alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

PAUD-TK Tak Terapkan PTM Penuh

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembelajaran tatap muka (PTM) penuh terbatas di jenjang PAUD dan TK Kota Mojokerto, akan dimulai bulan depan. Pasalnya, saat ini, vaksinasi di kalangan siswa PAUD-TK masih belum rampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, hingga kemarin, seluruh PAUD dan TK di kota masih menggelar PTM 50 persen. Alasannya, kekebalan imunitas di lingkup PAUD dan TK dinilai belum maksimal. Sebab, pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar TK masih berjalan dan belum menyentuh semua sekolah.

”Saat ini masih 50 persen. rencana Februari baru bisa 100 persen. Sebenarnya semua orang tua juga sudah minta (masuk penuh), namun kita harus selesaikan vaksin dulu sebagai jaminan anak bisa masuk full dengan aman,” ujarnya, Rabu (19/1).

Baca Juga :  10 Hari Wajib Diparkir

Adapun, total anak PAUD dan TK yang mendapatkan vaksin Covid-19 merupakan mereka yang berusia 6 dan 7 tahun. Totalnya mencapai 1.838 anak. Rincinya, sebanyak 1.682 anak usia 6 tahun dan 156 anak usia 7 tahun.

Selain karena belum tuntasnya vaksinasi, Amin menambahkan, pihaknya masih menyusun surat izin tertulis ke Satgas Covid-19 terkait penyelenggaraan PTM penuh tingkat PAUD dan TK. Sehingga, meski sudah diperbolehkan menggelar PTM penuh dari keputusan SKB 4 Menteri, namun pihaknya tetap harus mengantongi izin dari Wali Kota selaku Ketua Satgas Covid-19.

”Paling tidak kita target minggu ketiga bulan ini, vaksin anak-anak sudah selesai. Baru setelah itu kita kan langsung mengajukan izin tertulis ke gugus tugas terkait boleh tidaknya PTM penuh di jenjang PAUD dan TK,” ulasnya.

Baca Juga :  Madrasah Boleh Pembelajaran Tatap Muka, tapi dengan Syarat

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini mengungkapkan, penyelenggaraan PTM penuh di jenjang PAUD dan TK yang baru bisa digelar bulan depan juga masih dalam pertimbangan. Sebab, pihaknya juga masih melihat situasi penularan Covid-19. Terutama setelah munculnya varian baru Omicron. Sehingga, ia ogah terburu-buru memutuskan agar segera melaksanakan PTM penuh bagi lembaga pendidikan usia dini tersebut. ”Di samping harus punya izin tertulis dari bu Wali, kita juga melihat perkembangan Omicron dulu. Baru nanti bisa diputuskan,” tandasnya. (oce/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembelajaran tatap muka (PTM) penuh terbatas di jenjang PAUD dan TK Kota Mojokerto, akan dimulai bulan depan. Pasalnya, saat ini, vaksinasi di kalangan siswa PAUD-TK masih belum rampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, hingga kemarin, seluruh PAUD dan TK di kota masih menggelar PTM 50 persen. Alasannya, kekebalan imunitas di lingkup PAUD dan TK dinilai belum maksimal. Sebab, pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar TK masih berjalan dan belum menyentuh semua sekolah.

”Saat ini masih 50 persen. rencana Februari baru bisa 100 persen. Sebenarnya semua orang tua juga sudah minta (masuk penuh), namun kita harus selesaikan vaksin dulu sebagai jaminan anak bisa masuk full dengan aman,” ujarnya, Rabu (19/1).

Baca Juga :  Kota Gelar PTM Penuh 100 Persen

Adapun, total anak PAUD dan TK yang mendapatkan vaksin Covid-19 merupakan mereka yang berusia 6 dan 7 tahun. Totalnya mencapai 1.838 anak. Rincinya, sebanyak 1.682 anak usia 6 tahun dan 156 anak usia 7 tahun.

Selain karena belum tuntasnya vaksinasi, Amin menambahkan, pihaknya masih menyusun surat izin tertulis ke Satgas Covid-19 terkait penyelenggaraan PTM penuh tingkat PAUD dan TK. Sehingga, meski sudah diperbolehkan menggelar PTM penuh dari keputusan SKB 4 Menteri, namun pihaknya tetap harus mengantongi izin dari Wali Kota selaku Ketua Satgas Covid-19.

”Paling tidak kita target minggu ketiga bulan ini, vaksin anak-anak sudah selesai. Baru setelah itu kita kan langsung mengajukan izin tertulis ke gugus tugas terkait boleh tidaknya PTM penuh di jenjang PAUD dan TK,” ulasnya.

Baca Juga :  Kampanye Antirasuah, Kejari Ajak Pelajar Menulis Antikorupsi
- Advertisement -

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini mengungkapkan, penyelenggaraan PTM penuh di jenjang PAUD dan TK yang baru bisa digelar bulan depan juga masih dalam pertimbangan. Sebab, pihaknya juga masih melihat situasi penularan Covid-19. Terutama setelah munculnya varian baru Omicron. Sehingga, ia ogah terburu-buru memutuskan agar segera melaksanakan PTM penuh bagi lembaga pendidikan usia dini tersebut. ”Di samping harus punya izin tertulis dari bu Wali, kita juga melihat perkembangan Omicron dulu. Baru nanti bisa diputuskan,” tandasnya. (oce/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/