alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

BLT-DD di 299 Desa, Sentuh 27 Ribu Kepala Keluarga

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu demi satu bantuan sosial (bansops) bagi warga terdampak Covid-19 dikucurkan. Setelah program perluasan sembako dan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, kini giliran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) juga mulai disalurkan.

Setidaknya ada 27 ribu kepala keluarga (KK) dari 299 desa yang bakal menerima manfaat bantuan yang bersumber dari anggaran desa tersebut. Mereka adalah keluarga hasil usulan dari RT/RW yang disepakati pemdes setempat.

Sama seperti BST, penggunaan bantuan senilai Rp 600 ribu untuk tiga bulan itu lebih dititikberatkan untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Khususnya bagi penerima yang penghasilannya terdampak parah selama masa pandemi Covid-19.

Bahkan, mereka bisa menggunakan bantuan tersebut sebagai modal untuk membuka usaha kembali jika kebutuhan hidup sehari-hari sudah bisa tercukupi. Data yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, 27 ribu KK tersebut merupakan hasil kesepakatan antara kades bersama semua perangkat desa.

Sebelumnya, data usulan penerima yang diajukan 299 desa sempat menyasar tak kurang dari 26 ribu KK. Namun setelah diverifikasi dinsos dan perintah optimalisasi dari Kemendes PDTT, daftar penerima berubah menjadi 27 ribu lebih penerima. Atau bertambah seribu lebih penerima dari usulan sebelumnya.

Baca Juga :  Stikerisasi Penerima Bansos Terkendala Anggaran dan SDM

Meski begitu, sempat terjadi tarik ulur data usulan antara yang di-cover BLT DD dengan BLT yang akan dikucurkan Pemkab Mojokerto. Bahkan, pemkab sempat mengembalikan 29 ribu KK data usulan ke pemdes untuk divalidasi kembali sebelum ditetapkan dalam musyawarah desa (musdes) khusus.

’’Semua desa sudah menyelesaikan penetapan data BLT-DD dalam musdes khusus. Totalnya ada 27 ribu KK,’’ tutur Mujib Bustomi, koordinator pendamping ahli Kabupaten Mojokerto. secara spesifik, BLT tersebut lebih ditekankan kepada warga yang terdampak Covid-19 langsung dengan beberapa parameter.

Dimulai dari keluarga yang di-PHK, yang kehilangan mata pencaharian dan terdapat anggota keluarga yang sedang sakit kronis. Serta keluarga terdampak namun belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Mujib lantas menekankan pemanfaatan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Khususnya kebutuhan pangan yang wajib tercukupi untuk memperkuat imun tubuh sehingga tidak gampang terinfeksi virus korona itu.

Namun, Mujib juga tidak menampik penggunaan BLT-DD tersebut untuk kegiatan penting lain. Misalnya digunakan untuk modal usaha sehingga masyarakat bisa mendapat panghasilan setiap harinya. ’’Asal kebutuhan pokoknya tercukupi, bisa jadikan modal. Toh, penghasilan dari usaha juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Janjikan Pekan Ini Bantuan Sosial Cair

Sebelumnya, sempat tersiar jika pemkab sudah mengumpulkan dan memverifikasi semua usulan penerima sebelum dikembalikan lagi ke desa. setidaknya ada 29 ribu dari total 37 ribu KK yang diusulkan desa untuk di-cover BLT baik yang bersumber dari DD maupun APBD.

Ditanya perbedaaan data itu, Mujib enggan berkomentar. Sampai saat ini, BLT DD hanya bisa menyasar 27 ribu sesuai data usulan yang sudah ditetapkan dalam musdes khusus. Saat ini, sudah ada 25 dari 299 desa yang sudah menyalurkan BLT sejak sepekan lalu. Sementara desa lainnya, menyusul di beberapa hari terakhir mejelang lebaran nanti.

’’Dari Kemendes PDTT, targetnya memang awal Mei kemarin. Namun, karena proses pendataannya yang telat, akhirnya baru minggu kedua bisa tersalurkan. Saat ini semua desa diperintahkan untuk dipercepat penyalurannya sebelum hari raya,’’ ungkap Mujib. (far/abi)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu demi satu bantuan sosial (bansops) bagi warga terdampak Covid-19 dikucurkan. Setelah program perluasan sembako dan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, kini giliran bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) juga mulai disalurkan.

