alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Dua Pasien yang Diisolasi Sudah Membaik

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua warga Kabupaten Mojokerto berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) masih harus menjalani hari-hari di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Meski kondisinya membaik, tetapi tim medis masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memulangkan pasien yang memiliki riwayat bepergian ke daerah sebaran virus korona atau Covid-19 ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menegaskan, hingga kemarin petugas medis dari RSUD Prof dr Soekandar belum bisa mengambil sampel swab untuk diuji ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pasalnya, selain membutuhkan alat khusus, proses pengambilan tersebut juga harus dilakukan oleh petugas terlatih. ’’Tadi (kemarin, Red) baru ikut pelatihan. Menunggu alatnya datang juga, mungkin hari ini sudah dikirim ke Soekandar,’’ terangnya.

Dengan demikian, keduanya masih berstatus PDP dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Pasien pertama berusia 52 tahun yang masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3) lalu. Awalnya, pasien mengeluhkan batuk dan nyeri tenggorokan sepulang dari Bali. Sebagaimana diketahui, Pulau Dewata merupakan salah satu provinsi yang dinyatakan menjadi daerah sebaran virus korona di Tanah Air.

Baca Juga :  Objek Wisata Sejarah Ditutup, Candi-Candi Disemprot Disinfektan

Sedangkan PDP yang kedua adalah bayi berusia 4 tahun. Sejak masuk rumah sakit pelat merah Rabu (18/3) lalu, balita berjenis kelamin laki-laki itu juga mengalami gejala batuk, flu, dan demam. Pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari Bandung, Jawa Barat, yang juga menjadi daerah sebaran Covid-19.

Hingga kemarin, Sujatmiko menyebut masih belum bisa memastikan kapan kedua PDP itu akan dilakukan pengambilan sampel swab. Mengingat, langkah itu juga tergantung dari kondisi pasien. ’’Tidak tahu kapan pelaksanaannya. Bisa hari ini, bisa besok, bisa juga lusa. Tergantung kondisinya,’’ tandas sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini.

Namun, pihaknya memastikan jika kondisi keduanya jauh lebih stabil dibandingkan sejak pertama kali MRS. Gejala demam, batuk, maupun flu yang sempat diderita juga berangsur membaik. ’’Sudah membaik semuanya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Siswa SD Negeri Belajar di Tempat Parkir, tanpa Skat, Beralaskan Tanah

Hanya saja, tim medis harus tetap menegakkan prosedur sebelum memutuskan kedua PDP bisa keluar dari ruang isolasi. Bahkan, jika hasil uji laboratorium negatif Covid-19, maka dua pasien tersebut bisa langsung dipulangkan. ’’Kalau tidak ada wabah bisa dipulangkan. Ini prosedur saja,’’ tandas mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini.

Untuk diketahui, sejauh ini sudah ada empat PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar. Dua di antaranya telah dipulangkan setelah dipastikan tidak terjangkit virus korona. Masing-masing adalah warga negara asing (WNA) asal India yang masuk perawatan pada Rabu (4/3) lalu. Kemudian disusul seorang pria 55 tahun yang merupakan rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Mojokerto pada Selasa (10/3).

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua warga Kabupaten Mojokerto berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) masih harus menjalani hari-hari di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Meski kondisinya membaik, tetapi tim medis masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum memulangkan pasien yang memiliki riwayat bepergian ke daerah sebaran virus korona atau Covid-19 ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menegaskan, hingga kemarin petugas medis dari RSUD Prof dr Soekandar belum bisa mengambil sampel swab untuk diuji ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pasalnya, selain membutuhkan alat khusus, proses pengambilan tersebut juga harus dilakukan oleh petugas terlatih. ’’Tadi (kemarin, Red) baru ikut pelatihan. Menunggu alatnya datang juga, mungkin hari ini sudah dikirim ke Soekandar,’’ terangnya.

Dengan demikian, keduanya masih berstatus PDP dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Pasien pertama berusia 52 tahun yang masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3) lalu. Awalnya, pasien mengeluhkan batuk dan nyeri tenggorokan sepulang dari Bali. Sebagaimana diketahui, Pulau Dewata merupakan salah satu provinsi yang dinyatakan menjadi daerah sebaran virus korona di Tanah Air.

Baca Juga :  Pekerja Maintenance Jembatan Kecemplung Sungai Brantas, Tergulung Arus

Sedangkan PDP yang kedua adalah bayi berusia 4 tahun. Sejak masuk rumah sakit pelat merah Rabu (18/3) lalu, balita berjenis kelamin laki-laki itu juga mengalami gejala batuk, flu, dan demam. Pasien tersebut juga memiliki riwayat perjalanan dari Bandung, Jawa Barat, yang juga menjadi daerah sebaran Covid-19.

Hingga kemarin, Sujatmiko menyebut masih belum bisa memastikan kapan kedua PDP itu akan dilakukan pengambilan sampel swab. Mengingat, langkah itu juga tergantung dari kondisi pasien. ’’Tidak tahu kapan pelaksanaannya. Bisa hari ini, bisa besok, bisa juga lusa. Tergantung kondisinya,’’ tandas sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini.

Namun, pihaknya memastikan jika kondisi keduanya jauh lebih stabil dibandingkan sejak pertama kali MRS. Gejala demam, batuk, maupun flu yang sempat diderita juga berangsur membaik. ’’Sudah membaik semuanya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Disinyalir Idap Corona, Satu WNA Diisolasi
- Advertisement -

Hanya saja, tim medis harus tetap menegakkan prosedur sebelum memutuskan kedua PDP bisa keluar dari ruang isolasi. Bahkan, jika hasil uji laboratorium negatif Covid-19, maka dua pasien tersebut bisa langsung dipulangkan. ’’Kalau tidak ada wabah bisa dipulangkan. Ini prosedur saja,’’ tandas mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini.

Untuk diketahui, sejauh ini sudah ada empat PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar. Dua di antaranya telah dipulangkan setelah dipastikan tidak terjangkit virus korona. Masing-masing adalah warga negara asing (WNA) asal India yang masuk perawatan pada Rabu (4/3) lalu. Kemudian disusul seorang pria 55 tahun yang merupakan rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Mojokerto pada Selasa (10/3).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/