Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Wisata Lumpuh, Target PAD Terjun Bebas

20 September 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Wisata Lumpuh, Target PAD Terjun Bebas

Candi Tikus yang menjadi salah satu andalan pemerintah Kabupaten Mojokerto di sektor wisata, kini tanpa pengunjung. (SOFANKURNIAWAN/radarmojokerto.id)

Share this      

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, berakibat besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Potensi sebesar Rp 2 miliar dari sektor ini terancam lenyap. Disparpora pun menurunkan target pendapatan lebih dari separo.

’’Bagaimana lagi. Situasi masih pandemi Covid-19, sesuai pelaksanaan PPKM level Jawa-Bali, wisata merupakan salah satu objek yang memang belum diperbolehkan buka,’’ kata Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo, Minggu (19/9).

Menurutnya, pariwisata lumpuh tidak beroperasi hampir tiga bulan selama penerapan PPKM. Imbasnya, selain membuat pertumbuhan ekonomi di sektor wisata belum pulih, Pemkab Mojokerto juga kehilangan potensi PAD yang cukup besar. ’’Potensi kehilangan PAD di sektor pariwisata sekitar Rp 2 miliar. Itu hitungan kasar sesuai evaluasi di waktu normal, karena dua bulan lebih tutup, bulan ramai-ramainya pengunjung di waktu liburan dan musim panas,’’ tandasnya.

Baca juga: Senam Yoga, Cocok Untuk Pemanasan Sebelum Workout

Potensi kehilangannya PAD ini, secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap target PAD sektor pariwisata. Disparpora mencatat, target PAD mencapai Rp 14,5 miliar. Target yang sama seperti tahun 2019 lalu.

Tak urung, dengan situasi pandemi yang berkepanjangan saat ini, disparpora terpaksa harus menyesuaikan target PAD. ’’Kita turunkan 50 persen lebih. Dari yang awalnya Rp 14,5 miliar menjadi Rp 6 miliar karena situasi Pandemi,’’ paparnya. Amat menyebut, penurunan target PAD sektor pariwisata ini, dicantumkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (P-APBD).

Hingga kini, ia masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat terkait perpanjangan maupun penurunan PPKM Level yang ada di wilayah kerjanya. Termasuk, untuk melakukan uji coba objek wisata di Kabupaten Mojokerto yang masuk 20 wisata se-Indonesia.

Hal itu sesuai Surat Edaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), Nomor;177/SRT/DIR.INDUSTRI/IX/2021. Tentang penyampaian 20 tempat wisata yang akan dilakukan uji coba protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi tahap II. ’’Pengumuman Menteri Luhut dan Mendagri PPKM periode sampai besok 20 September, nah malam biasanya ada pengumuman perpanjangan dan perubahan level dan pelonggaran. Periode ini ada 20 tempat wisata yang sudah uji coba, salah satunya Claket Adventure Park di Kabupaten Mojokerto, namun kepastiannya nunggu pengumuman besok (hari ini),’’ jelasnya.

Kini, pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas barcode Aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk wisatawan di seluruh destinasi pariwisata yang dikelola Pemkab Kabupaten Mojokerto. Sedangkan, wisata yang dikelola swasta nantinya akan dalam pengawasan Tim Evaluasi Disparpora terkait penerapan Aplikasi PeduliLindungi di objek pariwisata. ’’Semua objek wisata memang harus dilengkapi QR Code Aplikasi PeduliLindungi yang saat ini masih dalam proses pengajuan online parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif),’’ tuturnya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia