alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Satu Keluarga Diisolasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi terpusat (isoter) Kota Mojokerto di Puskesmas Kedundung kembali diaktifkan. Itu setelah satu keluarga dievakuasi setelah memiliki kontak erat dengan salah satu pasien terkonfirmasi positif, kemarin (19/1).

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, penambahan pasien positif di kota bertambah menjadi dua orang per Rabu (19/1).

Diketahui, satu pasien asal Kecamatan Magersari ini memiliki gejala ringan seperti batuk, pilek, dan panas. Saat diperiksa oleh Puskesmas setempat, hasilnya positif Covid-19. ”Karena bergejala, pasien kita lakukan perawatan di RSUD Kota. Sehingga, total pasien positif di kota saat ini sudah ada dua orang,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembenahan Birokrasi Agenda Pertama Kepemimpian Ning Ita

Pasien ini, kata Lily, tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Kemungkinan, lanjutnya, penularan berasal dari kerumunan di tempat publik. Pasalnya, pasien dinyatakan positif usai menjemput anaknya sekolah. Pasien ini pun tidak memiliki komorbid dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. ”Saat tracing, yang bersangkutan menyangkal tidak habis bepergian dari luar kota dan ini bukan klaster. Kontak erat sudah kita lacak namun hasilnya negatif, tapi keluarganya tetap kita evakuasi di isoter untuk antisipasi varian Omicron,” sebutnya.

Selain keluarga, Lily memaparkan lingkup tetangga maupun sekolah dari anak sang pasien sudah dilakukan tracing dengan hasil negatif. Kendati demikian, Lily mengungkapkan, pasien tetap dilakukan tindak lanjut dengan pemeriksaan tes swab PCR S-gene target failure (STGF) maupun uji laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS). Sebab, dari hasil PCR-nya, nilai cycle threshold (CT) value pasien tersebut tidak terlampir. ”Pasien ini kan ada keluhan, dan hasil PCR-nya tidak tersedia nilai CT-nya berapa. Maka kita lakukan uji WGS, paling tidak dua minggu nanti baru keluar. Semoga bukan Omicron,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Pegawai Dinas PUPR Terpapar Lagi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi terpusat (isoter) Kota Mojokerto di Puskesmas Kedundung kembali diaktifkan. Itu setelah satu keluarga dievakuasi setelah memiliki kontak erat dengan salah satu pasien terkonfirmasi positif, kemarin (19/1).

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, penambahan pasien positif di kota bertambah menjadi dua orang per Rabu (19/1).

Diketahui, satu pasien asal Kecamatan Magersari ini memiliki gejala ringan seperti batuk, pilek, dan panas. Saat diperiksa oleh Puskesmas setempat, hasilnya positif Covid-19. ”Karena bergejala, pasien kita lakukan perawatan di RSUD Kota. Sehingga, total pasien positif di kota saat ini sudah ada dua orang,” ucapnya.

Baca Juga :  Pasien Bunuh Diri di Kamar Rumah Sakit

Pasien ini, kata Lily, tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Kemungkinan, lanjutnya, penularan berasal dari kerumunan di tempat publik. Pasalnya, pasien dinyatakan positif usai menjemput anaknya sekolah. Pasien ini pun tidak memiliki komorbid dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. ”Saat tracing, yang bersangkutan menyangkal tidak habis bepergian dari luar kota dan ini bukan klaster. Kontak erat sudah kita lacak namun hasilnya negatif, tapi keluarganya tetap kita evakuasi di isoter untuk antisipasi varian Omicron,” sebutnya.

Selain keluarga, Lily memaparkan lingkup tetangga maupun sekolah dari anak sang pasien sudah dilakukan tracing dengan hasil negatif. Kendati demikian, Lily mengungkapkan, pasien tetap dilakukan tindak lanjut dengan pemeriksaan tes swab PCR S-gene target failure (STGF) maupun uji laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS). Sebab, dari hasil PCR-nya, nilai cycle threshold (CT) value pasien tersebut tidak terlampir. ”Pasien ini kan ada keluhan, dan hasil PCR-nya tidak tersedia nilai CT-nya berapa. Maka kita lakukan uji WGS, paling tidak dua minggu nanti baru keluar. Semoga bukan Omicron,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Tersandung Kasus Asusila, Ujian di Lapas, tanpa Seragam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/