alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Jatuh, Kaki Calon Jamaah Haji Patah, Tunda Keberangkatan Tahun Depan

MOJOKERTO – Calon jamaah haji (CJH) asal Kota Mojokerto dipastikan tidak berangkat utuh tahun ini. Menyusul, ada seorang warga yang menunda sakit akibat mengalami patah tulang kaki.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto, Bambang Sunariyadi menjelaskan, total CJH Kota Mojokerto musim haji tahun ini sebanyak 134 kursi. Namun, satu kuota tersebut gagal terpenuhi, lantaran satu CJH mengajukan tunda karena sakit. ”Ada satu orang yang tunda berangkat karena sakit. Kakinya patah karena habis jatuh,” ungkapnya.

CJH tersebut adalah Abdul Latif Halim Prawiro, asal Lingkungan Penarip, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Menurut Bambang, CJH berusia 88 tahun ini sebenarnya telah menjalani tindakan operasi dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, karena kaki kirinya belum sepenuhnya pulih, terpaksa harus menunda keberangkatan.

Baca Juga :  Belum Terakreditasi, 11 SMA/SMK Tak Bisa Gelar UNBK

”Sehingga kita masukkan daftar tunggu di tahun depan,” paparnya. Dengan demikian, CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci kini tersisa 133 orang. Bambang menyebutkan, mereka dijadwalkan untuk dilepas ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), pada Senin (22/7) nanti.

Mereka tergabung di kelompok terbang (kloter) 52, tergabung dengan daerah lain. Di antaranya dari Kabupaten Bondowoso sebanyak 136 orang, Sidoarjo 91 orang, dan Jombang 85 orang. Bambang menyebutkan, seluruh persiapan sudah hampir rampung 100 persen. Visa dan kartu kesehatan jamaah haji (KKJH) juga telah terpenuhi.

Pihaknya juga telah menjadwalkan penyetoran koper haji yang berlangsung mulai Jumat (19/7) hingga hari ini. ”Sudah siap semua, kita tinggal menunggu surat perintah masuk asrama saja,” tandasnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari 133 CJH, lebih dari separonya berstatus risiko tinggi (risti). Bambang menyebutkan, sebanyak 86 akan mendapat pemantauan khusus tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) akibat memiliki riwayat penyakit dan lanjut usia (lansia).

Baca Juga :  Wali Kota Jamin Harga Pangan Aman dan Stabil

”Tim kesehatan akan membagi KKJH ketika rombongan naik bus. Sehingga saat turun di asrama haji, dokter embarkasi tinggal mengecek saja. Untuk mempercepat proses,” imbuhnya. Bambang menambahkan, seluruh CJH akan kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan saat berada di AHES nanti. Tahap akhir tersebut menjadi penentu keberangkatan ke Tanah Suci. 

MOJOKERTO – Calon jamaah haji (CJH) asal Kota Mojokerto dipastikan tidak berangkat utuh tahun ini. Menyusul, ada seorang warga yang menunda sakit akibat mengalami patah tulang kaki.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto, Bambang Sunariyadi menjelaskan, total CJH Kota Mojokerto musim haji tahun ini sebanyak 134 kursi. Namun, satu kuota tersebut gagal terpenuhi, lantaran satu CJH mengajukan tunda karena sakit. ”Ada satu orang yang tunda berangkat karena sakit. Kakinya patah karena habis jatuh,” ungkapnya.

CJH tersebut adalah Abdul Latif Halim Prawiro, asal Lingkungan Penarip, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Menurut Bambang, CJH berusia 88 tahun ini sebenarnya telah menjalani tindakan operasi dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, karena kaki kirinya belum sepenuhnya pulih, terpaksa harus menunda keberangkatan.

Baca Juga :  Bus Dinyatakan Layak Jalan

”Sehingga kita masukkan daftar tunggu di tahun depan,” paparnya. Dengan demikian, CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci kini tersisa 133 orang. Bambang menyebutkan, mereka dijadwalkan untuk dilepas ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), pada Senin (22/7) nanti.

Mereka tergabung di kelompok terbang (kloter) 52, tergabung dengan daerah lain. Di antaranya dari Kabupaten Bondowoso sebanyak 136 orang, Sidoarjo 91 orang, dan Jombang 85 orang. Bambang menyebutkan, seluruh persiapan sudah hampir rampung 100 persen. Visa dan kartu kesehatan jamaah haji (KKJH) juga telah terpenuhi.

Pihaknya juga telah menjadwalkan penyetoran koper haji yang berlangsung mulai Jumat (19/7) hingga hari ini. ”Sudah siap semua, kita tinggal menunggu surat perintah masuk asrama saja,” tandasnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari 133 CJH, lebih dari separonya berstatus risiko tinggi (risti). Bambang menyebutkan, sebanyak 86 akan mendapat pemantauan khusus tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) akibat memiliki riwayat penyakit dan lanjut usia (lansia).

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Keliling Dihentikan
- Advertisement -

”Tim kesehatan akan membagi KKJH ketika rombongan naik bus. Sehingga saat turun di asrama haji, dokter embarkasi tinggal mengecek saja. Untuk mempercepat proses,” imbuhnya. Bambang menambahkan, seluruh CJH akan kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan saat berada di AHES nanti. Tahap akhir tersebut menjadi penentu keberangkatan ke Tanah Suci. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/