alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Pengunjung Pasar Di-Rapid Test Masal, Enam di Antaranya Reaktif

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Deteksi dini terhadap persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto semakin diperkertat.

Lewat uji cepat atau rapid test masal on the spot, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kembali menyisir ruang publik dengan potensi persebaran tinggi. Kali ini, pengunjung dan pedagang pasar rakyat menjadi sasaran utama usai warung kopi dan cake yang lebih dulu disisir.

Bahkan, satu dari dua pasar yang menjadi jujukan, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menemukan 6 pengunjung yang imun tubuhnya reaktif terhadap infeksi virus korona.

Kemarin (19/5) keenam pengunjung langsung dibawa petugas ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari usai menjalani rapid test. Mereka akan menjalani uji swab dan isolasi untuk memastikan sekaligus menghindari potensi penularan virus terhadap pengunjung lain.

Dalam uji cepat itu, tim medis menyasar dua pasar dengan tingkat kepadatan pengunjung cukup tinggi, yakni pasar Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, serta Pasar Desa/Kemlagi. Bahkan, tim juga menyisir para pengunjung dan pedagang pada jam-jam efektif operasional, yakni pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 09.00.

Baca Juga :  Picu Kemacetan Lima Kilometer

Dalam pemeriksaan itu, tim medis mampu menyisir hingga ratusan orang diuji cepat yang terbagi di lima meja. Jumlah yang diuji masing-masing mencapai 373 orang di Pasar Kedungmaling, dan 500 orang di Pasar Kemlagi.

Namun, dari 500 orang yang diuji di pasar Desa Kemlagi, 6 orang di antaranya justru muncul tanda reaktif. Yakni, 2 orang di meja pertama, 3 orang di meja ketiga, serta 1 orang di meja kelima.

Sementara ratusan orang lainnya, tidak muncul tanda-tanda infeksi alias nonreaktif. ’’Enam orang ini merupakan pengunjung Pasar Desa Kemlagi,’’ ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto.

Tanpa menunggu waktu lama, usai di-rapid test keenam pengunjung langsung dibawa tim medis ke puskesmas terdekat. Sembari menunggu ambulans, kesehatan mereka kembali diperiksa lebih lanjut sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk ditangani lebih lanjut.

’’Oleh tim dinas kesehatan langsung dibawa ke RSUD untuk dilakukan penanganan selanjutnya tentunya,’’ tuturnya. Namun, Ardi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal tindakan selanjutnya atas aktivitas jual-beli di pasar pasca temuan tersebut.

Baca Juga :  Merawat Tradisi, Melestarikan Alam

Bersama Bupati Pungkasiadi dan jajaran lain, pihaknya masih harus mengkaji lebih lanjut soal solusi apa yang akan dijalankan. Di mana, harus ada titik temu antara upaya mencegah persebaran Covid-19 dengan kelangsungan ekonomi masyarakat.

Hal ini tak lepas dari peran sentral pasar sebagai pusat perputaran roda ekonomi riil. ’’Tentunya akan dikaji lebih jauh plus minusnya. Karena biar bagaimanapun roda perekonomian mayarakat ada di sana (pasar, Red),’’ tambahnya.

Pasca dirujuk ke RSUD, keenam pengunjung akan menjalani uji swab atau lendir untuk memastikan infeksi virus dalam tubuhnya. Uji swab tersebut dinilai sebagai pemeriksaan paling mutakhir dalam mendeteksi virus korona.

Tidak hanya itu, sesuai petunjuk sistem kewaspadaan dini risiko kejadian luar biasa (SKDR-KLB), keenam pasien juga diminta menjalani isolasi untuk menghindari kontak erat dengan orang lain.

Sehingga potensi penularan dan persebaran virus bisa diminimalisir. ’’Mudah-mudahan secepatnya keluar hasilnya (tes swab). Karena satu-satunya laboratorium swab hanya ada di Jawa Timur,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Deteksi dini terhadap persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto semakin diperkertat.

