alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Waspadai Dampak Pergerakan Awan Cepat

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga hari terakhir wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Itu dibarengi peristiwa pohon tumbang hingga tanah longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menerangkan, hal tersebut dipicu sejumlah fenomena atmosfer di langit Bumi Majapahit. Utamanya, pergerakan awan cumulonimbus yang menjadi faktor penentu turunnya hujan. ’’Berdasarkan data BKMG Juanda, beberapa hari terakhir ini terjadi pergerakan awan cumulonimbus secara sporadis. Pergerakan awan yang cepat itu bisa menimbulkan angin kencang yang mengiringi hujan,’’ ungkapnya pada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Fenomena atmosfer tersebut turut memicu tak menentunya cuaca belakangan ini. Bahkan, menimbulkan hujan parsial atau tidak menyeluruh pada sejumlah titik di daerah dengan 18 kecamatan ini. ’’Tidak menentu itu artinya begini, misalnya, pagi hari yang terik mendadak langit berubah gelap hingga turun hujan dalam waktu singkat. Dan sangat memungkinkan terjadinya hujan yang tidak menyeluruh antara titik satu dengan lainnya,’’ urai Djoko.

Baca Juga :  Warga Korban Angin Kencang Butuh Bantuan

Fenomena atmosfer belakangan ini sesuai prediksi. Selama Januari hingga Februari diperkirakan sebagai puncaknya cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina. Sehingga pihaknya meminta agar masyarakat selalu waspada saat tengah terjadi cuaca buruk. Mulai dari tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin hingga tidak beraktivitas di sekitar tebing yang berpotensi terjadinya longsor.

’’Sebisa mungkin agar menghentikan sementara aktivitas di luar ruang ketika sedang cuaca buruk. Untuk pengguna jalan, agar selalu waspada dan memperhatikan rambu rawan bencana di sejumlah titik yang ada,’’ tandasnya.

Tak pelak, status tanggap darurat bencana Kabupaten Mojokerto pun diperpanjang hingga 28 Februari. Dengan begitu, perbaikan secara darurat akibat bencana alam bisa dilakukan dengan dana Biaya Tak Terduga (BTT). (vad/fen)

Baca Juga :  Ning Ita Beri Motivasi Warga Disabilitas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga hari terakhir wilayah Kabupaten Mojokerto diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Itu dibarengi peristiwa pohon tumbang hingga tanah longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menerangkan, hal tersebut dipicu sejumlah fenomena atmosfer di langit Bumi Majapahit. Utamanya, pergerakan awan cumulonimbus yang menjadi faktor penentu turunnya hujan. ’’Berdasarkan data BKMG Juanda, beberapa hari terakhir ini terjadi pergerakan awan cumulonimbus secara sporadis. Pergerakan awan yang cepat itu bisa menimbulkan angin kencang yang mengiringi hujan,’’ ungkapnya pada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Fenomena atmosfer tersebut turut memicu tak menentunya cuaca belakangan ini. Bahkan, menimbulkan hujan parsial atau tidak menyeluruh pada sejumlah titik di daerah dengan 18 kecamatan ini. ’’Tidak menentu itu artinya begini, misalnya, pagi hari yang terik mendadak langit berubah gelap hingga turun hujan dalam waktu singkat. Dan sangat memungkinkan terjadinya hujan yang tidak menyeluruh antara titik satu dengan lainnya,’’ urai Djoko.

Baca Juga :  Ketua PPNI Terjaring Razia, DPD Jatim Gelar Investigasi

Fenomena atmosfer belakangan ini sesuai prediksi. Selama Januari hingga Februari diperkirakan sebagai puncaknya cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina. Sehingga pihaknya meminta agar masyarakat selalu waspada saat tengah terjadi cuaca buruk. Mulai dari tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin hingga tidak beraktivitas di sekitar tebing yang berpotensi terjadinya longsor.

’’Sebisa mungkin agar menghentikan sementara aktivitas di luar ruang ketika sedang cuaca buruk. Untuk pengguna jalan, agar selalu waspada dan memperhatikan rambu rawan bencana di sejumlah titik yang ada,’’ tandasnya.

Tak pelak, status tanggap darurat bencana Kabupaten Mojokerto pun diperpanjang hingga 28 Februari. Dengan begitu, perbaikan secara darurat akibat bencana alam bisa dilakukan dengan dana Biaya Tak Terduga (BTT). (vad/fen)

Baca Juga :  Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/