Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Anak-Anak Boleh Masuk Mal

Kota Level 1 PPKM, Pasar Operasi 100 Persen

20 Oktober 2021, 12: 20: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Anak-Anak Boleh Masuk Mal

MULAI LONGGAR: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan penurunan level 1 PPKM di Rumah Rakyat, Selasa (19/10). (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kota Mojokerto turun level pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali. Bahkan, langsung terjun dua tingkat dari level 3 ke 1. Setidaknya, hingga dua pekan ke depan aktivitas masyarakat mulai mendekati new normal dengan pelonggaran di berbagai sektor. Salah satunya, anak-anak boleh masuk mal.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, penurunan level 1 PPKM di Kota Mojokerto tertuang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021. Kota Mojokerto menjadi salah satu dari lima daerah di Jawa Timur (Jatim) yang mencapai level terendah pada perpanjangan PPKM yang berlaku hingga 1 November.

’’Alhamdulilah, mulai hari ini (kemarin), Selasa (19/10), Kota Mojokerto sudah masuk level 1 PPKM,’’ terang Ning Ita, sapaan akrab wali kota saat ditemui di Rumah Rakyat, kemarin (19/10).

Baca juga: Penuh Dukungan dan Luar Biasa

Dengan turunnya level PPKM tersebut, maka dibarengikebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat di sejumlah sektor. Mengacu pada Inmendagri 53/2021, pasar rakyat dan pusat perniagaan atau mal sudah bisa beroperasi normal dengan kapasitas penuh alias 100 persen. Di samping itu, anak usia12 tahun ke bawah juga diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua. Karena tempat hiburan anak yang semula ditutup kini diperbolehkan buka dengan syarat menerapkan PeduliLindungi.

Pelonggaran juga diberlakukan di bioskop. Dari semula dibatasi 50 persen, pada level 1 ini bisa menampung hingga 70 persen dan terbuka bagi anak-anak. Demikian pula dengan tempat ibadah juga diizinkan menggelar kegiatan keagamaan berjamaah dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Selain itu, fasilitas umum dan objek wisata juga bisa kembali menerima kunjungan wisatawan. Termasuk bagi anak usia 12 tahun ke bawah dengan pendampingan orang tua. Kegiatan seni dan budaya, olahraga, serta sosial masyarakat juga boleh digelar dengan kapasitas paling banyak 75 persen. ’’Ini artinya kegiatan-kegiatan di berbagai sektor sudah lebih longgar dibandingkan dengan sebelumnya (level 3),’’ tandas Ning Ita.

Beberapa pelonggaran juga diberlakukan di sektor industri, perkantoran, hingga kegiatan masyarkat lainnya. Sehingga, aktivitas warga sudah mendekati tatanan normal dengan tetap harus menerapkan protokol kesehatan tetap.

Karena itu, Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan 5M. Karena capaian level 1 PPKM masih akan terus dievaluasi tiap dua pekan. Dan, tidak menutup kemungkinan level bisa kembali meningkat jika warga abai terhadap prokes. ’’Satu-satunya kunci agar kita tetap bertahan di level 1 adalah pelaksanaan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun berada. Meski sudah terjadi pelonggaran kegiatan pada berbagai sektor,’’ tuturnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, turunnya level PPKM dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya makin membaiknya hasil asesmen situasi Covid-19 di Kota Mojokerto.

Dari enam indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seluruhnya telah masuk kategori memadai. Meliputi jumlah kasus konfirmasi, rawat inap di rumah sakit (RS), tingkat kematian, testing, tracing, hingga treatment atau Bed Occupancy Ratio (BOR).

Di samping itu, tercapainya level 1 juga tidak lepas karena tidak diberlakukannya lagi wilayah aglomerasi. Selama ini, sebut Ning Ita, Kota Mojokerto masuk dalam wilayah Gerbangkertasusila. Akibatnya, kota sulit beranjak dari level 3 PPKM lantaran ada daerah di wilayah aglomerasi yang belum mencapai target minimal cakupan vaksinasi. ’’Pada saat diberlakukannya Inmendagri sebelumnya (49/2021), seharusnya kita sudah level 1. Tapi karena harus mengikuti aglomerasi, sehingga tetap di level 3,’’ sambungnya.

Berdasarkan  data dashboard Kemenkes per Selasa (19/10), capaian vaksinasi dosis pertama Kota Mojokerto telah menembus 137.303 sasaran atau mencapai 135,21 persen. Artinya telah melampaui batas minimal dari 70 persen yang dipersyartakan untuk bisa turun ke level 1 PPKM. Demikan dengan sasaran kelompok lansia yang sudah 68,56 persen dari batas minimal 60 persen.

Kota Mojokerto juga sedang mengejar cakupan vaksinasi lengkap. Saat ini, vaksin dosis kedua telah mencapai 91,61 persen. Sehingga 8,39 persen sasaran dikejar dengan melakukan sweeping. ’’Vaksinasi akan terus kita lakukan dan menyasar siapa saja. Tidak hanya warga yang ber-KTP Kota Mojokerto, tapi siapa pun yang berainteraksi di wilayah kami akan divaksin,’’ pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus aktif selama beberapa pekan terakhir juga terus menurun. Satgas Kota Mojokerto mencatat, kasus aktif hanya tersisa 1 orang. Dari total 684 RT se-Kota, 683 berstatus hijau alias zero kasus. Hanya 1 RT yang masuk zona kuning di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. BOR ruang isolasi di RS juga menyentuh 1,25 persen atau hanya terpakai 2 pasien. Sehingga, 4 dari 6 RS yang menangani Covid-19 juga nihil pasien. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia