alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Pertengahan Tahun, Baru 14 Proyek Dilelang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki pertengahan tahun 2020, jumlah paket proyek di Kota Mojokerto rupanya masih belum bisa maksimal. Pasalnya, hingga pekan ketiga Juni ini, hanya 14 paket yang masuk ke meja lelang.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Mojokerto Nara Nupiksaning Utama menjelaskan, minimnya lelang proyek hingga pertengahan tahun ini disebabkan karena faktor adanya pengalihan atau refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Sehingga beberapa paket proyek terpaksa harus dialihkan.

Kondisi itupun membuat sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih untuk menunggu kepastian sebelum mengajukan lelang. ’’Jadi sebagian memang ada yang menahan diri. Khawatirnya jika telanjur diproses, tapi anggarannya ikut tergeser,’’ ujarnya.

Tercatat, sampai dengan Juni ini, jumlah dokumen proyek yang masuk di unit layanan pengadaan (ULP) hanya 14 paket. Jumlah yang terbilang minim di pertengahan tahun anggaran.

Apalagi, dalam rencana umum pengadaan (RUP), setidaknya terdapat 100 paket lebih proyek yang akan digarap tahun anggaran 2020 ini. ’’Memang masih sedikit sekali kalau ukuran normal. Tapi ini kan karena kondisi ada pendemi,’’ tandas Nara.

Baca Juga :  Rumah Isolasi Pasien Covid-19 di Puskesmas Gondang Overload

Akibatnya, sebagian dari proyek yang direncanakan telah dipastikan batal terlaksana. Utamanya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2020. Selain itu, tidak sedikit paket proyek dari APBD juga harus dilakukan penggeseran anggaran.

Namun, Nara menyebut jika pihaknya belum menerima laporan sisa paket proyek yang tetap dijalankan di tahun 2020 ini. ’’Kami juga masih menunggu laporan dari teman-teman. Mungkin 1-2 minggu lagi sudah diketahui,’’ ujarnya.

Sedangkan dari 14 paket dokumen yang telah melalui proses tender terdiri dari pekerjaan konstruksi, serta pengadaan barang dan jasa lainnya. Salah satunya berasal dari DAK yang berhasil lolos dari pengalihan anggaran.

Yaitu proyek pemeliharaan Jalan Raya Watudakon yang telah disorong melalui lelang dini sejak Desember 2019 atau sebelum adanya wabah virus korona jenis baru. Sehingga, proyek senilai Rp 1,8 miliar tersebut tetap berjalan. ’’Dari 14 paket, hanya dua yang belum diumumkan pemenangnya,’’ ulas Nara.

Baca Juga :  Sebaran Covid Tak Turun, PPKM Akan Diperpanjang

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto ini menyebutkan, sebagian proyek lainnya sudah mulai memasuki tahap pengerjaan. Di antaranya tiga proyek dengan kucuran anggaran jumbo.

Yakni, proyek renovasi Pendapa Rumah Dinas Wali Kota dan renovasi Pendapa Graha Praja Wijaya. Masing-masing dialokasikan dengan pagu Rp 5,8 miliar dan Rp 8,6 miliar.

Selain itu juga terdapat proyek revitalisasi Pemandian Sekarsari. Wisata kolam renang legendaris itu digelontor anggaran Rp 10,5 miliar. Ketiga proyek fisik yang dialokasikan dari APBD tersebut kini telah memasuki tahap pengerjaan. ’’Kami juga akan mitigasi jika ada paket proyek dengan anggaran besar lainya, terutama fisik. Kami minta untuk segera diajukan,’’ pungkasnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki pertengahan tahun 2020, jumlah paket proyek di Kota Mojokerto rupanya masih belum bisa maksimal. Pasalnya, hingga pekan ketiga Juni ini, hanya 14 paket yang masuk ke meja lelang.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Mojokerto Nara Nupiksaning Utama menjelaskan, minimnya lelang proyek hingga pertengahan tahun ini disebabkan karena faktor adanya pengalihan atau refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Sehingga beberapa paket proyek terpaksa harus dialihkan.

Kondisi itupun membuat sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih untuk menunggu kepastian sebelum mengajukan lelang. ’’Jadi sebagian memang ada yang menahan diri. Khawatirnya jika telanjur diproses, tapi anggarannya ikut tergeser,’’ ujarnya.

Tercatat, sampai dengan Juni ini, jumlah dokumen proyek yang masuk di unit layanan pengadaan (ULP) hanya 14 paket. Jumlah yang terbilang minim di pertengahan tahun anggaran.

Apalagi, dalam rencana umum pengadaan (RUP), setidaknya terdapat 100 paket lebih proyek yang akan digarap tahun anggaran 2020 ini. ’’Memang masih sedikit sekali kalau ukuran normal. Tapi ini kan karena kondisi ada pendemi,’’ tandas Nara.

Baca Juga :  Proyek Tak Beres, Empat Rekanan Di-Blacklist

Akibatnya, sebagian dari proyek yang direncanakan telah dipastikan batal terlaksana. Utamanya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2020. Selain itu, tidak sedikit paket proyek dari APBD juga harus dilakukan penggeseran anggaran.

- Advertisement -

Namun, Nara menyebut jika pihaknya belum menerima laporan sisa paket proyek yang tetap dijalankan di tahun 2020 ini. ’’Kami juga masih menunggu laporan dari teman-teman. Mungkin 1-2 minggu lagi sudah diketahui,’’ ujarnya.

Sedangkan dari 14 paket dokumen yang telah melalui proses tender terdiri dari pekerjaan konstruksi, serta pengadaan barang dan jasa lainnya. Salah satunya berasal dari DAK yang berhasil lolos dari pengalihan anggaran.

Yaitu proyek pemeliharaan Jalan Raya Watudakon yang telah disorong melalui lelang dini sejak Desember 2019 atau sebelum adanya wabah virus korona jenis baru. Sehingga, proyek senilai Rp 1,8 miliar tersebut tetap berjalan. ’’Dari 14 paket, hanya dua yang belum diumumkan pemenangnya,’’ ulas Nara.

Baca Juga :  Identik Pekerjaan Kasar, Hasil Tak Menentu

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto ini menyebutkan, sebagian proyek lainnya sudah mulai memasuki tahap pengerjaan. Di antaranya tiga proyek dengan kucuran anggaran jumbo.

Yakni, proyek renovasi Pendapa Rumah Dinas Wali Kota dan renovasi Pendapa Graha Praja Wijaya. Masing-masing dialokasikan dengan pagu Rp 5,8 miliar dan Rp 8,6 miliar.

Selain itu juga terdapat proyek revitalisasi Pemandian Sekarsari. Wisata kolam renang legendaris itu digelontor anggaran Rp 10,5 miliar. Ketiga proyek fisik yang dialokasikan dari APBD tersebut kini telah memasuki tahap pengerjaan. ’’Kami juga akan mitigasi jika ada paket proyek dengan anggaran besar lainya, terutama fisik. Kami minta untuk segera diajukan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/