alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Polisi dan Pejabat Jadi Korban

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penipuan lowongan kerja (loker) fiktif di PT Ajinomoto yang dijalankan DR, 30 turut menyasar kalangan pejabat. Di sisi lain, perempuan asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis itu sempat terdeteksi melarikan diri ke Kabupaten Banyuwangi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, dari puluhan orang yang mengaku sebagai korban DR, sedikitnya terdapat tiga orang dari kalangan pejabat di Mojokerto. Di antaranya, camat di wilayah Kabupaten Mojokerto, seorang wakapolsek, serta pejabat di lingkungan pemerintahan.

Kabar tersangkutnya para pejabat ini tersiar di kalangan para korban yang terkumpul dalam sejumlah grup Whatsapp. Firmansyah, 23, salah satu korban membenarkan adanya pejabat yang bernasib sama dengannya. ”Ada (korban dari kalangan pejabat). Katanya sih pak camat begitu,” ucapnya kemarin.

Menurutnya, kerugian dari pejabat tersebut mencapai Rp 100 jutaan. Seperti korban pada umumnya, uang itu diminta pelaku untuk meloloskan anak sang pejabat supaya lolos seleksi rekrutmen di perusahaan yang tak lain bekas tempat kerjanya sendiri tersebut. Namun, jadwal training yang dijanjikan keluar, justru tak kunjung keluar.

Baca Juga :  Wakapolres: Terkait Segalanya Itu Urusannya dengan KPK

DR malah tak bisa dihubungi dan kabur dari kediamannya. Sejumlah perwakilan korban sempat mendatangi rumah perempuan dua anak itu. Namun, mereka hanya bertemu dengan kedua orangtua DR dan mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan putrinya itu. DR kabur bersama suaminya. ”Orangtuanya tidak tahu pergi ke mana, tidak pamit kalau pergi,” ujar warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini.

Firmansyah menyebut, kabar terakhir pelaku terlacak berada di Banyuwangi. Hal ini juga disampaikan oleh NR, korban lainnya. Informasi keberadaan pelaku ini didapat dari pelacakan dari para korban dan didukung oleh hasil perkembangan penyelidikan oleh kepolisian. ”Kemarin (Selasa, Red) dilacak habis tarik tunai di ATM di Banyuwangi,” terangnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum mendapat informasi lanjutan terkait hal ini.

Baca Juga :  Kawasaki Ninja-Honda CBR Adu Kecepatan, Joki dan Warga Tewas di Lokasi

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Hari Siswanto menegaskan, penyelidikan dugaan kasus penipuan oleh DR terus berjalan. Namun, pihaknya belum sampai melacak keberadaan pelaku. ”Kita masih mintai keterangan pada korban. Kalau soal keberadaan pelaku kita belum tahu. Masih dilidik,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan orang mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja di PT Ajinomoto yang dilakukan oleh DR yang tak lain mantan pegawai kontrak di perusahaan tersebut. Korban diperkirakan berjumlah 60 sampai 90 orang dengan total kerugian mencapai Rp 3 miliar. Perwakilan korban telah melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota pada Jumat (14/1) dan Senin (17/1). (adi/ron)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penipuan lowongan kerja (loker) fiktif di PT Ajinomoto yang dijalankan DR, 30 turut menyasar kalangan pejabat. Di sisi lain, perempuan asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis itu sempat terdeteksi melarikan diri ke Kabupaten Banyuwangi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, dari puluhan orang yang mengaku sebagai korban DR, sedikitnya terdapat tiga orang dari kalangan pejabat di Mojokerto. Di antaranya, camat di wilayah Kabupaten Mojokerto, seorang wakapolsek, serta pejabat di lingkungan pemerintahan.

Kabar tersangkutnya para pejabat ini tersiar di kalangan para korban yang terkumpul dalam sejumlah grup Whatsapp. Firmansyah, 23, salah satu korban membenarkan adanya pejabat yang bernasib sama dengannya. ”Ada (korban dari kalangan pejabat). Katanya sih pak camat begitu,” ucapnya kemarin.

Menurutnya, kerugian dari pejabat tersebut mencapai Rp 100 jutaan. Seperti korban pada umumnya, uang itu diminta pelaku untuk meloloskan anak sang pejabat supaya lolos seleksi rekrutmen di perusahaan yang tak lain bekas tempat kerjanya sendiri tersebut. Namun, jadwal training yang dijanjikan keluar, justru tak kunjung keluar.

Baca Juga :  Sambut Waisak, Buddha Tidur Dimandikan

DR malah tak bisa dihubungi dan kabur dari kediamannya. Sejumlah perwakilan korban sempat mendatangi rumah perempuan dua anak itu. Namun, mereka hanya bertemu dengan kedua orangtua DR dan mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan putrinya itu. DR kabur bersama suaminya. ”Orangtuanya tidak tahu pergi ke mana, tidak pamit kalau pergi,” ujar warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini.

Firmansyah menyebut, kabar terakhir pelaku terlacak berada di Banyuwangi. Hal ini juga disampaikan oleh NR, korban lainnya. Informasi keberadaan pelaku ini didapat dari pelacakan dari para korban dan didukung oleh hasil perkembangan penyelidikan oleh kepolisian. ”Kemarin (Selasa, Red) dilacak habis tarik tunai di ATM di Banyuwangi,” terangnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum mendapat informasi lanjutan terkait hal ini.

Baca Juga :  Ning Ita Tekankan Perencanaan Matang dan Terarah
- Advertisement -

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Hari Siswanto menegaskan, penyelidikan dugaan kasus penipuan oleh DR terus berjalan. Namun, pihaknya belum sampai melacak keberadaan pelaku. ”Kita masih mintai keterangan pada korban. Kalau soal keberadaan pelaku kita belum tahu. Masih dilidik,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan orang mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja di PT Ajinomoto yang dilakukan oleh DR yang tak lain mantan pegawai kontrak di perusahaan tersebut. Korban diperkirakan berjumlah 60 sampai 90 orang dengan total kerugian mencapai Rp 3 miliar. Perwakilan korban telah melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota pada Jumat (14/1) dan Senin (17/1). (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/