alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Buka Program Kader Ulama dan Al Azhar

Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di negeri ini. Sebelum muncul lembaga-lembaga pendidikan formal, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta.

Lembaga pendidikan pesantren telah terbukti melahirkan sederet tokoh yang hebat di negeri ini. Dan, dengan kekhasannya, pesantren mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Demikian juga di era disrupsi. Keberadaan pesantren sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penanaman karakter dan akhlak hanya bisa dilakukan secara efektif di pesantren karena setiap hari dalam 24 jam para santri  langsung mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari para ustad, musyrif dan mudabbir.

Pola seperti ini tidak bisa dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan formal non pesantren. Sangat wajar jika saat ini banyak orang tua merasa lebih aman jika putra-putrinya belajar di pondok pesantren.

eLKISI, Lembaga Pendidikan Berbasis Adab

Problem umat dan bangsa saat ini adalah masalah adab yang biasa disebut dengan karakter, akhlak atau moral. eLKISI menilai, hal ini sebagai persoalan yang sangat serius dan membutuhkan penanganan intens.

Hal ini sejalan dengan falsafah bangsa pada sila yang kedua yakni kemanusian yang adil dan beradab dan dirumuskan dalam UU SISDINAS No. 20 tahun 2003. Atas dasar itu, Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI melakukan penguatan adab atau karakter pada santri yang diaktualisasikan dengan pengkajian kitab-kitab adab bagi para santri serta penanaman nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari di pondok.

Baca Juga :  Jadi Wadah Pengembangan Potensi Siswa

Di usia pesantren yang memasuki sepuluh tahun, eLKISI terus melakukan perubahan-perubahan yang terkadang susah diikuti oleh sebagian orang. Selain kurikulun Diknas dan Pesantren, mulai tahun ajaran 2020/2021 eLKISI akan menerapkan kurikulum Al Azhar setelah secara resmi melakukan kerja sama dengan AL AZHAR Kairo Mesir melalui lembaga Azhary di Jakarta.

Nantinya, lulusan SMA eLKISI, selain mendapatkan ijazah nasional dan pesantren, juga akan mendapatkan ijazah dari Al Azhar sehingga alumni eLKISI bisa langsung diterima di Universitas Al Azhar Kairo.

Hal ini merupakan langkah maju yang cukup spektakuler bagi eLKISI yang saat ini alumninya sudah ada yang belajar di Al Azhar kairo dan di Sudan. Diharapkan setelah diterapkannya kurikulum Al Azhar ini santri eLKISI akan lebih banyak yang diterima baik di Universitas Al Azhar maupun universitas-universitas lain di Timur Tengah.

Baca Juga :  CJH Dilepas Tangis Keluarga, Terbang Menuju Jeddah dengan Berihram

Program Reguler

ProgramTahfiz maudhu’i adalah ciri khas Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI. Program ini wajib bagi santri yang tidak mengikuti program khusus, yaitu tahfidh Alquran dan Kader Ulama dan Al Azhar.

Untuk syarat naik kelas dan lulus santri eLKISI program regular harus menyelesaikan hafalan ayat-ayat dan hadis-hadis pilihan yang terdiri dari tujuh jilid sebanyak 500 hadis selain juga harus menghafal beberapa juz Alquran yang pada saat kelas tiga diujikan melalui forum munaqosyah terbuka dengan penguji baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Selain wajib mengikuti munaqosyah terbuka, santri SMA eLKISI, juga wajib membuat sebuah karya ilmiah (satu buku) yang akan dibedah oleh para panelis dari beberapa perguruan ternama di Indonesia. (bas)

 

Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di negeri ini. Sebelum muncul lembaga-lembaga pendidikan formal, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta.

Lembaga pendidikan pesantren telah terbukti melahirkan sederet tokoh yang hebat di negeri ini. Dan, dengan kekhasannya, pesantren mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Demikian juga di era disrupsi. Keberadaan pesantren sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penanaman karakter dan akhlak hanya bisa dilakukan secara efektif di pesantren karena setiap hari dalam 24 jam para santri  langsung mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari para ustad, musyrif dan mudabbir.

Pola seperti ini tidak bisa dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan formal non pesantren. Sangat wajar jika saat ini banyak orang tua merasa lebih aman jika putra-putrinya belajar di pondok pesantren.

eLKISI, Lembaga Pendidikan Berbasis Adab

Problem umat dan bangsa saat ini adalah masalah adab yang biasa disebut dengan karakter, akhlak atau moral. eLKISI menilai, hal ini sebagai persoalan yang sangat serius dan membutuhkan penanganan intens.

- Advertisement -

Hal ini sejalan dengan falsafah bangsa pada sila yang kedua yakni kemanusian yang adil dan beradab dan dirumuskan dalam UU SISDINAS No. 20 tahun 2003. Atas dasar itu, Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI melakukan penguatan adab atau karakter pada santri yang diaktualisasikan dengan pengkajian kitab-kitab adab bagi para santri serta penanaman nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari di pondok.

Baca Juga :  Rebahan di Rumah Terlalu Lama dapat Memicu Datangnya Penyakit

Di usia pesantren yang memasuki sepuluh tahun, eLKISI terus melakukan perubahan-perubahan yang terkadang susah diikuti oleh sebagian orang. Selain kurikulun Diknas dan Pesantren, mulai tahun ajaran 2020/2021 eLKISI akan menerapkan kurikulum Al Azhar setelah secara resmi melakukan kerja sama dengan AL AZHAR Kairo Mesir melalui lembaga Azhary di Jakarta.

Nantinya, lulusan SMA eLKISI, selain mendapatkan ijazah nasional dan pesantren, juga akan mendapatkan ijazah dari Al Azhar sehingga alumni eLKISI bisa langsung diterima di Universitas Al Azhar Kairo.

Hal ini merupakan langkah maju yang cukup spektakuler bagi eLKISI yang saat ini alumninya sudah ada yang belajar di Al Azhar kairo dan di Sudan. Diharapkan setelah diterapkannya kurikulum Al Azhar ini santri eLKISI akan lebih banyak yang diterima baik di Universitas Al Azhar maupun universitas-universitas lain di Timur Tengah.

Baca Juga :  CJH Dilepas Tangis Keluarga, Terbang Menuju Jeddah dengan Berihram

Program Reguler

ProgramTahfiz maudhu’i adalah ciri khas Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI. Program ini wajib bagi santri yang tidak mengikuti program khusus, yaitu tahfidh Alquran dan Kader Ulama dan Al Azhar.

Untuk syarat naik kelas dan lulus santri eLKISI program regular harus menyelesaikan hafalan ayat-ayat dan hadis-hadis pilihan yang terdiri dari tujuh jilid sebanyak 500 hadis selain juga harus menghafal beberapa juz Alquran yang pada saat kelas tiga diujikan melalui forum munaqosyah terbuka dengan penguji baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Selain wajib mengikuti munaqosyah terbuka, santri SMA eLKISI, juga wajib membuat sebuah karya ilmiah (satu buku) yang akan dibedah oleh para panelis dari beberapa perguruan ternama di Indonesia. (bas)

 

Artikel Terkait

Most Read

Pemkab Optimalkan PAD Pajak

Kamarku Dipakai Selingkuh Istriku

Adik Tikam Kakak Kandung dengan Sajam

Artikel Terbaru


/