alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Sekolah Libur, Dilarang Liburan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kegiatan pembelajaran di Kota Mojokerto akan diliburkan selama masa libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022. Di momen libur panjang ini, peserta didik diimbau agar membatasi mobilitas seiring rencana pemerintah pusat akan menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di semua daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) ke lembaga negeri dan swasta se-Kota Mojokerto. Surat bernomor 420/3535/417.501.3/2021 itu, memuat empat poin sehubungan jelang berakhirnya hari efektif pembelajaran semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. ’’Kita sesuaikan berdasarkan kalender akademik,’’ terangnya kemarin.

Disebutkannya, salah satu poin dalam edaran tersebut terkait jadwal penilaian akhir semester (PAS) ganjil yang dilaksanakan 6-10 Desember. Selain itu, penanggalan rapor siswa dilakukan paling akhir 23 Desember. Dalam surat yang ditandatangani 15 September lalu itu juga menetapkan jadwal libur sekolah.

Baca Juga :  Bilik Sterilisasi Mangkrak

Amin menjelaskan, libur akhir semester ganjil akan dilaksanakan 27-31 Desember mendatang. Namun, peserta didik sudah mulai melaksanakan belajar di rumah sejak masa libur Natal, 24-25 Desember. ’’Karena bertepatan dengan libur hari besar,’’ paparnya.

Menurutnya, libur sekolah diberlakukan selama sepekan. Sehingga, kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 dimulai 3 Januari 2022 nanti. ’’Terkait pelaksanaan pembelajaran nanti akan kami diberitahukan lebih lanjut,’’ tandasnya.

Amin menambahkan, selama libur panjang, peserta didik diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M. Terutama dalam membatasi mobilitas. Pasalnya, pemerintah pusat bakal menerapkan PPKM level 3 di seluruh daerah terhitung 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tak terkecuali di Kota Mojokerto meski saat ini berada di PPKM level 1. ’’Karena itu surat edaran kami sampaikan jauh hari agar bisa disosialisasikan oleh sekolah ke semua orang tua siswa,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Puluhan KPM Jadi Korban Penarikan Uang Bantuan Pengganti BPNT

Sementara itu, Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri/Swasta Kota Mojokerto Endang Soenarjati menyatakan, telah menerima SE dari Dinas P dan K Kota Mojokerto. Dalam waktu dekat, pihak sekolah juga segera membuat edaran serupa yang ditujukan kepada wali murid. ’’Setelah ini, kami breakdown lagi karena sudah mendekati dengan penilaian akhir semester,’’ sambungnya.

Kepala SDN Gedongan 1 ini menyebutkan, dalam surat tertulis itu juga ditambahkan poin-poin imbauan kepada wali murid. Salah satunya meminta orang tua agar tidak bepergian ke luar daerah selama masa liburan. Upaya itu bertujuan untuk meminimalisir paparan Covid-19.

Pasalnya, kondisi kesehatan peserta didik menjadi penentu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di semester genap mendatang. ’’Harapan kami anak-anak bisa tetap belajar di sekolah, maka mereka kami imbau agar tidak kemana-mana. Nanti kami juga menunggu pemberitahuan dari dinas apakah di semester genap nanti tetap belajar tatap muka,’’ pungkas Endang. (ram/ron)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kegiatan pembelajaran di Kota Mojokerto akan diliburkan selama masa libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022. Di momen libur panjang ini, peserta didik diimbau agar membatasi mobilitas seiring rencana pemerintah pusat akan menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di semua daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) ke lembaga negeri dan swasta se-Kota Mojokerto. Surat bernomor 420/3535/417.501.3/2021 itu, memuat empat poin sehubungan jelang berakhirnya hari efektif pembelajaran semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. ’’Kita sesuaikan berdasarkan kalender akademik,’’ terangnya kemarin.

Disebutkannya, salah satu poin dalam edaran tersebut terkait jadwal penilaian akhir semester (PAS) ganjil yang dilaksanakan 6-10 Desember. Selain itu, penanggalan rapor siswa dilakukan paling akhir 23 Desember. Dalam surat yang ditandatangani 15 September lalu itu juga menetapkan jadwal libur sekolah.

Baca Juga :  Tulisan Tak Harus Panjang

Amin menjelaskan, libur akhir semester ganjil akan dilaksanakan 27-31 Desember mendatang. Namun, peserta didik sudah mulai melaksanakan belajar di rumah sejak masa libur Natal, 24-25 Desember. ’’Karena bertepatan dengan libur hari besar,’’ paparnya.

Menurutnya, libur sekolah diberlakukan selama sepekan. Sehingga, kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 dimulai 3 Januari 2022 nanti. ’’Terkait pelaksanaan pembelajaran nanti akan kami diberitahukan lebih lanjut,’’ tandasnya.

Amin menambahkan, selama libur panjang, peserta didik diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M. Terutama dalam membatasi mobilitas. Pasalnya, pemerintah pusat bakal menerapkan PPKM level 3 di seluruh daerah terhitung 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tak terkecuali di Kota Mojokerto meski saat ini berada di PPKM level 1. ’’Karena itu surat edaran kami sampaikan jauh hari agar bisa disosialisasikan oleh sekolah ke semua orang tua siswa,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gudang di Pungging Dijilat Si Jago Merah
- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri/Swasta Kota Mojokerto Endang Soenarjati menyatakan, telah menerima SE dari Dinas P dan K Kota Mojokerto. Dalam waktu dekat, pihak sekolah juga segera membuat edaran serupa yang ditujukan kepada wali murid. ’’Setelah ini, kami breakdown lagi karena sudah mendekati dengan penilaian akhir semester,’’ sambungnya.

Kepala SDN Gedongan 1 ini menyebutkan, dalam surat tertulis itu juga ditambahkan poin-poin imbauan kepada wali murid. Salah satunya meminta orang tua agar tidak bepergian ke luar daerah selama masa liburan. Upaya itu bertujuan untuk meminimalisir paparan Covid-19.

Pasalnya, kondisi kesehatan peserta didik menjadi penentu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di semester genap mendatang. ’’Harapan kami anak-anak bisa tetap belajar di sekolah, maka mereka kami imbau agar tidak kemana-mana. Nanti kami juga menunggu pemberitahuan dari dinas apakah di semester genap nanti tetap belajar tatap muka,’’ pungkas Endang. (ram/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/