alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Sapi Disuntik Vitamin C

Tingkatkan Imun dan Tekan Stres
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto hanya menggunakan vitamin C dalam penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak di wilayahnya. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan, vitamin juga sekaligus menekan stres.

Kepala Disperta Nurul Istiqomah mengatakan, pihaknya terus merapatkan barisan dalam penanganan wabah PMK yang sudah menyerang ribuan sapi. Berbagai upaya yang menjadi solusi di tengah menipisnya stok obat-obatan juga dilakukan. ’’Karena stok obat juga belum ada, kami akhirnya putuskan memanfaatkan vitamin C yang stoknya ada di dinkes,’’ ungkapnya.

Menurut dia, setelah dikonsultasikan dengan dinas pertanian provinsi dan ahli, ternyata vitamin C tersebut boleh digunakan untuk hewan ternak. Saat ini vitamin C yang sedianya untuk penanganan wabah PMK juga tengah diambil di Labkesda di jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar. ’’Vitamin C ini efektif juga untuk pencegahan. Artinya, seluruh sapi akan diberikan vitamain C ini untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan imun. Meski obatnya sudah habis, saat ini kami masih bisa melakukan pengobatan dengan vitamin C,’’ paparnya.

Baca Juga :  Peternak Pakai Empon-Empon hingga Gambar Buto

Hanya saja, petugas di lapangan harus lebih selektif dalam pemberian Vitamin C. Jangan sampai penyuntikan ini malah membawa dampak negatif pada hewan ternak. ’’Makanya, kami juga meminta tim kami untuk dilakukan penghitungan, dosisnya kita sesuaikan kondisi hewannya,’’ paparnya.

Selain pengobatan, disperta juga tengah koordinasi secara intensif dengan kepolisian terkait penerapan pembatasan lalu lalang hewan ternak yang hilir masuk dan keluar Mojokerto. Termasuk pembatasan operasional tempat pemotongan hewan (TPH) milik perorangan untuk dipusatkan di rumah pemotongan hewan (RPH). ’’Setelah konsultasi ke provinsi, vitamin C itu memang bisa untuk mengurangi stress. Apalagi hewan yang sakit. Makanya, ini kita akan tindak lanjuti, dan segera kita distribusikan ke lapangan,’’ imbuh Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto drh Agus Hardjito.

Baca Juga :  Tebing Breksi, Sensasi Wisata Malam, Nikmati Jogja dari Ketinggian

Menurutnya, hasil konsultasi ke Universitas Airlangga Surabaya, vitamin C bisa membantu menekan stres dan menaikkan stamina sapi. ’’Kalau memang itu membantu, kenapa tidak, ya kita akan realisasikan itu. Khususnya sangat berguna untuk sapi-sapi yang awal-awal sakit, yang stres, yang teler, dan lain sebagainya,’’ jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Mojokerto bisa bernafas lega setelah pemerintah pusat memberi lampu hijau terkait penggunaan biaya tak teduga (BTT) dalam penanganan wabah PMK melalui surat edaran yang ditelurkan kemendagri nomor 440/2530/SJ tentang Dukungan dan Antisipasi Wabah PMK pada Ternak. Melalui SE ini, para gubernur diminta mengambil langkah-langkah pencegahan dan antisipasi, serta dampak buruk ekonomi yang akan ditimbulkan. (ori/ron)

Tingkatkan Imun dan Tekan Stres
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto hanya menggunakan vitamin C dalam penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak di wilayahnya. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan, vitamin juga sekaligus menekan stres.

Kepala Disperta Nurul Istiqomah mengatakan, pihaknya terus merapatkan barisan dalam penanganan wabah PMK yang sudah menyerang ribuan sapi. Berbagai upaya yang menjadi solusi di tengah menipisnya stok obat-obatan juga dilakukan. ’’Karena stok obat juga belum ada, kami akhirnya putuskan memanfaatkan vitamin C yang stoknya ada di dinkes,’’ ungkapnya.

Menurut dia, setelah dikonsultasikan dengan dinas pertanian provinsi dan ahli, ternyata vitamin C tersebut boleh digunakan untuk hewan ternak. Saat ini vitamin C yang sedianya untuk penanganan wabah PMK juga tengah diambil di Labkesda di jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar. ’’Vitamin C ini efektif juga untuk pencegahan. Artinya, seluruh sapi akan diberikan vitamain C ini untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan imun. Meski obatnya sudah habis, saat ini kami masih bisa melakukan pengobatan dengan vitamin C,’’ paparnya.

Baca Juga :  Hampir Seribu Sapi Terjangkit

Hanya saja, petugas di lapangan harus lebih selektif dalam pemberian Vitamin C. Jangan sampai penyuntikan ini malah membawa dampak negatif pada hewan ternak. ’’Makanya, kami juga meminta tim kami untuk dilakukan penghitungan, dosisnya kita sesuaikan kondisi hewannya,’’ paparnya.

Selain pengobatan, disperta juga tengah koordinasi secara intensif dengan kepolisian terkait penerapan pembatasan lalu lalang hewan ternak yang hilir masuk dan keluar Mojokerto. Termasuk pembatasan operasional tempat pemotongan hewan (TPH) milik perorangan untuk dipusatkan di rumah pemotongan hewan (RPH). ’’Setelah konsultasi ke provinsi, vitamin C itu memang bisa untuk mengurangi stress. Apalagi hewan yang sakit. Makanya, ini kita akan tindak lanjuti, dan segera kita distribusikan ke lapangan,’’ imbuh Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto drh Agus Hardjito.

Baca Juga :  Pemkab Swepping Kendaraan Pengangkut Ternak

Menurutnya, hasil konsultasi ke Universitas Airlangga Surabaya, vitamin C bisa membantu menekan stres dan menaikkan stamina sapi. ’’Kalau memang itu membantu, kenapa tidak, ya kita akan realisasikan itu. Khususnya sangat berguna untuk sapi-sapi yang awal-awal sakit, yang stres, yang teler, dan lain sebagainya,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Mojokerto bisa bernafas lega setelah pemerintah pusat memberi lampu hijau terkait penggunaan biaya tak teduga (BTT) dalam penanganan wabah PMK melalui surat edaran yang ditelurkan kemendagri nomor 440/2530/SJ tentang Dukungan dan Antisipasi Wabah PMK pada Ternak. Melalui SE ini, para gubernur diminta mengambil langkah-langkah pencegahan dan antisipasi, serta dampak buruk ekonomi yang akan ditimbulkan. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

DLH Bakal Rombak Taman Lalu Lintas

Izin Galian C Dimoratorium

Artikel Terbaru


/