Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Warga Rela Terinjak demi Maulidan

Tradisi Keresan Mengelo, Pandemi Sempat Vakum

20 Oktober 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Warga Rela Terinjak demi Maulidan

KERESAN: Ratusan warga berebut hadiah yang diletakkan di atas pohon keres di Dusun Mengelo Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto kemarin, tradisi keresan tersebut merupakan acara tahunan yang digelar warga setempat untuk memperingati kelahiran Na (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi keresan di Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto, kembali digelar kemarin. Meski tahun lalu vakum karena pandemi, antusiasme warga dalam tradisi dusun ini tetap tinggi. Warga berbondong-bondong memadati halaman Masjid Darussalam untuk memeriahkan tradisi itu.

Salah satu tradisi leluhur tersebut digelar dengan sejumlah rangkaian acara sejak kemarin pagi. Mulia dari pawai, pengajian, sunatan masal, hingga vaksinasi masal. Puncaknya adalah keresan itu sendiri. Pohon keres ditancapkan di tengah jalan tak jauh dari halaman masjid. Sejumlah hadiah  dirangkai sedemikian mulai dari bawah hingga atas pohon keres dan satu gunungan. Hadiah itu di antaranya, pakaian, sandal, sepatu, tas, topi, hasil bumi, hingga voucher internet.

Sehingga, hal tersebut menarik antusiasme warga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mulai dari anak-anak, emak-emak, hingga orang dewasa memadati lokasi untuk bersiap mendapatkan berkah maulid Nabi dan memperebutkan sejumlah hadiah. Hingga sekitar pukul 11.00, usai dilantunkan doa, warga lantas berebut hadiah pada pohon keres dan gunungan hasil bumi itu. Pohon keres bagi kaum Adam dan gunungan hasil bumi bagi kaum Hawa.

Baca juga: 70 Hadiah Diundi untuk Peserta

Seperti Mutrofin, 40. Warga Sooko gang IV itu turut hadir memeriahkan tradisi keresan. Demi mendapatkan hasil bumi yang tertata di gunungan, dia rela berebut, berdesak-desakan, hingga terinjak warga lainnya. Beruntung, akhirnya Mutrofin berhasil mengantongi nanas, petai, wortel, terong, hingga degan untuk dibawa pulang. ’’Ndak  apa-apa terinjak-injak. Gak sakit, gak kerasa karena semangat merayakan Maulidan,’’ sebutnya di lokasi kemarin.

Tradisi keresan yang tahun lalu sempat vakum membuatnya kali ini lebih semangat. Gelaran tahunan itu ditiadakan sementara lantaran tahun lalu persebaran Covid-19 masih tinggi. Tak pelak, dia berbondong-bondong datang bersama dua putri dan seorang saudarinya. ’’Senang sekali, hampir setiap tahun datang tapi tahun lalu ndak ada. Ini rencananya mau dimasak sendiri sama dibagikan ke saudara,’’ terangnya.

Ketua Panitia Keresan sekaligus Kepala Dusun Mengelo Chalul Fidiyan, 33, menjelaskan tradisi ini digelar setiap tahun sejak sekitar tahun 1957. Tradisi tersebut digelar guna memeriahkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. ’’Filosofinya, dengan adanya hadiah itu pohon keres pun ikut senang dan bahagia menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW,’’ terangnya.

Berbagai hadiah tersebut tak lain hasil patungan sukarela warga. Di mana pohon keres dan gunungan beserta isinya itu disiapkan sejak dua hari sebelumnya.

Dikatakannya, pengajian, sunatan masal, hingga vaksinasi masal jadi rangkaian acara tradisi keresan kemarin. Pihaknya turut membatasi jumlah warga yang hadir sebanyak 150 orang. ’’Kami juga menggelar vaksinasinasi masal pagi tadi (kemarin). Jadi kami sekaligus mendorong program pemerintah dalam vaksinasi masal,’’ tukas Chulul. (vad/abi)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia