hal itu lantaran rata-rata pedagang pasar keluar masuk. Sementara itu, lokasi kedua di Ria Swalayan di Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam Tak Wajar, Tembus Rp 34 Ribu

Di lokasi tersebut, pihaknya mendapati beberapa produk makanan kemasan kaleng yang sudah expired. Seperti sarden, ikan tuna kaleng, susu kaleng, bubur instan, hingga abon kemasan toples plastik.

Sehingga, dikatakan Mas’ud, langsung dilakukan pemusnahan di lokasi. ’’Kita juga membuat surat teguran kepada pihak swalayan dan membuat surat pernyataan,’’ jelasnya.

Selain itu, beberapa produk makanan kemasan kaleng di antaranya dalam kondisi penyok. ’’Yang penyok itu kita takutkan ada kuman yang masuk makanya. Sehingga, kita menyuruh untuk ditarik kembali. Dan jika memang sudah expired, disuruh musnahkan sekalian,’’ paparnya.

Pihaknya mengimbau pihak swalayan untuk aktif melakukan pengecekan terhadap tanggal kedaluwarsa. ’’Bisa tiap minggu. Kalau memang sudah masa expired kurang beberapa hari, kan bisa ditarik kembali,’’ pungkasnya. (sad)

 

MOJOKERTO – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama BPOM, Disperindag, dan Satgas Pangan Reskrim Polres Mojokerto, gelar razia makanan dan minuman (mamin), Rabu (19/12).

Razia tersebut menyasar pasar dan swalayan. Hasilnya, di pasar banyak makanan yang belum ada izin produk industri rumah tangga (PIRT). Sedangkan di Swalayan, beberapa makanan kaleng sudah expired atau kedaluwarsa.

Hal tersebut bertentangan dengan UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Razia kali pertama sasar Pasar Raya Mojosari. Semua petugas melakukan pengecekan produk makanan dan minuman.

’’Temuan kita yang di Pasar Raya Mojosari, banyak produk makanan yang belum ada izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga),’’ kata Mas’ud Susanto, kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Tes CPNS Gugur sebelum Pengumuman
- Advertisement -

Dari temuan tersebut, rata-rata merupakan hasil produksi dari luar wilayah Kabupaten Mojokerto. Sehingga, pihaknya akan membuat surat tembusan ke pemerintah daerah asalnya. ’’Nanti kita surati,’’ katanya.

Dinkes membeli temuan itu untuk sampel. Rencananya dikirim ke laboratorium. Sementara terharap pejual, pihaknya mengimbau agar tidak membeli atau menjual lagi produk yang tidak ada nomor PIRT-nya.

’’Yang begitu (tidak ada nomor PIRT) jangan dibeli atau dijual,’’ ungkapnya. Terkait sosialisasi PIRT produk pangan kepada para pedagang, pihaknya telah rutin melakukan sosialisasi. Setahun empat kali sosialisasi.

Namun, untuk sosialisasi secara menyeluruh kepada semua pedagang, belum bisa maksimal. Hal itu lantaran rata-rata pedagang pasar keluar masuk. Sementara itu, lokasi kedua di Ria Swalayan di Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  Tebing Breksi, Sensasi Wisata Malam, Nikmati Jogja dari Ketinggian

Di lokasi tersebut, pihaknya mendapati beberapa produk makanan kemasan kaleng yang sudah expired. Seperti sarden, ikan tuna kaleng, susu kaleng, bubur instan, hingga abon kemasan toples plastik.

Sehingga, dikatakan Mas’ud, langsung dilakukan pemusnahan di lokasi. ’’Kita juga membuat surat teguran kepada pihak swalayan dan membuat surat pernyataan,’’ jelasnya.

Selain itu, beberapa produk makanan kemasan kaleng di antaranya dalam kondisi penyok. ’’Yang penyok itu kita takutkan ada kuman yang masuk makanya. Sehingga, kita menyuruh untuk ditarik kembali. Dan jika memang sudah expired, disuruh musnahkan sekalian,’’ paparnya.

Pihaknya mengimbau pihak swalayan untuk aktif melakukan pengecekan terhadap tanggal kedaluwarsa. ’’Bisa tiap minggu. Kalau memang sudah masa expired kurang beberapa hari, kan bisa ditarik kembali,’’ pungkasnya. (sad)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/