alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Apotek Jual Vitamin dengan Harga Tak Wajar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kedapatan menjual vitamin dengan harga di luar kewajaran, salah satu apotek di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, bakal dijatuhi sanksi surat teguran. Kondisi ini diketahui usai petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (19/7).

Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menemukan apotek tersebut menjual vitamin jenis zegavit yang dijual dengan harga eceran Rp 5 ribu per tablet. Atau dengan per boksnya setara dengan Rp 250 ribu.

Harga tersebut sangat berbeda dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Permenkes. ”Padahal, harusnya dijual 15 persen dari faktur penjualan, yaitu Rp 198 ribu per boksnya. Sedangkan, untuk per tablet, harganya Rp 4.554 ribu. Tapi, ternyata mereka jualnya segitu, tidak sesuai dengan Permenkes,” ungkap Plt Kepala Dinkes P2KB Hariyanto ditemui di Gedung Nusantara Pemkot Mojokerto.

Baca Juga :  Perekaman Paspor Haji Dipercepat, Hindari Penerbitan Visa Ketlisut

Pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia ini Setkot Mojokerto ini menuturkan, pihak apotek berdalih, mereka terpaksa tetap menjual tablet vitamin dengan harga tersebut. Pasalnya, distributor memberikan kisaran harga tersebut. Alhasil, Dinkes P2KB bakal memberikan surat teguran kepada apotek tersebut untuk kembali menjual dengan harga normal sesuai aturan. ”Belum kita tindak tegas, ini baru peringatan dulu kita kasih surat. Tapi, kalau perkembangannya masih kedapatan seperti itu nanti kita tindak lanjuti,” tegas Hariyanto.

Selain monitoring harga obat, Hariyanto menambahkan, kepada apotek yang hanya buka sampai pukul 12.00 itu untuk mengondisikan situasi apotek. Lantaran, kondisi apotek tersebut masih kedapatan bergerombol dan didapati banyak pengunjung yang tidak menaati protokol kesehatan (prokes). ”Sudah kita imbau juga agar pemilik apotek memperhatikan prokes. Seperti pembelian obat agar tidak menggerumbul, memakai masker, dan mencuci tangan,” papar dia.

Baca Juga :  Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

Dalam sidak tersebut, lanjut dia, total ada empat apotek yang dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, rata-rata ketersediaan obat Covid-19 dan antivirus mengalami kekosongan. Hanya tersedia beberapa multivitamin yang dijual apotek. Hariyanto juga membeberkan sidak tersebut juga menyasar tiga klinik kecantikan dan dua salon di Kota Mojokerto.

”Kita dapati klinik kecantikan kini mulai dari konsultasi dan pembelian serta pengantaran produk pesanan sudah dilakukan secara online semua. Kemudian, untuk salon dan pangkas rambut sudah tutup semua,” tandasnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kedapatan menjual vitamin dengan harga di luar kewajaran, salah satu apotek di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, bakal dijatuhi sanksi surat teguran. Kondisi ini diketahui usai petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (19/7).

Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menemukan apotek tersebut menjual vitamin jenis zegavit yang dijual dengan harga eceran Rp 5 ribu per tablet. Atau dengan per boksnya setara dengan Rp 250 ribu.

Harga tersebut sangat berbeda dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Permenkes. ”Padahal, harusnya dijual 15 persen dari faktur penjualan, yaitu Rp 198 ribu per boksnya. Sedangkan, untuk per tablet, harganya Rp 4.554 ribu. Tapi, ternyata mereka jualnya segitu, tidak sesuai dengan Permenkes,” ungkap Plt Kepala Dinkes P2KB Hariyanto ditemui di Gedung Nusantara Pemkot Mojokerto.

Baca Juga :  Hari Terakhir, Lima Parpol Gajah Belum Mendaftar di KPU

Pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia ini Setkot Mojokerto ini menuturkan, pihak apotek berdalih, mereka terpaksa tetap menjual tablet vitamin dengan harga tersebut. Pasalnya, distributor memberikan kisaran harga tersebut. Alhasil, Dinkes P2KB bakal memberikan surat teguran kepada apotek tersebut untuk kembali menjual dengan harga normal sesuai aturan. ”Belum kita tindak tegas, ini baru peringatan dulu kita kasih surat. Tapi, kalau perkembangannya masih kedapatan seperti itu nanti kita tindak lanjuti,” tegas Hariyanto.

Selain monitoring harga obat, Hariyanto menambahkan, kepada apotek yang hanya buka sampai pukul 12.00 itu untuk mengondisikan situasi apotek. Lantaran, kondisi apotek tersebut masih kedapatan bergerombol dan didapati banyak pengunjung yang tidak menaati protokol kesehatan (prokes). ”Sudah kita imbau juga agar pemilik apotek memperhatikan prokes. Seperti pembelian obat agar tidak menggerumbul, memakai masker, dan mencuci tangan,” papar dia.

Baca Juga :  Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

Dalam sidak tersebut, lanjut dia, total ada empat apotek yang dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, rata-rata ketersediaan obat Covid-19 dan antivirus mengalami kekosongan. Hanya tersedia beberapa multivitamin yang dijual apotek. Hariyanto juga membeberkan sidak tersebut juga menyasar tiga klinik kecantikan dan dua salon di Kota Mojokerto.

- Advertisement -

”Kita dapati klinik kecantikan kini mulai dari konsultasi dan pembelian serta pengantaran produk pesanan sudah dilakukan secara online semua. Kemudian, untuk salon dan pangkas rambut sudah tutup semua,” tandasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/