alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, June 28, 2022

Rumah dan Sekolah Terancam

Jalan Poros Desa Mojopilang Longsor

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jalan poros Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, kembali ambrol. Terdapat empat titik badan jalan yang mengalami longsor. Selain ancaman terputusnya akses, kerusakan juga membahayakan bangunan rumah dan fasilitas.

Kondisi itu terpantau di sepanjang jalan cor dari Dusun Kanigoro Kidul hingga Dusun Sidoleh. Empat titik jalan ambrol itu berada di sisi timur yang berbatasan dengan aliran sungai. Kerusakan paling baru terjadi di ruas jalan sepanjang kurang lebih 50 meter di depan rumah toko tembakau milik Danang, warga Dusun Sidoleh.

Menurut Danang, separo ruas jalan sudah ambrol sejak, Rabu (18/5). Kedalaman longsor sekitar 2 meter. Badan jalan cor patah setelah tanah penahan mengalami longsor. Kerusakan terjadi akibat jalan tergerus aliran sungai. ’’Pas hujan deras sungainya banjir, nah itu langsung ikut longsor semua,’’ katanya kemarin.

Kini, separo ruas jalan tak bisa dilalui. Titik kerusakan dipasang drum dan tali pembatas. Penggendara harus bergantian untuk melintasi badan jalan selebar satu meter yang masih tersisa. Khusus kendaraan roda empat lebih dilarang melintas.

Baca Juga :  Halau Takbir Keliling, Sembilan Titik Perbatasan Kota Disekat

Danang mengaku khawatir dengan kerusakan tersebut. Sebab, jika titik longsor bisa terus melebar sehingga membuat jalur utama antardesa itu terputus total. ’’Kalau tidak segera ditangani ya kebangetan,’’ lontar pria 35 tahun itu.

Lebih dari itu, kondisi ini mengancam bangunan ruko miliknya yang tinggal sejengkal dari titik longsor. Gerusan aliran sungai juga merusak tiga titik jalan lain yang berada di arah utara. Salah satunya yakni ruas jalan yang longsor sepanjang 10 meter depan Masjid Darul Falah Mojopilang. Di lokasi tersebut berdiri pula Gedung MI Darul Mutaalim, Dusun Sidoleh. Longsornya separo badan jalan juga membuat tiang PJU ambruk.

Di titik lain, longsoran juga membuat separo badan jalan ambruk. Masing-masing sepanjang 20 meter dan 2 meter. Kerusakan itu tampak imbas dari tergerusnya tanah penahan longsor. Terdapat badan jalan cor yang masih utuh, namun kondisinya menggantung.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Antarkabupaten Longsor

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pihanya telah melakukan peninjauan ke lokasi. Penanganan titik kerusakan rencananya dilakukan tahun ini. Badan jalan akan diperkuat dengan pembangunan plengsengan. ’’Hanya beberapa meter yang kita kita pasang karena keterbatasan anggaran, ke depannya kita usulkan lagi,’’ ujar Henri sembari menyebut jika perbaikan juga dilakukan melalui pemeliharaan rutin.

Menurut Henri, kejadian longsor kerap terjadi karena lokasi jalan yang berdampingan dengan aliran sungai. Gerusan air membuat badan jalan mudah ambrol. ’’Tanahnya juga tanah geras. Jadi kalau banjir langsung tergerus sehingga perlu penanganan khusus,’’ imbuhnya. Sebagaimana diketahui, sepanjang jalan tersebut sudah sering mengalami longsor. Hal itu banyak terjadi karena pengaruh tingginya debit sungai. (adi/ron)

Jalan Poros Desa Mojopilang Longsor

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jalan poros Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, kembali ambrol. Terdapat empat titik badan jalan yang mengalami longsor. Selain ancaman terputusnya akses, kerusakan juga membahayakan bangunan rumah dan fasilitas.

Kondisi itu terpantau di sepanjang jalan cor dari Dusun Kanigoro Kidul hingga Dusun Sidoleh. Empat titik jalan ambrol itu berada di sisi timur yang berbatasan dengan aliran sungai. Kerusakan paling baru terjadi di ruas jalan sepanjang kurang lebih 50 meter di depan rumah toko tembakau milik Danang, warga Dusun Sidoleh.

Menurut Danang, separo ruas jalan sudah ambrol sejak, Rabu (18/5). Kedalaman longsor sekitar 2 meter. Badan jalan cor patah setelah tanah penahan mengalami longsor. Kerusakan terjadi akibat jalan tergerus aliran sungai. ’’Pas hujan deras sungainya banjir, nah itu langsung ikut longsor semua,’’ katanya kemarin.

Kini, separo ruas jalan tak bisa dilalui. Titik kerusakan dipasang drum dan tali pembatas. Penggendara harus bergantian untuk melintasi badan jalan selebar satu meter yang masih tersisa. Khusus kendaraan roda empat lebih dilarang melintas.

Baca Juga :  PPKM untuk Mengendalikan Laju Covid-19 dan Menjaga Masyarakat

Danang mengaku khawatir dengan kerusakan tersebut. Sebab, jika titik longsor bisa terus melebar sehingga membuat jalur utama antardesa itu terputus total. ’’Kalau tidak segera ditangani ya kebangetan,’’ lontar pria 35 tahun itu.

- Advertisement -

Lebih dari itu, kondisi ini mengancam bangunan ruko miliknya yang tinggal sejengkal dari titik longsor. Gerusan aliran sungai juga merusak tiga titik jalan lain yang berada di arah utara. Salah satunya yakni ruas jalan yang longsor sepanjang 10 meter depan Masjid Darul Falah Mojopilang. Di lokasi tersebut berdiri pula Gedung MI Darul Mutaalim, Dusun Sidoleh. Longsornya separo badan jalan juga membuat tiang PJU ambruk.

Di titik lain, longsoran juga membuat separo badan jalan ambruk. Masing-masing sepanjang 20 meter dan 2 meter. Kerusakan itu tampak imbas dari tergerusnya tanah penahan longsor. Terdapat badan jalan cor yang masih utuh, namun kondisinya menggantung.

Baca Juga :  Sekolah Berbasis IT, Kembangkan Aplikasi Brantas Tuntas

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pihanya telah melakukan peninjauan ke lokasi. Penanganan titik kerusakan rencananya dilakukan tahun ini. Badan jalan akan diperkuat dengan pembangunan plengsengan. ’’Hanya beberapa meter yang kita kita pasang karena keterbatasan anggaran, ke depannya kita usulkan lagi,’’ ujar Henri sembari menyebut jika perbaikan juga dilakukan melalui pemeliharaan rutin.

Menurut Henri, kejadian longsor kerap terjadi karena lokasi jalan yang berdampingan dengan aliran sungai. Gerusan air membuat badan jalan mudah ambrol. ’’Tanahnya juga tanah geras. Jadi kalau banjir langsung tergerus sehingga perlu penanganan khusus,’’ imbuhnya. Sebagaimana diketahui, sepanjang jalan tersebut sudah sering mengalami longsor. Hal itu banyak terjadi karena pengaruh tingginya debit sungai. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/