alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Kembangkan Kemandirian Ekonomi Pemuda

MENJADI ketua organisasi pemuda sayap partai adalah pengalaman yang tak disia-siakan bagi Hadi Fatkhur Rohman. Amanah itu, baginya seperti membuka kesempatan dan ladang beramal lebih luas dalam mengabdi. Lebih-lebih bagi seorang kader penggerak.

Menariknya, meskipun berada di organisasi sayap partai, Hadi jarang atau hampir tidak pernah membincang tema politik. Justru sebaliknya, yang dia bahas adalah tentang tema-tema kemandirian ekonomi bagi para pemuda. ’’Garda Bangsa sebagai organisasi sayap, skalanya memang masih kecil. Itu sebabnya, tidak boleh ada satupun potensi yang dimiliki semua anggota luput dari perhatian organisasi,’’ ungkap sekretaris komisi 1 DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Hadi menilai jika potensi pemuda harusnya difasilitasi dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan cara itu, diharapkan para generasi milenial nantinya menjadi inspirator dan motivator handal, minimal di lingkungan sekitarnya. Nah, dalam Garda Bangsa sendiri, Hadi tidak hanya mengembangkan potensi kader dalam satu bidang saja. Tercatat, bidang pertanian (bawang), perikanan (kolam air tawar dan tambak di Sidoarjo), serta pemanfaatan teknologi (fotografi, desain grafis, dan lain-lain) juga menjadi fokus garapannya.

Baca Juga :  Dinkes Bantah Gizi Mamin Pasien Covid-19 Sudah Terpenuhi

’’Saat turun ke warga, saya banyak bertemu dengan potensi-potensi anak muda yang sering terbentur keadaan. Baik itu yang bersifat materi ataupun karena gengsi. Misalnya saja, di bidang pertanian,’’ jelas politisi PKB ini. Pria kelahiran Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis ini mengakui apa yang dilakoni saat ini tak lepas dari tempaannya saat tergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sejak dini.

Hingga mengantarnya sebagai ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto periode 2009-2011. Dengan pengalaman itu, tidak sulit baginya dalam melihat dan merasakan apa yang dibutuhkan anak muda, khususnya milenial dalam mengarungi pencarian potensi dan jati diri. 

MENJADI ketua organisasi pemuda sayap partai adalah pengalaman yang tak disia-siakan bagi Hadi Fatkhur Rohman. Amanah itu, baginya seperti membuka kesempatan dan ladang beramal lebih luas dalam mengabdi. Lebih-lebih bagi seorang kader penggerak.

Menariknya, meskipun berada di organisasi sayap partai, Hadi jarang atau hampir tidak pernah membincang tema politik. Justru sebaliknya, yang dia bahas adalah tentang tema-tema kemandirian ekonomi bagi para pemuda. ’’Garda Bangsa sebagai organisasi sayap, skalanya memang masih kecil. Itu sebabnya, tidak boleh ada satupun potensi yang dimiliki semua anggota luput dari perhatian organisasi,’’ ungkap sekretaris komisi 1 DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Hadi menilai jika potensi pemuda harusnya difasilitasi dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan cara itu, diharapkan para generasi milenial nantinya menjadi inspirator dan motivator handal, minimal di lingkungan sekitarnya. Nah, dalam Garda Bangsa sendiri, Hadi tidak hanya mengembangkan potensi kader dalam satu bidang saja. Tercatat, bidang pertanian (bawang), perikanan (kolam air tawar dan tambak di Sidoarjo), serta pemanfaatan teknologi (fotografi, desain grafis, dan lain-lain) juga menjadi fokus garapannya.

Baca Juga :  Supriyanto, SH, Usulkan Pengembangan Kawasan Pariwisata Terintegrasi

’’Saat turun ke warga, saya banyak bertemu dengan potensi-potensi anak muda yang sering terbentur keadaan. Baik itu yang bersifat materi ataupun karena gengsi. Misalnya saja, di bidang pertanian,’’ jelas politisi PKB ini. Pria kelahiran Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis ini mengakui apa yang dilakoni saat ini tak lepas dari tempaannya saat tergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sejak dini.

Hingga mengantarnya sebagai ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto periode 2009-2011. Dengan pengalaman itu, tidak sulit baginya dalam melihat dan merasakan apa yang dibutuhkan anak muda, khususnya milenial dalam mengarungi pencarian potensi dan jati diri. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/