alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Tiga Formasi CPNS Kota Dipastikan Lowong

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 1.878 calon pegawai negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto harus bersabar untuk mengetahui nasib mereka. Pasalnya, hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang sedianya diumumkan serentak kemarin urung dilaksanakan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto M. Imron mengatakan, total terdapat 1.878 peserta CPNS yang mengikuti tes SKD di Gedung Graha Bina Sehat PPNI Kabupten Mojokerto pada 5-7 Oktober lalu. Namun, hingga Senin (18/10) sore, belum ada pengumuman hasil dari tes tahap kedua untuk formasi Pemkot Mojokerto tahun 2021 tersebut. ’’Sampai sore ini (kemarin) belum ada pengumuman dari BKN (Badan Kepegawaian Negara),’’ ungkapnya.

Mengacu pada surat edaran (SE) Kepala BKN Nomor 5578/B-KS.04.01/SD/K/2021, pengumuman hasil SKD CPNS dijadwalkan pada 17-18 Oktober. Namun, Imron mengaku belum bisa memastikan pengumuman bakal diundur hingga kapan.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto ini menyatakan masih menunggu pemberitahuan resmi dari BKN. ’’Karena siapa yang lolos dan yang nggak lolos ke tahap SKB (seleksi kompetensi bidang) sudah ranahnya BKN,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Katarak dan Bibir Sumbing Gratis

Kendati demikian, BKPSDM telah mengumumkan seluruh nilai tes SKD peserta CPNS Kota Mojokerto sejak 8 Oktober lalu. Sehingga, masing-masing sudah dapat mengetahui perolehan nilai dari tiga materi yang diujikan pada SKD.

Untuk memenuhi nilai ambang batas, peserta dengan formasi umum harus mendapat nilai paling rendah 65 pada tes wawasan kebangsaan (TWK). Selain itu, tes intelegensia umum (TIU) juga harus mencapai nilai minimal 80. Sedangkan peserta harus mendapat nilai paling sedikit 166 pada tes karekteristik pribadi (TKP).

Namun, tercapainya nilai ambang batas belum menjadi jaminan bagi peserta CPNS Kota Mojokerto untuk mendapat tiket lolos ke tahap berikutnya. Pasalnya, kata Imron, Untuk bisa lolos SKB, peserta harus kembali beradu dengan peserta lain dalam satu formasi yang sama-sama memenuhi passing grade melalui sistem perankingan. ’’Kalau formasinya satu, ya hanya ranking 1, 2, dan 3 yang melebihi passing grade yang bisa lolos,’’ tandas Imron.

Baca Juga :  Pemkot Belum Kantongi Hasil Integrasi Nilai

Sehingga, ribuan peserta CPNS dipastikan akan tersisih dalam memperebutkan 102 kursi CPNS di Pemkot Mojokerto yang dibuka 2021 ini. BKPSDM mencatat, total terdapat 1.929 peserta yang berebut 89 formasi tenaga kesehatan (nakes) dan 13 formasi tenaga teknis di lingkungan Pemkot Mojokerto tersebut.

Sebanyak 1.878 terdaftar mengikuti tes SKD di Gedung Graha Bina Sehat PPNI pada 5-7 Oktober lalu. Sementara 51 peserta CPNS lainnya mengikuti tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di luar Kota Mojokerto.

Namun, Imron memastikan 3 slot formasi CPNS tidak bisa terisi di tahun ini. Karena sejak dibuka pendaftaran, tidak ada satu pun pelamar yang berminat. ’’Yang tidak terisi formasi dokter spesialis. Karena pelamarnya tidak ada,’’ pungkasnya. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 1.878 calon pegawai negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto harus bersabar untuk mengetahui nasib mereka. Pasalnya, hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang sedianya diumumkan serentak kemarin urung dilaksanakan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto M. Imron mengatakan, total terdapat 1.878 peserta CPNS yang mengikuti tes SKD di Gedung Graha Bina Sehat PPNI Kabupten Mojokerto pada 5-7 Oktober lalu. Namun, hingga Senin (18/10) sore, belum ada pengumuman hasil dari tes tahap kedua untuk formasi Pemkot Mojokerto tahun 2021 tersebut. ’’Sampai sore ini (kemarin) belum ada pengumuman dari BKN (Badan Kepegawaian Negara),’’ ungkapnya.

Mengacu pada surat edaran (SE) Kepala BKN Nomor 5578/B-KS.04.01/SD/K/2021, pengumuman hasil SKD CPNS dijadwalkan pada 17-18 Oktober. Namun, Imron mengaku belum bisa memastikan pengumuman bakal diundur hingga kapan.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto ini menyatakan masih menunggu pemberitahuan resmi dari BKN. ’’Karena siapa yang lolos dan yang nggak lolos ke tahap SKB (seleksi kompetensi bidang) sudah ranahnya BKN,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tujuh Kelurahan Rawan Angin Kencang

Kendati demikian, BKPSDM telah mengumumkan seluruh nilai tes SKD peserta CPNS Kota Mojokerto sejak 8 Oktober lalu. Sehingga, masing-masing sudah dapat mengetahui perolehan nilai dari tiga materi yang diujikan pada SKD.

Untuk memenuhi nilai ambang batas, peserta dengan formasi umum harus mendapat nilai paling rendah 65 pada tes wawasan kebangsaan (TWK). Selain itu, tes intelegensia umum (TIU) juga harus mencapai nilai minimal 80. Sedangkan peserta harus mendapat nilai paling sedikit 166 pada tes karekteristik pribadi (TKP).

- Advertisement -

Namun, tercapainya nilai ambang batas belum menjadi jaminan bagi peserta CPNS Kota Mojokerto untuk mendapat tiket lolos ke tahap berikutnya. Pasalnya, kata Imron, Untuk bisa lolos SKB, peserta harus kembali beradu dengan peserta lain dalam satu formasi yang sama-sama memenuhi passing grade melalui sistem perankingan. ’’Kalau formasinya satu, ya hanya ranking 1, 2, dan 3 yang melebihi passing grade yang bisa lolos,’’ tandas Imron.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Catat Alamat

Sehingga, ribuan peserta CPNS dipastikan akan tersisih dalam memperebutkan 102 kursi CPNS di Pemkot Mojokerto yang dibuka 2021 ini. BKPSDM mencatat, total terdapat 1.929 peserta yang berebut 89 formasi tenaga kesehatan (nakes) dan 13 formasi tenaga teknis di lingkungan Pemkot Mojokerto tersebut.

Sebanyak 1.878 terdaftar mengikuti tes SKD di Gedung Graha Bina Sehat PPNI pada 5-7 Oktober lalu. Sementara 51 peserta CPNS lainnya mengikuti tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di luar Kota Mojokerto.

Namun, Imron memastikan 3 slot formasi CPNS tidak bisa terisi di tahun ini. Karena sejak dibuka pendaftaran, tidak ada satu pun pelamar yang berminat. ’’Yang tidak terisi formasi dokter spesialis. Karena pelamarnya tidak ada,’’ pungkasnya. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/