alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Jelang Nataru Harga Beras dan Palawija Naik

MOJOKERTO – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), harga beras dan juga beberapa jenis palawija di pasaran naik.

Hal itu lantaran pada akhir tahun ini juga berbarengan dengan para petani memasuki musim tanam dan stok di pasaran berkurang.

Salah satu pedagang beras dan palawija Pasar Niaga Mojosari, Astutik, mengatakan, harga beras untuk jenis 64 kualitas bagus naik Rp 500 hingga Rp 1.000.

Dari harga sebelumnya yaitu Rp 9.500 per kilogram sekarang menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 10.500 per kilogram. ’’Karena beras itu kan makanan pokok yang setiap hari dibutuhkan, maka naik Rp 500 saja sudah terasa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BBKSDA Jatim Evakuasi Buaya Peliharaan Warga

Untuk beras ketan lokal naik sebesar Rp 1.000. Yang semula dihargai Rp 10-11 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 12-13 ribu per kilogram. ’’Ini yang sering digunakan untuk membuat rengginang,’’ ungkapnya.

Selain harga beras, harga beberapa palawija seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah juga terpantau naik. Jagung pipil adalah salah satu yang mengalami kenaikan paling tinggi sekarang.

’’Jagung untuk pakan burung yang kenaikannya paling tinggi. Sebelumnya sekitar Rp 7 ribu per kilogram, sekarang naik sekitar Rp 9-10 ribu per kilogram.  Itu jagung kecil. Jadi jagung itu semakin kecil semakin mahal,’’ ujarnya.

Untuk jagung pipil berukuran besar yang biasanya digunakan untuk pakan ayam, berkisar Rp 6-7 ribu per kilogram. Harga kacang hijau naik dari Rp 9-10 ribu per kilogram menjadi Rp 11-12 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Korban Sempat Jalani Operasi di Kepala dan Kaki

’’Namun, untuk kacang hijau ini tidak begitu pengaruh kepada konsumen karena kacang hijau bukanlah kebutuhan pokok,’’ ujarnya. Untuk kenaikan harga kacang tanah hampir mirip dengan kacang hijau.

’’Sebelumnya Rp 18-19 ribu per kilogram sekarang Rp 19-20 ribu per kilogram. Biasanya digunakan untuk bumbu sate, pecel dan rujak,’’ ungkapnya. Berbeda dengan harga kacang kedelai. Harga kacang kedelai masih tergolong stabil.

Yaitu, masih berkisar antara Rp 7-8 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan-kenaikan harga saat ini lantaran para petani sekarang memasuki masa tanam. ’’Atau sering orang menyebutnya masa paceklik. Sehingga, semua harga naik,’’ pungkasnya. (sad)

MOJOKERTO – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), harga beras dan juga beberapa jenis palawija di pasaran naik.

Hal itu lantaran pada akhir tahun ini juga berbarengan dengan para petani memasuki musim tanam dan stok di pasaran berkurang.

Salah satu pedagang beras dan palawija Pasar Niaga Mojosari, Astutik, mengatakan, harga beras untuk jenis 64 kualitas bagus naik Rp 500 hingga Rp 1.000.

Dari harga sebelumnya yaitu Rp 9.500 per kilogram sekarang menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 10.500 per kilogram. ’’Karena beras itu kan makanan pokok yang setiap hari dibutuhkan, maka naik Rp 500 saja sudah terasa,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ribuan Kursi Jalur Zonasi di 14 SMA Negeri Sudah Terpenuhi
- Advertisement -

Untuk beras ketan lokal naik sebesar Rp 1.000. Yang semula dihargai Rp 10-11 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 12-13 ribu per kilogram. ’’Ini yang sering digunakan untuk membuat rengginang,’’ ungkapnya.

Selain harga beras, harga beberapa palawija seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah juga terpantau naik. Jagung pipil adalah salah satu yang mengalami kenaikan paling tinggi sekarang.

’’Jagung untuk pakan burung yang kenaikannya paling tinggi. Sebelumnya sekitar Rp 7 ribu per kilogram, sekarang naik sekitar Rp 9-10 ribu per kilogram.  Itu jagung kecil. Jadi jagung itu semakin kecil semakin mahal,’’ ujarnya.

Untuk jagung pipil berukuran besar yang biasanya digunakan untuk pakan ayam, berkisar Rp 6-7 ribu per kilogram. Harga kacang hijau naik dari Rp 9-10 ribu per kilogram menjadi Rp 11-12 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Siswa SD Belajar di Bawah Ancaman Gedung Sekolah Rusak

’’Namun, untuk kacang hijau ini tidak begitu pengaruh kepada konsumen karena kacang hijau bukanlah kebutuhan pokok,’’ ujarnya. Untuk kenaikan harga kacang tanah hampir mirip dengan kacang hijau.

’’Sebelumnya Rp 18-19 ribu per kilogram sekarang Rp 19-20 ribu per kilogram. Biasanya digunakan untuk bumbu sate, pecel dan rujak,’’ ungkapnya. Berbeda dengan harga kacang kedelai. Harga kacang kedelai masih tergolong stabil.

Yaitu, masih berkisar antara Rp 7-8 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan-kenaikan harga saat ini lantaran para petani sekarang memasuki masa tanam. ’’Atau sering orang menyebutnya masa paceklik. Sehingga, semua harga naik,’’ pungkasnya. (sad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/