Setidaknya ada 27 ribu kepala keluarga (KK) dari 299 desa yang bakal menerima manfaat bantuan yang bersumber dari anggaran desa tersebut. Mereka adalah keluarga hasil usulan dari RT/RW yang disepakati pemdes setempat.

Sama seperti BST, penggunaan bantuan senilai Rp 600 ribu untuk tiga bulan itu lebih dititikberatkan untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Khususnya bagi penerima yang penghasilannya terdampak parah selama masa pandemi Covid-19.

Bahkan, mereka bisa menggunakan bantuan tersebut sebagai modal untuk membuka usaha kembali jika kebutuhan hidup sehari-hari sudah bisa tercukupi. Data yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, 27 ribu KK tersebut merupakan hasil kesepakatan antara kades bersama semua perangkat desa.

Sebelumnya, data usulan penerima yang diajukan 299 desa sempat menyasar tak kurang dari 26 ribu KK. Namun setelah diverifikasi dinsos dan perintah optimalisasi dari Kemendes PDTT, daftar penerima berubah menjadi 27 ribu lebih penerima. Atau bertambah seribu lebih penerima dari usulan sebelumnya.

Baca Juga :  Anak Yatim Covid-19 Didata Ulang

Meski begitu, sempat terjadi tarik ulur data usulan antara yang di-cover BLT DD dengan BLT yang akan dikucurkan Pemkab Mojokerto. Bahkan, pemkab sempat mengembalikan 29 ribu KK data usulan ke pemdes untuk divalidasi kembali sebelum ditetapkan dalam musyawarah desa (musdes) khusus.

- Advertisement -

’’Semua desa sudah menyelesaikan penetapan data BLT-DD dalam musdes khusus. Totalnya ada 27 ribu KK,’’ tutur Mujib Bustomi, koordinator pendamping ahli Kabupaten Mojokerto. secara spesifik, BLT tersebut lebih ditekankan kepada warga yang terdampak Covid-19 langsung dengan beberapa parameter.

Dimulai dari keluarga yang di-PHK, yang kehilangan mata pencaharian dan terdapat anggota keluarga yang sedang sakit kronis. Serta keluarga terdampak namun belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Mujib lantas menekankan pemanfaatan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Khususnya kebutuhan pangan yang wajib tercukupi untuk memperkuat imun tubuh sehingga tidak gampang terinfeksi virus korona itu.

Namun, Mujib juga tidak menampik penggunaan BLT-DD tersebut untuk kegiatan penting lain. Misalnya digunakan untuk modal usaha sehingga masyarakat bisa mendapat panghasilan setiap harinya. ’’Asal kebutuhan pokoknya tercukupi, bisa jadikan modal. Toh, penghasilan dari usaha juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Janjikan Pekan Ini Bantuan Sosial Cair

Sebelumnya, sempat tersiar jika pemkab sudah mengumpulkan dan memverifikasi semua usulan penerima sebelum dikembalikan lagi ke desa. setidaknya ada 29 ribu dari total 37 ribu KK yang diusulkan desa untuk di-cover BLT baik yang bersumber dari DD maupun APBD.

Ditanya perbedaaan data itu, Mujib enggan berkomentar. Sampai saat ini, BLT DD hanya bisa menyasar 27 ribu sesuai data usulan yang sudah ditetapkan dalam musdes khusus. Saat ini, sudah ada 25 dari 299 desa yang sudah menyalurkan BLT sejak sepekan lalu. Sementara desa lainnya, menyusul di beberapa hari terakhir mejelang lebaran nanti.

’’Dari Kemendes PDTT, targetnya memang awal Mei kemarin. Namun, karena proses pendataannya yang telat, akhirnya baru minggu kedua bisa tersalurkan. Saat ini semua desa diperintahkan untuk dipercepat penyalurannya sebelum hari raya,’’ ungkap Mujib. (far/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/