alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Pasang Guardrail, Soroti Beton VMS

SEJUMLAH evaluasi langsung dilakukan pascainsiden maut yang menimpa rombongan wisata asal Surabaya di KM 712 ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Pengaman jalan atau guardrail sepanjang 200 meter sudah dipasang di bekas lokasi kecelakaan. Di sisi lain, KNKT menyoroti penggunaan material kokoh pada tiang VMS yang dinilai mengakibatkan fatalitas tinggi.

Proses pemasangan guardrail baru itu berlangsung Kamis (18/5) sore. Pemasangan dilakukan di sisi barat sepanjang 200 meter. Tepi jalan itulah yang dilalui bus saat keluar jalur sebelum akhirnya menghantam beton tiang VMS. ”Kita memang ada progres pemasangan guardrail. Itu yang pasang bagian teknik,” kata Manager Area Jasa Marga Surabaya-Mojokerto M. Irwan Danus, kemarin.

Baca Juga :  Antusias Peserta Tinggi, Pengumpulan Karya Diperpanjang

Sebelumnya, pihak Dishub Jatim juga telah memberi rekomendasi supaya sepanjang ruas jalan tol diberi pengaman. Penambahan guardrail tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan fatal. Keberadaan pembatasan jalan itu dapat menghindarkan pengendara keluar jalur. Hal ini sebagai bentuk evaluasi setelah terjadinya kejadian kecelakaan menonjol yang menewaskan 15 orang.

Di sisi lain, KNKT menyoroti keberadaan sejumalah infrastruktur jalan tol yang dinilai rawan mengakibatkan fatalitas kecelakaan. Menurut Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan, beton bagian bawah tiang VMS memicu fatalitas tinggi. Sebab, beton yang kokoh tersebut membuat risiko benturan bertambah parah. ”Tiang-tiang beton rigid seperti VMS itu yang bahaya,” lontarnya saat di Mapolresta Rabu (18/5).

Baca Juga :  Drainase Buruk, Jalan Banjir, Separo Kendaraan Terendam

Menurut Wildan, semua infrastruktur pendukung jalan harus dibuat dari material yang tidak membuat kendaraan hancur ketika ditabrak. ”Semua benda yang ada di pinggir jalan, itu didesain ketika ditabrak langsung roboh. Jangan sampai ditabrak justru kendaraannya hancur,” terangnya.

Hal tersebut merupakan salah satu hasil temuan investigasi yang nantinya menjadi bahan rekomendasi untuk disampaikan ke presiden dan pihak-pihak terkait. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. (adi/ron)

SEJUMLAH evaluasi langsung dilakukan pascainsiden maut yang menimpa rombongan wisata asal Surabaya di KM 712 ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Pengaman jalan atau guardrail sepanjang 200 meter sudah dipasang di bekas lokasi kecelakaan. Di sisi lain, KNKT menyoroti penggunaan material kokoh pada tiang VMS yang dinilai mengakibatkan fatalitas tinggi.

Proses pemasangan guardrail baru itu berlangsung Kamis (18/5) sore. Pemasangan dilakukan di sisi barat sepanjang 200 meter. Tepi jalan itulah yang dilalui bus saat keluar jalur sebelum akhirnya menghantam beton tiang VMS. ”Kita memang ada progres pemasangan guardrail. Itu yang pasang bagian teknik,” kata Manager Area Jasa Marga Surabaya-Mojokerto M. Irwan Danus, kemarin.

Baca Juga :  Istri dan Ajudan Kapolres Tulungagung Dikabarkan Meninggal Dunia

Sebelumnya, pihak Dishub Jatim juga telah memberi rekomendasi supaya sepanjang ruas jalan tol diberi pengaman. Penambahan guardrail tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan fatal. Keberadaan pembatasan jalan itu dapat menghindarkan pengendara keluar jalur. Hal ini sebagai bentuk evaluasi setelah terjadinya kejadian kecelakaan menonjol yang menewaskan 15 orang.

Di sisi lain, KNKT menyoroti keberadaan sejumalah infrastruktur jalan tol yang dinilai rawan mengakibatkan fatalitas kecelakaan. Menurut Ketua Sub Komite LLAJ KNKT Ahmad Wildan, beton bagian bawah tiang VMS memicu fatalitas tinggi. Sebab, beton yang kokoh tersebut membuat risiko benturan bertambah parah. ”Tiang-tiang beton rigid seperti VMS itu yang bahaya,” lontarnya saat di Mapolresta Rabu (18/5).

Baca Juga :  Pergerakan Tol Diprediksi Padat di Puncak Pergantian Tahun

Menurut Wildan, semua infrastruktur pendukung jalan harus dibuat dari material yang tidak membuat kendaraan hancur ketika ditabrak. ”Semua benda yang ada di pinggir jalan, itu didesain ketika ditabrak langsung roboh. Jangan sampai ditabrak justru kendaraannya hancur,” terangnya.

Hal tersebut merupakan salah satu hasil temuan investigasi yang nantinya menjadi bahan rekomendasi untuk disampaikan ke presiden dan pihak-pihak terkait. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/