Lewat uji cepat atau rapid test masal on the spot, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kembali menyisir ruang publik dengan potensi persebaran tinggi. Kali ini, pengunjung dan pedagang pasar rakyat menjadi sasaran utama usai warung kopi dan cake yang lebih dulu disisir.

Bahkan, satu dari dua pasar yang menjadi jujukan, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menemukan 6 pengunjung yang imun tubuhnya reaktif terhadap infeksi virus korona.

Kemarin (19/5) keenam pengunjung langsung dibawa petugas ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari usai menjalani rapid test. Mereka akan menjalani uji swab dan isolasi untuk memastikan sekaligus menghindari potensi penularan virus terhadap pengunjung lain.

Dalam uji cepat itu, tim medis menyasar dua pasar dengan tingkat kepadatan pengunjung cukup tinggi, yakni pasar Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, serta Pasar Desa/Kemlagi. Bahkan, tim juga menyisir para pengunjung dan pedagang pada jam-jam efektif operasional, yakni pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 09.00.

Baca Juga :  Mulai Besok, Bus Bandara Kembali Beroperasi

Dalam pemeriksaan itu, tim medis mampu menyisir hingga ratusan orang diuji cepat yang terbagi di lima meja. Jumlah yang diuji masing-masing mencapai 373 orang di Pasar Kedungmaling, dan 500 orang di Pasar Kemlagi.

- Advertisement -

Namun, dari 500 orang yang diuji di pasar Desa Kemlagi, 6 orang di antaranya justru muncul tanda reaktif. Yakni, 2 orang di meja pertama, 3 orang di meja ketiga, serta 1 orang di meja kelima.

Sementara ratusan orang lainnya, tidak muncul tanda-tanda infeksi alias nonreaktif. ’’Enam orang ini merupakan pengunjung Pasar Desa Kemlagi,’’ ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto.

Tanpa menunggu waktu lama, usai di-rapid test keenam pengunjung langsung dibawa tim medis ke puskesmas terdekat. Sembari menunggu ambulans, kesehatan mereka kembali diperiksa lebih lanjut sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk ditangani lebih lanjut.

’’Oleh tim dinas kesehatan langsung dibawa ke RSUD untuk dilakukan penanganan selanjutnya tentunya,’’ tuturnya. Namun, Ardi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal tindakan selanjutnya atas aktivitas jual-beli di pasar pasca temuan tersebut.

Baca Juga :  Digerojok Rp 577 Miliar, Kota Bertekad Genjot Infrastruktur

Bersama Bupati Pungkasiadi dan jajaran lain, pihaknya masih harus mengkaji lebih lanjut soal solusi apa yang akan dijalankan. Di mana, harus ada titik temu antara upaya mencegah persebaran Covid-19 dengan kelangsungan ekonomi masyarakat.

Hal ini tak lepas dari peran sentral pasar sebagai pusat perputaran roda ekonomi riil. ’’Tentunya akan dikaji lebih jauh plus minusnya. Karena biar bagaimanapun roda perekonomian mayarakat ada di sana (pasar, Red),’’ tambahnya.

Pasca dirujuk ke RSUD, keenam pengunjung akan menjalani uji swab atau lendir untuk memastikan infeksi virus dalam tubuhnya. Uji swab tersebut dinilai sebagai pemeriksaan paling mutakhir dalam mendeteksi virus korona.

Tidak hanya itu, sesuai petunjuk sistem kewaspadaan dini risiko kejadian luar biasa (SKDR-KLB), keenam pasien juga diminta menjalani isolasi untuk menghindari kontak erat dengan orang lain.

Sehingga potensi penularan dan persebaran virus bisa diminimalisir. ’’Mudah-mudahan secepatnya keluar hasilnya (tes swab). Karena satu-satunya laboratorium swab hanya ada di Jawa Timur,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/