alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Pengajuan Cerai Distop

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengadilan Agama (PA) Mojokerto praktis meniadakan layanan pendaftaran perkara hingga sepekan lamanya. Menyusul, instruksi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kondisi kantor pengadilan agama yang berlokasi di Jalan Raya Surodinawan efektif jauh berbeda dibanding pekan lalu. Yang mana, halaman kantor dijejali kendaraan bermotor para pengunjung pengadilan. Sedangkan kemarin kondisinya amat berbeda.

Area halaman kantor tampak kosong melompong. Praktis hanya beberapa kendaraan roda empat milik pegawai setempat yang terparkir. Layanan satu pintu milik pengadilan efektif ditiadakan selama sepekan ini. Beberapa pemberitahuan ditempel di pintu dan gerbang depan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, layanan di kantor PA Mojokerto ditiadakan sementara waktu. Menyusul adanya instruksi dari ketua Pengadilan Tinggi Agama yang bertempat di Surabaya untuk meniadakan layanan mulai pendaftaran perkara hingga persidangan. Termasuk perkara perceraian.

Baca Juga :  2021, Kota Kembangkan Wisata dan Ekonomi

Menurut PA Mojokerto, turunnya instruksi itu seiring temuan kasus Covid-19 yang menjangkiti sekitar puluhan pegawai PA Surabaya. Bahkan, disebutkan di antaranya berasal dari unsur majelis hakim. Guna mengantisipasi kejadian serupa di tingkat PA kabupaten/kota, PTA Jawa Timur instruksikan penghentian sementara layanan tatap muka.

Meski begitu, tidak seluruh layanan tatap muka dihentikan. Ada beberapa layanan yang masih dibuka. Itu seperti layanan pengambilan akta cerai hingga layanan upaya hukum. Layanan upaya hukum itu seperti banding maupun kasasi atas putusan pengadilan. ’’Kalau pengambilan akta cerai dan upaya hukum masih dibuka,’’ ujar Humas PA Mojokerto Abdullah Sofwan.

Peniadaan layanan tatap muka efektif mulai Selasa (18/8) hingga Rabu 19/8). Sedangkan Kamis (20/8) dan Jumat (21/8) libur bersama. ’’Efektif minggu depannya lagi baru buka layanan tatap muka,’’ imbuh Abdullah.

Baca Juga :  Kader Muda NU Asah Ilmu Karya Tulis dan Jurnalistik Berbasis Aswaja

Masa ini, kata dia, juga dimanfaatkan PA Mojokerto untuk pembenahan. Lantaran sejumlah personel majelis hakim terbilang belum komplet. Pasca mutasi dua hakim, kini pihaknya masih menunggu kedatangan dua hakim lagi dari luar daerah. ’’Mereka kan dari luar pulau. Jadi, ada tahapan untuk karantina. Mengingat, ini masa pandemi. Jadi, sekalian minggu depan harapannya bisa langsung efektif jalan layanannya,’’ tambah dia.

Perlu diketahui, sejumlah klaster kasus Covid-19 dari perkantoran pengadilan negeri (PN) maupun agama (PA) bermunculan di Jawa Timur. Sebelumnya, PA dan PN Surabaya sempat di-lockdown akibat adanya kasus Covid-19. Selain itu, ada pula beberapa pengadilan di daerah yang juga tutup karena hal serupa.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengadilan Agama (PA) Mojokerto praktis meniadakan layanan pendaftaran perkara hingga sepekan lamanya. Menyusul, instruksi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kondisi kantor pengadilan agama yang berlokasi di Jalan Raya Surodinawan efektif jauh berbeda dibanding pekan lalu. Yang mana, halaman kantor dijejali kendaraan bermotor para pengunjung pengadilan. Sedangkan kemarin kondisinya amat berbeda.

Area halaman kantor tampak kosong melompong. Praktis hanya beberapa kendaraan roda empat milik pegawai setempat yang terparkir. Layanan satu pintu milik pengadilan efektif ditiadakan selama sepekan ini. Beberapa pemberitahuan ditempel di pintu dan gerbang depan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, layanan di kantor PA Mojokerto ditiadakan sementara waktu. Menyusul adanya instruksi dari ketua Pengadilan Tinggi Agama yang bertempat di Surabaya untuk meniadakan layanan mulai pendaftaran perkara hingga persidangan. Termasuk perkara perceraian.

Baca Juga :  2021, Kota Kembangkan Wisata dan Ekonomi

Menurut PA Mojokerto, turunnya instruksi itu seiring temuan kasus Covid-19 yang menjangkiti sekitar puluhan pegawai PA Surabaya. Bahkan, disebutkan di antaranya berasal dari unsur majelis hakim. Guna mengantisipasi kejadian serupa di tingkat PA kabupaten/kota, PTA Jawa Timur instruksikan penghentian sementara layanan tatap muka.

Meski begitu, tidak seluruh layanan tatap muka dihentikan. Ada beberapa layanan yang masih dibuka. Itu seperti layanan pengambilan akta cerai hingga layanan upaya hukum. Layanan upaya hukum itu seperti banding maupun kasasi atas putusan pengadilan. ’’Kalau pengambilan akta cerai dan upaya hukum masih dibuka,’’ ujar Humas PA Mojokerto Abdullah Sofwan.

- Advertisement -

Peniadaan layanan tatap muka efektif mulai Selasa (18/8) hingga Rabu 19/8). Sedangkan Kamis (20/8) dan Jumat (21/8) libur bersama. ’’Efektif minggu depannya lagi baru buka layanan tatap muka,’’ imbuh Abdullah.

Baca Juga :  Subandi Kembali Jadi Nakhoda

Masa ini, kata dia, juga dimanfaatkan PA Mojokerto untuk pembenahan. Lantaran sejumlah personel majelis hakim terbilang belum komplet. Pasca mutasi dua hakim, kini pihaknya masih menunggu kedatangan dua hakim lagi dari luar daerah. ’’Mereka kan dari luar pulau. Jadi, ada tahapan untuk karantina. Mengingat, ini masa pandemi. Jadi, sekalian minggu depan harapannya bisa langsung efektif jalan layanannya,’’ tambah dia.

Perlu diketahui, sejumlah klaster kasus Covid-19 dari perkantoran pengadilan negeri (PN) maupun agama (PA) bermunculan di Jawa Timur. Sebelumnya, PA dan PN Surabaya sempat di-lockdown akibat adanya kasus Covid-19. Selain itu, ada pula beberapa pengadilan di daerah yang juga tutup karena hal serupa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/